
Hari Sabtu, Apartemen Ajeng
Pagi ini Ajeng sedang sibuk memilah-milah baju dan sepatu yang sudah tidak dipakai lagi untuk disumbangkan ke shelter para homeless. Apalagi Ajeng kemarin belanja baju dan sepatu lumyan banyak bersama Gandari.
Ajeng memang tidak menghubungi Bayu karena dia ingin menyelesaikan acara sortir nya supaya cepat selesai. Baginya semakin cepat mensortir, semakin cepat dia bisa menghubungi Bayu. Ajeng tidak yakin kalau pria itu tidak modus kalau melihat dia main sortir baju.
"Wuuuiiiihhhh lumayan juga baju yang sudah nggak aku pakai..." gumam Ajeng sambil melakban dus - dus yang berisikan baju-baju nya.
Ajeng menumpuk dua dua itu dan hendak bersiap keluar, ketika suara bel apartemen nya berbunyi. Gadis itu melihat Bayu sudah berdiri di depan pintu dan membukanya.
"Hai, mas Kal-el" sapa Ajeng manis.
"Hai. Boleh aku masuk?"
Ajeng menyingkirkan tubuhnya dan membiarkan tubuh besar Bayu masuk ke dalam apartemen nya. Mata biru pria itu melihat dua dus baru dan menatap Ajeng dengan tatapan bingung.
"Dus apa ini Jeng?" tanya Bayu.
"Oh baju yang sudah tidak terpakai, mau aku sumbangkan ke shelter homeless. Kemarin Bu Gandari memaksa saya beli banyak baju jadi baju lama saya, lebih baik saya sumbangkan. Bukan apa-apa mas, bikin penuh lemari dan pasti ada orang yang lebih membutuhkan" jawab Ajeng.
Bayu memeluk Ajeng erat. "Kamu memang gadis baik. Dan aku tidak salah pilih."
Ajeng membalas pelukan Bayu. "Pak Bayu ngapain kemari? Apa ada sesuatu?" Gadis itu mendongakkan wajahnya.
"Mom ajak kamu makan siang di penthouse nya."
Ajeng terkejut. "Hah?"
"Santai saja bajunya, cuma makan siang di rumah kok."
"Aku mandi dulu..."
Giliran Bayu yang terkejut. "Kamu belum mandi jam sembilan ini ?"
"Lha libur kok mas. Mandi sehari sekali kan tidak apa-apa tho?" cengir Ajeng.
"Mandi gih ! Dah, aku berdiri di balkon saja."
Ajeng pun bersiap mandi sambil bersenandung. "Pak pung pak mustafe. Sidule' di rumahnye' Ada tepung ada kelape' Masak gulei' ada enaknye' Jangan engkau bersedih saja. Mari mari ikut menyanyi..."
Bayu menggelengkan kepalanya. "Lagu jadul pun tahu tuh anak?"
***
Satu jam kemudian Ajeng dan Bayu sudah menyerahkan dua dus ke sebuah shelter homeless dan kini mereka perjalanan ke penthouse keluarga O'Grady.
"Mas Kal-el..."
"Hhhmmm..."
"Kalau Juli Radhi jadi balapan disini, kita nonton ya?" Ajeng menatap Bayu dengan penuh harap.
"Iya. Kan kamu sudah selesai kontrak jadi bisa bebas kemanapun..."
"Ke Solo boleh?"
__ADS_1
"Bisa bebas kemanapun bersamaku Jeng. Bukan sendirian macam lenggang kangkung dimasak tumis ..."
Ajeng cekikikan. "Mas Kal-el bisa guyon jebule. Mas, memang kenapa harus sama mas?"
Bayu menoleh ke arah Ajeng. "Ya sama akulah Ajeennggg... Kan selesai kontrak kerja kamu, kita akan berbeda status. Memangnya aku nggak serius apa ngajak nikah kamu? Wong sudah sematkan cincin, sudah bersedia menikah, kok nggak direalisasikan? Ngajak gelut kamu deh!"
Ajeng semakin geli mendengar ucapan Bayu. "Iya deh yang ngebet nikah sama sekretaris nya yang paling njelehi katanya. Yakin mas?"
Bayu hanya mengacak rambut Ajeng gemas.
"Maaassss... berantakan nih rambut aku !"
"Habis kamu njelehi Jeng !"
Ajeng hanya cemberut sambil membenarkan rambutnya. "Dasar manusia Krypton!"
"Jeng, kamu kok jadi ikutan keluarga aku sih?"
Ajeng menoleh ke Bayu. "Ikutan keluarga mas Kal-el yang mana?"
"Tukang kasih nama seenaknya."
"Macam siapa?"
"Macam Shinichi, Sakura, Arka... Kamu manggil aku mas Kal-el, manusia Krypton..."
Ajeng memeluk lengan kekar Bayu. "Meh piyeee mas... Virus receh dan Membagongkan itu menular sangat... "
Bayu mencium pucuk kepala Ajeng. "Virus yang mengalahkan virus menguap..."
***
Ajeng dan Bayu keluar dari lift yang membawa mereka masuk ke dalam penthouse milik kedua orang tua Bayu. Ajeng merasa apartemen Bayu sudah mewah tapi melihat penthouse ayah dan ibu pria itu, tidak ada apa-apanya.
Jeng, ini penthouse. Jelas berbeda dengan apartemen mas Kal-el. Jangan kamu bandingkan dengan mansion Giandra ataupun Blair. Ajeng melihat ada beberapa lukisan dan benda seni disana serta beberapa foto keluarga Blair.
"Kamu nggak papa kan Jeng?" tanya Bayu yang tampak terbengong bengong.
"Beda sama apartemen kamu ya mas."
"Ya beda lah neng... soalnya ini penthouse."
"Ruang tengah nya saja sama apartemen ku lebih luas ini...."
"Iyalah, rumah kamu itu rumah Hobbit... Addduuuhhh !" Bayu mengaduh saat Ajeng mencubit lengan kekarnya.
"Rumah Hobbit begitu tetap nyaman kaleee mas ..." sungut Ajeng sebal.
"Iya deh..."
"Kalian itu kalau nggak ribut kok nggak afdol sih?"
Ajeng dan Bayu tersipu karena kepergok ribut unfaedah oleh Abiyasa O'Grady.
"Pak Abiyasa..." Ajeng langsung menghampiri Abi dan Salim ke pria yang berbadan besar macam Bayu.
__ADS_1
"Selamat datang di rumah yang sederhana ini Jeng" cengir Abiyasa membuat Ajeng melongo dan Bayu melengos.
"Pak Abi, ini sederhana dari mana pak?" balas Ajeng.
"Dari tadi..." jawab Abiyasa cuek. "Yuk ke ruang makan."
Bayu hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ayahnya sedangkan Ajeng menatap kekasihnya.
"Pak Abi tadi... guyon kan mas?"
"Iyeee, guyon garing!" jawab Bayu sebal.
***
"Kenapa kamu cuma beli di Zara atau H&M Jeng? Kenapa nggak ke Prada atau Boss atau..." Abiyasa terdiam saat Gandari memegang tangannya.
"Ajeng itu membeli baju yang nyaman dipakai hari-hari untuk ngantor. Sepatu saja yang diambil juga buat kerja semua." Gandari menatap lembut ke Ajeng. "Dia cari praktis dan fungsinya, bukan brand nya."
"Aku juga bilang sama Ajeng, kenapa nggak sekalian saja morotin banyak - banyak ke mommy."
"Terus? Apa jawabannya Ajeng?" Gandari penasaran dengan jawaban gadis yang mencuri hatinya itu.
"Saya bilang ke pak Bayu kalau nanti saya menikah dengannya, kan saya bisa shopping bareng sama Bu Gandari..." jawab Ajeng sambil menunduk membuat Abiyasa dan Gandari tertegun namun setelahnya pasangan suami istri itu tertawa terbahak-bahak.
"Cerdas !" komentar Gandari membuat wajah Ajeng memerah. "Angin Topan, kapan kontrak Ajeng berakhir?"
"Juni mom."
"Eagle nikah kapan?"
"Mei."
Gandari menatap Abiyasa. "Kita adakan acara lamaran habis Eagle? Acara di New York saja. Terus setelahnya langsung acara pernikahan?"
"Boleh. Keluarga New York pasti datang. Keluarga lain, dipersilahkan datang atau tidak, nggak masalah kan? Bisa lewat live streaming." Abiyasa tampak setuju dengan rencana istrinya.
"Mom..."
"Ya Bayu?"
"Ajeng maunya lamaran dia pakai kebaya. Kayaknya seru ya lihat gadisku berkebaya dan bersanggul... Pasti tambah cantik." Bayu menoleh ke arah Ajeng yang tampak bingung.
"Ini acara lamaran dan nikahnya siapa yang bulan Juni?" tanya Ajeng polos.
"Kamu sama Bayu lah ! Gimana sih Jeng?" kekeh Gandari gemas dengan calon menantunya.
"Ooohh... HAAAAAHHH?" Ajeng menatap ketiga anggota keluarga O'Grady dengan tatapan tidak percaya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️