
PRC Group Building Manhattan New York
Bayu tiba di kantornya menjelang sore dan melihat Ajeng sedang sibuk membereskan semua pekerjaan nya. Pria itu melirik jam Patek Philippe nya yang menunjukkan pukul 16.55 sore.
Pantas sudah waktunya jam pulang kantor.
"Oh pak Bayu. Bapak kemana saja? Tadi saya sampai harus menghold banyak janji dan memindahkan usai bapak pulang dari Brussels" sapa Ajeng polos.
"Ada berapa janji tadi?"
"Ada dua pak tapi untungnya tadi asistennya menghubungi dulu jadi nggak kecelik ( tidak bisa bertemu saat datang ). Tunggu, bahasa Inggris nya kecelik apa ya?" gumam Ajeng dengan bahasa Indonesia.
"Nggak bakalan Nemu, Jeng. Bahasa Jawa itu tidak semuanya bisa diartikan secara gamblang baik pakai bahasa Indonesia atau bahasa lainnya."
"Bahasa Jawa itu praktis pak. Coba kalau ditanya begini. 'Kamu lihat bukuku nggak?' Pasti kalau orang Indonesia akan menjawab 'Aku nggak tahu', atau orang Inggris bakalan bilang 'I Don't know '. Tapi nek wong Jowo pasti jawab 'Mbuh!' Singkat padat jelas paham!" ucap Ajeng beranalogi.
Bayu hanya tersenyum smirk. "Karepmu Jeng ( terserah kamu Jeng ). Kamu sudah mau pulang?"
"Iya pak. Mau ngejar kereta biar nggak uyel-uyelan." Ajeng mengambil tas nya. "Pak Bayu, sudah nggak PMS?"
"Hah?"
"Pak Bayu itu macam cewek mau dapat saja, muring-muring nggak jelas. Pak, kalau memang acaranya nona Gemintang dan tuan Raj diawasi agen Federal, ya biarin saja. Wong acara nikahan kok diawasi... Eh anggap saja nggak usah sewa bodyguard pak! Kan lumayan tidak usah nambah biaya keamanan" cengir Ajeng.
"Kamu tuh! Sudah sana pulang! Besok kamu jaga kantor ya! Saya berangkat pagi-pagi ke Brussels!" usir Bayu.
"Hati-hati ya Pak. Jangan lupa ikutan nari India. Selamat sore. Assalamualaikum" pamit Ajeng sambil mengangguk hormat.
"Wa'alaikum salam. Hati-hati Jeng" balas Bayu sambil melihat sekretarisnya pergi dan turun lift bersama beberapa rekan kerjanya di lantai 15.
Bayu pun masuk ke dalam ruang kerjanya dan melihat sudah tidak ada bekas cangkir kopi dan piring berisikan klepon yang memang sudah dihabiskan. Mejanya sudah tertata rapih dan ciri khas Ajeng adalah dia memberikan post it kecil-kecil setiap berkas dengan memo untuk memberikan informasi ke Bayu jika dia membereskan tapi juga diatur yang mudah. Bayu tersenyum sambil menyentuh berkas-berkas itu dan menyimpannya di dalam laci.
__ADS_1
Pria itu lalu mengambil paspor yang berada di lemari besi di balik lukisan Yuna Pratomo yang tergantung di ruangannya lalu keluar dari ruang kerjanya.
***
Di dalam Pesawat milik Keluarga O'Grady Perjalanan ke Brussels keesokan harinya
Bayu tampak melamun menatap pemandangan luar jendela pesawat keluarga nya. Di dalam pesawat terdapat keluarga McCloud, Blair Lawyer dan O'Grady sendiri. Kedua Opa dan Oma Bayu tidak ikut dan memilih tetap tinggal di mansion Blair yang terletak di Staten Island.
Nadira dan Pedro tampak heboh mengejar Biana yang asyik berjalan dengan langkah khas balitanya di dalam pesawat membuat semua gemas dengan cucu Rajendra McCloud itu.
Radeva dan Devan, putra bungsu Rama McCloud tampak sibuk sendiri - sendiri dengan MacBook dan ponselnya. Bayu melihat Nadya pun tampak asyik berduaan dengan Omar Zidane bermain game di ponselnya, entah main apa. Nelson pun juga sibuk menelpon Marisol untuk membahas kasus yang sedang mereka tangani bersama.
"Kamu kenapa mas?" tanya Radeva yang mendatangi kursi Bayu yang duduk sendirian. MacBook di atas mejanya terbuka tapi tidak ada pergerakan disana membuat Radeva bingung.
Baru kali ini si workaholic nggak ngapa-ngapain... Biasanya begitu sudah tinggal landas langsung sibuk kerja tanpa memperdulikan lainnya. - batin Radeva.
"Nggak papa, Deva" jawab Bayu ngambang.
"Masih kepikiran bakalan diawasi acaranya mbak Mintang?" tanya Radeva.
"Nggak usah dipikirin! Bikin kurus tahu nggak mas" kekeh Radeva.
"Hmm..."
Suara ponsel Radeva berbunyi dan pria itu tersenyum saat tahu siapa yang menelepon. Jiwa kepo Bayu pun tergelitik ingin tahu siapa yang menelpon.
"Assalamualaikum Aya..." sapa Radeva.
Aya? Siapa lagi itu? Bukan Ajeng?
"Aku? Aku sudah di pesawat. Kamu minta oleh-oleh apa?" Mendengar dari nada suara Radeva, Bayu bisa menilai bahwa adiknya ada apa-apa dengan gadis bernama Aya ini.
__ADS_1
"Kenapa sih cewek pasti minta coklat? Macam di New York nggak ada coklat saja" kekeh Radeva. "Iya deh, Belgia pusatnya coklat... Asal nggak minta isi museum nya Hergé saja. Bisa ditangkap polisi aku ambil koleksinya Tintin."
Bayu berlagak mulai membuka pergerakan saham perusahaan keluarganya tapi telinga nya tetap mendengarkan percakapan Radeva.
"Oke. Nanti aku bawakan hampers coklat yang paling premium! Dimakan lho ya" ucap Radeva lagi. "See you next week di acara latihan menembak. Assalamualaikum."
Bayu menoleh ke arah Radeva. "Siapa Va?"
"Ganiya Redford. Cewek yang lagi aku dekati mas. Anak tim menembak olimpiade dan adik kelas aku di NYU" jawab Radeva apa adanya.
"Lho? Kamu sama Ajeng?"
"Ajeng? Lha Ajeng itu macam teman ghibah receh nggak jelas unfaedah mas" gelak Radeva. "Dia mah mana anaknya lempeng. Kata Ajeng, selama dapat teman ngobrol yang paham bahasa Indonesia dan Jawa itu sudah berkah. Kita mah nggak ada apa-apanya."
Entah kenapa Bayu merasa lega mendengar adiknya sudah mendapatkan calon kekasih.
"Jangan sampai kebablasan recehnya kalian! Ingat kamu yang naksir banyak di perusahaan, nanti Ajeng kena lagi!"
"Gampang. Nanti aku bawa Aya ke perusahaan, kan pada diem semua itu ciwik-ciwik" cengir Radeva dengan wajah polos.
Bayu hanya mengangguk dan mulai mode workaholic nya membuat Radeva hanya menggelengkan kepalanya.
Memangnya aku nggak tahu kamu jealous sama aku, mas? Dasar Twister! - batin Radeva sambil tersenyum smirk. Payah deh! Kamu macam Oma Kaia saja, kagak peka dengan perasaan kamu sendiri. Tunggu, kok aku jadi kasihan sama Ajeng ya ditaksir angin Lisus...
Radeva pun memilih pergi meninggalkan Bayu yang mulai sibuk bekerja dan duduk bersama Devan. Putra Reana O'Grady dan Pandu Dewanata itu melirik kearah Bayu. Setidaknya kamu mulai agak manusiawi mas Bayu. Supaya nggak mikir kerjaan melulu!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️