My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bertemu dengan Shinichi


__ADS_3

Istana Al Jordan Dubai UAE


Bayu menghampiri Ajeng yang sudah siap dengan gaun pink bermotif bunga, tas tangan dan sepatunya yang beraksen lucu. Rambut panjangnya cukup dicepol sederhana. Kedasih sendiri mengenakan gaun warna hitam dengan aksen emas di bagian atas dipadukan clutch putih.



"Sudah siap?" tanya Bayu yang memakai jas lengkap.


"Sudah mas" senyum Ajeng.


"Lho kamu sekamar sama Kedasih?" tanya Bayu saat melihat Kedasih keluar kamar.


"Iya mas Bayu. Apa kabar?" senyum Kedasih sambil memeluk Bayu.


*Alhamdulillah baik. Tuh Shinchan datang" kekeh Bayu usai memeluk Kedasih. "Kami biasa kok Jeng saling berpelukan ke keluarga." Bayu berusaha menjelaskan pada Ajeng agar tidak salah paham.


"Iya mas." Ajeng melihat seorang pria jangkung dengan wajah blasteran asia dan bule menghampiri mereka.


"Burung merak ! Kamu semalam sama siapa?" tanya Shinichi sambil memeluk Kedasih.


Burung Merak? Oh ini yang namanya Shinichi Park? Tapi memang imut sih.


"Sama mbak Ajeng" jawab Kedasih sambil memeluk Shinichi. "Mas Shin, aku perkenalkan ini mbak Ajeng, pacarnya mas Bayu."


Shinichi menatap Ajeng. "Oh jadi ini Diajeng nya Mas Angin Topan anak jalanan. Halo, aku Shinichi bukan Kudo. Jika mbak Ajeng punya kesulitan untuk menghilangkan angin topan, hubungi saja aku."


Ajeng tertawa. " Memangnya kamu bisa ?"


"Radeva dan Devan saja bisa bikin mas Lisus kelimpungan, masa aku nggak bisa !" ucap Shinichi jumawa yang langsung mendapatkan pelototan Bayu.


"Shinchaaaann..." desis Bayu.


"Apaan sih mas? Yuk mbak Ajeng, kita diskusikan masalah menghilangkan angin topan." Shinichi menggandeng tangan Kedasih di tangan satunya dan merangkul lengan Ajeng di tangan lainnya meninggalkan Bayu yang melongo tidak percaya gadisnya dibawa pergi adiknya.


"Shinchan! Arrghhh... Brengseeekkk! Dasar kampreeett !"


***


"Bagaimana bisa mbak Ajeng sama mas Lisus? Secara ya mbak, kakakku satu itu orang paling kaku sedunia, menyebalkan tingkat planet, moodnya ngalahin ibu hamidun karena sering berubah arah sesuai dengan namanya Angin..." cerocos Shinichi membuat Ajeng melongo sedangkan Kedasih sudah cekikikan.


Ketiganya kini duduk bersama di kursi tamu undangan. Bayu sendiri harus tertahan karena diajak mengobrol oleh Sean, Dante, Luke, Antonio dan Michel.


"Mau gimana ya Mas Shinichi..."


"Ohya ampun panggil saja Shin. Atau kalau nggak Kudo juga boleh ..." cengir Shinichi yang mendapatkan keplakan dari Kedasih.


"Oom Hideo bisa marah lho mas Shin. Nama belakang mas diganti Kudo" tegur Kedasih.

__ADS_1


"Haaaiissshhh burung bulbul nih. Kadang-kadang kagak asyik deh... Eh appa nggak dengar kan Dash-Dash?" Shinichi celingukan mencari Hideo karena takut terdengar kalau dia main ganti nama.


Ajeng harus menutup mulutnya agar tidak tertawa keras. Shinichi Park ini benar-benar definisi wajah imut tidak sesuai dengan kerandomannya.


"Mbak Ajeng lihat sendiri kan bagaimana mas Shin?" senyum Kedasih.


Ajeng mengangguk. "Banyak banget panggilan mu ya Dasih?"


"Banyak lah. Jumlah spesies burung di dunia ini ada banyak jadi aku bisa memanggil Dash-Dash itu dengan banyak nama. Kalau perlu sama nama latinnya sekalian" jawab Shinichi dengan wajah yakin.


"Oh astagaaa..." Ajeng tidak tahan untuk tidak tertawa melihat wajah serius Shinichi.


"Kamu kenapa tertawa terus Jeng?" tanya Bayu sambil duduk di sebelah gadisnya yang masih tertawa.


"Shinichi ini lho mas. Lucu" kekeh Ajeng.


"Lho aku itu sudah imut, baik hati, tidak sombong dan kata Opa, harus banyak-banyak dapat pahala. Salah satunya membuat semua orang di sekitar mu itu bahagia dan banyak tertawa. Benar kan mas Bayu?" Shinichi menatap Bayu dengan tatapan sok imut.


"Kamu itu bukan bikin orang sekitar kamu bahagia... Senewen iyaaaa, kampreeett !" balas Bayu.


"Ah mas Bayu, betapa teganya kau membuat adikmu yang limited edition ini tertohok ..." keluh Shinichi sembari memegang dadanya dramatis. "Dash-Dash, kamu lihat sendiri kan... Bagaimana kakakku sangat durjana menistakan diriku. Rasanya aku merasa tersanjung mendengarkan pujiannya lagi..."


Bayu melongo sedangkan Ajeng tidak tahan untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Kedasih hanya menggelengkan kepalanya karena sudah hapal dengan kelakuan kekasihnya yang super absurd.


***


Tentu saja Abiyasa langsung protes keras mendengar kalimat yang selalu keluar setiap acara pernikahan meskipun sudah beberapa pasangan.


"Ternyata memang benar ya mas? Selalu diungkit aibnya pak Abi" bisik Ajeng ke Bayu.


"Kan aku sudah bilang" senyum Bayu sambil merangkul bahu gadisnya. "Oh nanti malam kamu ikut aku ya?"


"Kemana?" tanya Ajeng bingung.


"Balapan."


Ajeng terkejut. Ternyata benar kata Kedasih, anak - anak Dubai memang beyond Sultan. "Iya mas. Aku mau ikut."


***


Acara resepsi pun berjalan dengan lancar dan Ajeng merasa takjub karena meskipun istilahnya dirinya baru jadi pacar Bayu, tapi keluarga Al Jordan sudah memberikan gaun seragam yang dipakai untuk acara resepsi.


Meskipun modelnya berbeda-beda tapi warna dan aksen ada ciri khas tersendiri membuat semua tahu kalau mereka adalah keluarga. Usai resepsi pun, para wanita sebagian ikut acara balapan yang diadakan oleh keluarga Emir Blair dan Ken Al Jordan.


Para pria generasi keenam memilih untuk berganti pakaian di hotel tempat resepsi, begitu juga para wanita yang mau ikut termasuk Ajeng.


"Nanti kamu jangan kaget ya Jeng, kalau melihat koleksi para Emir Dubai" senyum Kedasih saat bersama Ajeng dan Chisato berganti pakaian di kamar Shinichi.

__ADS_1


"Oke."


"Kira-kira mobilnya apa saja ya Dasih?" tanya Chisato yang sudah berganti kaos hitam, jaket kulit, celana jeans dan sepatu boot.


"Apa yang kamu cari, semua ada!"


***


Rombongan generasi keenam tiba di Autodrome Dubai setelah berada dalam bis yang membawa mereka ke lokasi. Ajeng lagi-lagi melongo melihat jejeran mobil mewah dan beberapa Supercar yang hanya dilihatnya di televisi ataupun di web.


Gadis itu hanya bisa mengusap wajahnya karena tidak tahu total kekayaannya keluarga Emir. Definisi uangnya tidak berseri dalam arti sesungguhnya.


Bayu tersenyum melihat Ajeng terbengong bengong melihat semua mobil koleksi anak Dubai.


"Mas... " senyum Ajeng saat Bayu menghampirinya.


"Bagaimana? Kamu mau milih yang mana?" goda Bayu.


Ajeng. menggelengkan kepalanya. "Ora usah mas, marakke aku pening mikir bayar pajak lan maintenance-nya..."


Bayu terbahak. "Dasar kaum mendang mending" ucapnya sambil merangkul bahu Ajeng dan mencium kepalanya.


"Ben ( biarin )! Aku kan bukan Sultan!" balas Ajeng judes.


"Mas Bayu ! Kamu ambil mana?" tanya Ken ke kakaknya.


"Ferrari 812" jawab Bayu.


"Oke."


Bayu pun menggandeng Ajeng menuju mobilnya yang bewarna merah menyala dan gadis itu melihat mobil mewah yang hanya dilihatnya di showroom.


Bayu membuka pintu mobilnya dan masuk lalu duduk di belakang kemudi. "Naik Jeng. Kamu belum pernah mencoba ngebut di sirkuit kan?"


Mulut Ajeng hanya menganga lebar.



***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2