My 100th Secretary

My 100th Secretary
Dipingit


__ADS_3

Mansion Blair di Staten Island New York


"Bayu!" panggil Gandari ke para generasi keenam.


"Yes Mom?"


"Mommy mau bicara sebentar."


Bayu pun mengangguk lalu mencium pipi Ajeng sebelum berdiri dan berpamitan dengan para saudaranya. Pria bertubuh besar itu pun menghampiri Gandari yang langsung merangkul lengan besar Bayu.


"Jeng, apa habis ini kamu balik ke apartemen kamu di Soho?" tanya Radeva.


"Belum tahu pak Radeva..."


"Ya ampun Ajeng. Panggil Deva saja ! Kamu itu sudah nggak kerja di PRC. Radeva bukan boss kamu tapi adik ipar kamu!" gelak Blaze.


"Kebiasaan mbak Blaze..." cengir Ajeng.


"Kamu nggak capek pakai sanggul?" tanya Leia.


"Nggak. Enak-enak saja."


"Besok nikah, lengkap dandan nya pakai paes dan cunduk mentul, mbak?" tanya Ganiya.


"Insyaallah lengkap dan jumlah nya harus ganjil." Ajeng menatap semuanya. "1, 3, 5, 7 dan 9."


"Memang kenapa harus ganjil, mbak?" tanya Mamoru.


"Ada makna yang tersirat mengapa cunduk mentul jumlahnya selalu ganjil. Hal ini dikarenakan angka ganjil dipercaya mempunyai kekuatan sebagai penolak bala" jawab Ajeng.


"Lha kemarin waktu Arabella dan Arka, cunduk mentul nya berapa?" tanya Nadira ke semuanya.


"Kalau nggak salah lima deh" jawab Blaze.


"Tapi kok Mas Arka bisa pingsan? Kalau katanya cunduk mentul nolak bala, buktinya mas Arka geblak. Benar kata mas Shinchan... Sawan Manten" sahut Nadya.


"Arka geblak bukan Sawan Manten, Nadyaaaaaa. Dia pasang stagen kekencangan. Aku kan disana" sahut Sadawira gemas.


"Padahal seru tuh dibuat tajuk, Mas Arka kena sawan manten karena kualat dengan Oom Bima" eyel Nadya membuat semua orang tampak sebal, gemas dan tertawa mendengar ucapan pengacara itu.


"Omar, please. Bilangin Nadya supaya nggak ngadi-ngadi deh !" pinta Blaze.


"I'm sorry dokter Bianchi, aku pun tak bisa mencegahnya..." jawab Omar polos membuat Dante, Pedro, Samuel dan Radeva terbahak.


"Ya wassalam alamat kamu dijajah Nadya" gerutu Blaze. "Apakah kamu tidak tahu kalau adikku durjana tingkat propinsi?"


"Tahu. Tapi aku tetap sayang Nadya" jawab Omar tegas membuat Nadya memeluk erat pria itu.


"Thank you Sphinx." Nadya menatap Omar penuh cinta yang dibalas oleh pria itu.


"Dasar Bucin!"

__ADS_1


Leia yang melihat interaksi Omar dan Nadya tampak tulus tanpa ada kepura-puraan, sangat bersyukur agen FBI itu mendapatkan pasangan yang sangat mencintainya dan juga dicintainya.


Memang definisi jodoh itu sering bertemu pada saat yang tidak terduga.


***


"Ajeng dipingit?" seru Bayu saat mereka berada di ruang kerja Rhett O'Grady.


"Ya iyalah, Bambaaaanngggg. Gak ilok ( tidak patut ) kalian sering bertemu menjelang pernikahan. Pamali !" ucap Kaia galak.


"Lalu, Ajeng harus di Soho? Mom..." Bayu menoleh ke arah Gandari. Di ruang kerja itu, keluarga inti O'Grady berada di dalam termasuk Reana, saudara kembar Abiyasa dan suaminya Pandu Dewanata.


"Tentu tidak di Soho, Bay. Ajeng akan tinggal disini, si mansion Blair dan selama seminggu, kamu dilarang menelpon Ajeng, baik telepon biasa ataupun FaceTime !" Rhett menatap Bayu tajam.


"Opaaa..."


"Tidak ada bantahan !" ucap Kaia.


Abiyasa dan Gandari hanya tersenyum smirk karena Bayu pasti tidak berani membantah Kaia.


"Semua gadget Ajeng, Oma sita !"


Bayu pun menatap Omanya dengan wajah memelas.


Nggak ibu negara, nggak Oma negara... Sama saja !


***


"Kemarikan ponsel, iPad dan MacBook kamu Jeng" pinta Kaia. Ajeng yang sudah berganti pakaian menjadi baju santai pun menuju kamarnya.


Bayu menatap Oma dan ibunya dengan wajah dibuat semelow maksimal membuat Radeva cekikikan melihat raut muka kakaknya.


Tak lama, Ajeng menyerahkan tiga gadgetnya.


"Matikan semuanya Jeng" perintah Kaia yang dituruti Ajeng. "Kamu bisa kan nggak ada gadget selama seminggu?"


"Bisa Oma. Kan saya bisa cari kesibukan yang lain" jawab Ajeng santai yang tahu kalau ide penahanan tiga gadget miliknya supaya Bayu tidak heboh menghubungi dirinya. "Saya jadinya tinggal disini sampai hari H?"


"Yup. Kamu tinggal disini sampai besok acara pernikahan di St. Regis Hotel." Kaia menatap ke Bayu. "Dan kamu cicitnya Opa Edward Blair dan Ogan Abimanyu Giandra yang sifatnya sama ngeyelan dengan mereka berdua, Oma dan Opa melarang kamu datang ke mansion ! Passcode kamu akan kami blokir !"


"Whaaaatttt?" Bayu tampak merana membuat Radeva tertawa terpingkal-pingkal.


"Oh my God ... Untung nggak ada trio kampret ! Bisa habis kamu mas jadi bulan-bulanan mereka !"gelak Radeva yang belum pulang karena tadi datang bersama dengan kedua orangtuanya. Ganiya sudah pulang bersama dengan Alea dan Chris Bradford serta Mamoru karena searah.


"Shut up Deva !" hardik Bayu kesal.


"Kamu itu dan semua turunan keluarga Blair dan Giandra, selalu punya akal bulus kalau sudah punya karep jadi Oma antisipasi ! Paham kamu Bayu ?" Kaia menatap cucunya yang bodinya mirip dengan papi Duncan.


"Oma, apa Radeva juga akan Oma perlakukan sama dengan aku saat dia akan menikah dengan Aya?" tanya Bayu ke Kaia sambil melirik judes ke Radeva.


"Radeva tidak separah kamu modusnya tapi Oma akan memberlakukan ke Nadya. Kamu dan Nadya sama saja ! Sama - sama bucin dan sama - sama modus !" jawab Kaia kalem.

__ADS_1


Ajeng hanya memegang tangan Bayu. "Sing sabar ya mas."


Sabar gundulmu, Jeng ! Ini namanya penyiksaan!


***


Kamar Bayu O'Grady di Apartemennya


Bayu benar-benar manyun kwadrat karena merasa gabut gara-gara semua gadget milik Ajeng disita termasuk telepon biasa di kamarnya ! Rasanya Bayu ingin mengumpati omanya tapi takut kualat dan mana dia mau menikah, bisa bahaya kalau terjadi apa-apa.


Amit-amit !


Bayu pun memutar otak dan bibirnya tersenyum miring saat teringat CCTV di mansion. Bayu pun mengutak-atik iMac nya dan berhasil masuk ke sistem mansion Blair.


Pria itu melihat Ajeng sedang di ruang tengah bersama dengan Rhett. Keduanya asyik bermain catur sedangkan Kaia tampak sibuk dengan iPadnya. Bayu pun mengaktifkan suara CCTV itu dan mendengar percakapan antara Rhett dengan Ajeng.


"Kamu lumayan juga main caturnya Jeng" puji Rhett.


"Saya hanya Bejo Opa. Sebenarnya catur bukan game favorit saya."


"Kamu sukanya main board game apa Jeng?" tanya Kaia. "Monopoli?"


"Bukan Oma. Aku suka main halma dan ular tangga" jawab Ajeng cuek membuat Rhett dan Kaia melongo yang setelahnya terbahak.


"Astaghfirullah ! Halma? Ular tangga? Yang benar saja Jeng..." kekeh Kaia.


"Beneran Oma, aku suka dua game itu ... dan Skak Mat !" Ajeng tersenyum penuh kemenangan ke arah Rhett.


"What ? Skak Mat?" Rhett melihat papan catur. "Duh kok kalah lagi ya aku..." gumam Opa berdarah Irlandia itu.


"Tandanya kamu sudah menua Rhett Butler..." goda Kaia.


"Oh Scarlett O'Hara, aku kan memang sudah tua" senyum Rhett.


"Oma, kalau aku punya anak perempuan nanti... Aku ingin kasih nama Scarlett... Bagaimana?" tanya Ajeng.


"Asal tidak sebar-bar Omamu saja Jeng" kekeh Rhett.


"Kalau itu... tampaknya gen mas Bayu bakalan lebih kuat deh..." ucap Ajeng sambil tersenyum kikuk.


Bayu yang mendengarkan, hanya tersenyum smirk. That's my girl.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2