
Meja Kerja Ajeng di PRC Group Building Manhattan New York
Para wanita - wanita di lantai 15 tampak semakin heboh saat mendengar bahwa tiga pria paripurna itu adalah Emir Dubai dan sepupu Bayu O'Grady.
"Apa masih single semua Jeng?" tanya Alesha.
"Mana aku tahu, Sha. Tapi yang aku tahu, salah satu nya yang bernama Emir Gasendra Schumacher, adalah calon suami Gemma, mantan sekretaris Mr O'Grady..." jawab Ajeng.
Sontak teriakan para wanita di meja Ajeng semakin heboh.
"AAAPPPAAAAA???"
Ajeng harus menutup telinganya karena ramainya teriakan heboh para wanita-wanita disana.
"Jangan kencang-kencang, nanti kalau..." Suara Ajeng terhenti ketika mendengar suara pintu ruang kerja Bayu terbuka.
Segera para wanita disana membubarkan diri sebelum boss mereka keluar, meninggalkan Ajeng yang terbengong-bengong.
"Jeng, pada heboh kenapa?" tanya Bayu bingung.
"Pak Bayu, memangnya para Emir nggak pernah kemari?" tanya Ajeng.
"Jarang sih Jeng. Paling Sendra saja. Eh minumnya mana Jeng?" Bayu menoleh ke gadisnya.
"Astaghfirullah !"
Bayu menggelengkan kepalanya. Cewek kalau sudah ghibah ...
***
__ADS_1
Ruang Kerja Bayu O'Grady
Ajeng akhirnya menemani Bayu untuk mengobrol dengan tiga Emir adik sepupu pria itu.
Trio Emir Dubai
"Jadi pak Sendra itu pacaran sama Gemma?" tanya Ajeng.
"Lho mas Bayu nggak cerita sama kamu Jeng?" balas Gasendra sambil menatap Bayu judes.
"Nggak. Pak Bayu cerita kalau sudah ketemu. Macam kemarin mbak Nadira datang dengan pak Pedro Pascal dan Biana plus pak Wira. Baru pak Bayu cerita kasus yang menimpa pak Wira..." jawab Ajeng apa adanya.
"Oh kasus k*kain di tembok apartemen Wira itu?" tanya Damian. "Gile tuh bocah. Apartemen berisi barang haram meskipun nggak tahu sih."
"Yaaa Wira tetap disana soalnya dia sudah malas pindah apartemen apalagi lokasinya sangat dekat dengan rumah sakit kampus jadi kalau ada pratikum atau kasus bisa cepat datang" jawab Bayu.
"Tapi benar deh si Wira itu selalu dekat dengan kasus kriminal" kekeh Gasendra. "Aku harap nggak ada kasus lagi deh ! Capek !"
Bayu terbahak. "Wong kamu nggak ikutan kasusnya Wira kok bisa bilang capek?"
"Capek dengar nya mas... " keluh Gasendra. "Oh iya, besok aku dan Gemma menikah, kamu ikut ya ke Dubai, Jeng."
"Lho saya ikut pak Sendra?" tanya Ajeng bingung.
"Ikutlah, karena Gemma pasti cari kamu. Ya mas, Ajeng dibawa sekalian. Kalau perlu dicangking..." kekeh Gasendra.
"Cangking? Memangnya saya kucing dicangking begini?" Ajeng menirukan cara orang membawa kucing.
__ADS_1
"Mbok menowo" balas Ken kalem membuat Ajeng terbahak.
"Pak Ken kok bisa bilang mbok menowo tho?"
"Omaku tuh wong Jowo, wong Jogja... Dan mirip Oma Gendhis dan Oma Danisha jadi aku bisa lah. Kamu tahu sendiri kan kalau Oma Gendhis kalau ngomel gimana? Naaaahhhh omaku yang namanya Oma Paradina juga sama. Kalau sudah ngomel bahasa Jawa dari bahasa kromo Inggil sampai Ngoko ... Wis bubar."
Ajeng tertawa cekikikan. "Duh jadi ingin tahu seperti apa Oma Paradina seperti apa" ucap gadis itu.
"Makanya besok kamu ikut Jeng sama mas Bayu. Biar ketemu dengan saudara kami yang lain termasuk kakak perempuan aku yang juga Ratu Belgia..." Gasendra tersenyum ke arah Ajeng.
Sontak gadis itu melongo. "Ratu Zinnia datang?"
"Ya datanglah ya Jeng... Masa aku nikah, kakakku nggak datang?" kekeh Gasendra.
Ajeng menatap memelas ke Bayu. "Pak Bayu, aku kudu piyeee ikii ( aku harus bagaimana ini ) ?"
Bayu hanya mengusap rambut Ajeng. "Ora piyeee piyeee Jeng ( nggak gimana gimana Jeng )" senyum Bayu membuat ketiga Emir itu terbahak.
"Duh modyar Inyong ( mati aku )" keluh Ajeng membuat Bayu merangkul gadis yang sedang terkena panic dot com itu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1