My 100th Secretary

My 100th Secretary
Stereogram


__ADS_3

Brussels Belgia


Rasanya Bayu ingin membanting ponselnya karena sekretarisnya lupa kalau sedang ditelepon oleh bossnya.


Astaghfirullah! Punya sekretaris gini amat ya! Bayu akhirnya mematikan panggilannya karena dirasa Ajeng serius lupa akan ponselnya. Pria itu melihat jam yang mendekati pukul satu malam waktu Brussels dan memutuskan untuk tidur dengan perasaan dongkol. Brussels enam jam lebih dulu dari New York.


***


Acara pagi ini adalah acara santai dan semua generasi keenam heboh melihat Yvonne Rogers, putri mantan senator dan pengusaha game Patrick Rogers dengan Faranisa Al Jordan, datang dengan seorang pria yang campuran kulit hitam.


"Siapa itu Yvonne?" tanya para sepupu nya kepo sebab kesekian kalinya ini anggota keluarga mereka datang dengan pasangan berkulit berbeda meskipun Gemintang sudah terlebih dahulu dengan Raj Rao yang berkulit Tan dan Adrian Ramadhan bersama Lovisa Wallin yang juga mix race. Thea Ramadhan kulitnya menurun dari sang ibu hingga tampak eksotis.


"Dear cousins, perkenalkan ini Kai Tarrant, my plus one" senyum gadis cantik yang berprofesi menjadi guru bahasa Inggris di sebuah elementary school ( sekolah dasar ) kota San Francisco.


"Halo aku Kai Tarrant" sapa pria berkulit coklat dengan rambut hitam keriwil itu.


"Hai Kai. Kamu kerja dimana?" tanya Pedro.


"NCIS ( Naval Criminal Investigation Service )."


"Lha, sama-sama Law Enforcement juga?" seru para sepupu Yvonne.


"I know. Bingung kan?" cengir Yvonne. "Padahal aku sudah berjanji tidak mau mendapatkan pasangan law enforcement macam mbak Dira atau Nadya."



"Kai, kamu asli mana?" tanya Luke.


"Aku imigran dari Auckland New Zealand yang menyasar di Hawaii."


"Kalian bertemu di Hawaii?" tebak Bayu.


"Accidentally. Saat kalian heboh ke Hongkong, aku membawa rombongan murid-murid aku ke Hawaii dan disana aku tidak sengaja menjadi saksi pembunuhan seorang anggota angkatan laut. Dan Kai, adalah agen NCIS yang mewawancarai aku" papar Yvonne. "Dia yang melindungi aku saat pembunuhnya nyaris mencelakai aku."


Kai menggenggam tangan Yvonne. "Dan kami saling jatuh cinta."


"Aaawwww..." ucap para sepupu wanita Yvonne.


Para sepupu pria gadis itu langsung mencari tahu tentang Kai Tarrant yang tampaknya sangat menyayangi Yvonne. Dan hasil penyelidikan mereka menunjukkan bahwa Kai Tarrant adalah orang bersih, orang tuanya tinggal ayahnya yang memiliki kedai diner di Honolulu.


Bayu, Luke, Arkananta, Valentino dan Shinichi akhirnya welcome dengan pria yang dibawa oleh Yvonne Al Jordan Rogers itu.

__ADS_1


***


Bayu menyingkir dari keriuhan semua saudaranya yang heboh mengakrabkan diri dengan keluarga Rao yang datang. Pria itu pun memilih untuk duduk di sebuah kursi taman yang ada di area taman tempat diadakannya acara pernikahan Gemintang dan Raj esok.


Bayu menyalakan CCTV ruang kerjanya di ponselnya dan melihat Ajeng baru saja tiba di kantor. Gadis itu seperti sudah ritualnya begitu datang langsung memasukkan tas nya di lemari di bawah mejanya lalu menuju pantry dan membuat teh panas. Bayu tampak serius menatap layar ponselnya memperhatikan sekretarisnya menyalakan iMac nya dan mulai membuka buku hitam agendanya.


Bayu tersenyum smirk melihat Ajeng berkerja seperti biasa. Semoga si Bandeng Presto tidak mengganggu Ajeng! Kalau berani, aku kirim ke Timbuktu!


***


PRC Group Building Manhattan New York


Ajeng mulai bekerja seperti biasa apalagi dia harus mensortir semua email yang masuk ke dalam akun resmi baik PRC, MB Enterprise maupun Giandra Otomotif Co. Ajeng harus memilah - Milah email yang masuk dimana kebanyakan merupakan permohonan kerja sama, meminta bertemu dengan Bayu dan berbagai macam hal lainnya.


Gadis itu dengan telaten memilah dan memasukkan ke dalam folder yang sudah dia siapkan plus memprintnya lalu disimpan di documents keeper yang nantinya akan diperiksa Bayu satu persatu. Tentu saja final decision di tangan Bayu, surat mana yang harus dijawab dan mana yang tidak.


Tanpa terasa Ajeng bekerja hingga jam makan siang dan seperti kemarin, Magdala datang ke lantainya dan mengajak makan siang. Ajeng pun menyanggupinya dan keduanya menuju cafetaria bersama dengan para rekan kerja di lantai 15.


***


Cafetaria PRC Group Building


"Jeng, kemarin pengawalnya Mr O'Grady ngapain datang?" tanya Alesha, salah satu rekan Ajeng di lantai 15.


"Hah?" Magdala dan Alesha menatap gadis itu bingung. "Apa itu Gondo... whatever that thing is!"


"Gondoruwo. Kalau di setan Amerika itu mungkin bentuknya macam Big Foot ya" senyum Ajeng.


"Ajeng, Big Foot bukan setan tapi mahluk sasquatch, mysterious creature" ucap Alesha yang masih ada keturunan bangsa Indian dari suku Comanche.


"Tapi kalau di Indonesia, pak Gondo itu digambarkan mirip dengan Big Foot. Awalnya nih bentuknya seukuran kita, manusia normal tapi kalau didekati makin tinggi, makin besar dan bisa setinggi pohon kelapa." Ajeng menatap ke arah dua gadis di hadapannya yang memasang wajah horor.


"Kamu jangan cerita soal horor dong Jeng! Aku itu paling nggak bisa dengar cerita seperti itu, bisa nightmare!" rengek Alesha.


"Lha aku kan cerita makhluk horor di Indonesia. Tidak mungkin mereka berimigrasi kemari soalnya bakalan bingung gimana kesini nya? Masa iya harus nyebrang lautan? Harus berhadapan dengan penguasa laut Selatan dulu Nyai Roro Kidul, dan itu belum Kraken, belum Poseidon..." sahut Ajeng cuek sambil menikmati chicken katsu Donburi nya.


"Ajeng! Kamu itu memang definisi sekretaris tidak jelas pola pikirnya" gelak Magdala. "Tampaknya Mr O'Grady akan lebih pusing ke kamu daripada kamunya ke boss mu."


"Lho itu prinsip aku Mag. Lebih baik boss yang pusing sama aku daripada aku yang pusing. Secara nih, kita sebagai sekretaris kan sudah pusing dengan semua surat keluar masuk, belum harus memilih dan memilah pengaturan jadwal pertemuan ditambah tulisan boss kamu perlu diruwat dan disekolahkan ulang agar jelas mana huruf A, H dan V. Plus jangan sampai pakai kode - kode macam steno, memang nya aku paham apa soal steno?" omel Ajeng seolah curhat akibat rasa dongkolnya masih terasa gara-gara kemarin akhirnya dia tahu, Bayu menstalking dirinya seharian.


"Mr O'Grady parah ya Jeng tulisannya?" tanya Alesha yang hanya mendengarkan cerita dari para sekretaris sebelumnya yang tidak tahan membaca tulisan Bayu O'Grady.

__ADS_1


"Gini. Aku kasih bayangan. Kalian pernah makan dimsum kaki ayam?" Ajeng menatap dua rekannya.


"Pernah."


"Pernah lihat bagaimana ayam mengais-ngais dengan cekernya?" tanya Ajeng lagi.


"Ayahku punya peternakan di Arizona dan aku besar disana" ucap Alesha.


"Nah bentukannya bagaimana Alesha?" Ajeng menatap gadis berambut hitam itu.


"Berantakan, garis tidak jelas."


"It's worst than that ( tulisannya jauh lebih jelek dari itu )!" ucap Ajeng.


"Pantas Jeng, sekretaris sebelum kamu, ada yang langsung resign hari itu juga saat melihat note Mr O'Grady" celetuk Magdala.


"Apa kamu sudah bisa membaca tulisannya Mr O'Grady, Jeng?" tanya Alesha.


"Bacanya itu sedikit juling macam kamu melihat gambar dinosaurus di gambar tiga dimensi nggak jelas itu ... Apa namanya, Stereogram. Baru deh terjadi penampakan" cengir Ajeng.


***


Brussels Belgia


Bayu menatap judes ke layar ponselnya. Si@lan Jeng! Masa iya tulisan aku macam Stereogram?!


***



Contoh Gambar Stereogram


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


PS. Yvonne dan Kai tidak akan ada novelnya ya.


__ADS_2