My 100th Secretary

My 100th Secretary
Balik Sana ke Planet Krypton!


__ADS_3

Kamar Bayu O'Grady di Mansion Giandra Jakarta Indonesia


Ajeng menikmati ciuman Bayu yang semakin dalam dan gadis itu sudah bisa mengimbangi cara berciuman Bayu. Hingga Ajeng merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.


Mata Ajeng melotot lalu dengan sekuat tenaga mendorong Bayu hingga pria itu berguling dari atas tubuhnya. Nafas Ajeng terdengar terengah-engah akibat serangan mendadak yang menaikkan adrenalin nya.


"Pak Bayu! Ampun deh!" bentak Ajeng sambil turun dari tempat tidur di sisi sebelah yang kosong.


"Apa Jeng..." balas Bayu juga dengan nafas memburu laku menarik selimutnya untuk menutupi area pribadinya yang berdiri dengan sukarela. Ajeng berlagak tidak melihat hal yang alami terjadi pada pria yang bangkit passionnya.


Aku memang belum pernah berciuman sebelum sama mas Kal-el tapi soal anatomi badan manusia, hapal lah! - batin Ajeng yang wajahnya semakin merah padam melihat Bayu duduk bersandar di kepala tempat tidur dan tanpa baju.


"Pak Bayuuu... Saya keluar dulu!" Ajeng pun melesat keluar dari kamar Bayu sedangkan pria itu masih berusaha menurunkan adiknya yang main nongol. Brengseeekkk!


***


Satu jam kemudian Bayu bergabung dengan Opa, Oma, Anarghya, Amaranggana, Remy, Pandega, Anjani dan Ajeng di meja makan.


Pria itu tampak segar meskipun tadi dirinya harus mengguyur kepala dan tubuhnya dengan air dingin agar bisa menghilangkan semua hasratnya gara-gara bersama Ajeng. Bisa-bisa aku halalkan lebih cepat gara-gara tidak bisa jauh dari gadis itu!


Bayu duduk di sebelah Ajeng sambil membawa sandwich dan kopi yang tadinya dibawakan oleh Ajeng ke kamarnya.


Gadis itu melirik ke arah Bayu yang seperti nya moodnya cukup bagus pagi ini. Iyalah! Pagi - pagi dapat vitamin bibir itu emang bagus buat mas Kal-el tapi jantungan di aku! Tapi satu yang membuat Ajeng bingung adalah kenapa mulut Bayu terasa permen mint? Padahal biasanya orang baru bangun tidur kan mulutnya jarang wangi... yang ada bau jigong meskipun kamu sudah sikat gigi semalam dan memakai cairan pembersih mulut.


Ajeng curiga. Jangan-jangan...


"Jeng, kenapa nggak makan?" tanya Amaranggana, istri Anarghya menatap bingung ke gadis cantik itu.


"Eh?" Ajeng tergagap membuat Bayu menoleh ke gadisnya yang tampak bingung.


"Mbak Ajeng kenapa?" tanya Remy yang bersiap hendak ke sekolah. Remy sudah SMA sekarang dan masuk di SMA tempat Arkananta, Valentino, Romeo, Juliet dan Katya sekolah dulu.


"Nggak papa dik Remy" senyum Ajeng sambil menggigit sandwich nya tanpa melihat Bayu tersenyum smirk dengan tipis.


***

__ADS_1


Usai sarapan, Ajeng berpamitan kepada para opa dan Oma untuk ke perpustakaan milik keluarga Giandra. Dia sudah tidak sabar ingin melihat koleksi buku yang ada disana. Bayu pun mengikuti gadis itu sedangkan Anarghya dan Pandega berangkat ke rumah sakit, Remy sekolah, Amaranggana berangkat ke PRC Group dan Anjani berangkat ke Giandra Otomotif Co.


"Pak Bayu kok ngintilan?" celetuk Ajeng sebal karena biasanya dia memilih kalau di perpustakaan itu sendirian.


"Yang ngintilan itu siapa? Oma Gendhis lupa, kalau masuk sini, harus pakai passcode dan password karena banyak buku langka disini. Bahkan tidak sembarang pelayan bisa masuk, Jeng." Bayu menempelkan jempolnya dan memasukkan passcode disana lalu membukakan pintu bewarna hitam itu.


Ajeng melongo melihat bagaimana banyaknya buku koleksi keluarga Giandra. Gadis itu masuk laksana masuk ke ruang yang sakral dan terasa spiritual. Ajeng melihat bagaimana semua buku tertata rapih, lengkap dengan catalognya. Science, ensiklopedia, history, non fiksi lainnya, fiksi, manga, komik Marvel dan DC, komik Eropa... Semua ada.


Ajeng hampir pingsan saking antusiasnya melihat semua yang dia sukai ada disini. Gadis itu terkejut melihat banyak versi Sherlock Holmes disana termasuk versi anak-anak dan adult.


"Siapa yang penggemar Sherlock Holmes?" tanya Ajeng ke Bayu sembari mengambil koleksi yang versi anak-anak dan membukanya. Terdapat tulisan disana.


To Ghani


I hope You can be the great detective one day


Love,


Daddy and Mommy


Ajeng teringat wajah tampan Ghani yang dingin bersama dengan Alexandra yang cantik macam model. "Akhirnya terkabul ya menjadi detektif di NYPD."


"Iya. Tapi opa Ghani harus pensiun dini saat Opa Bara menghilang" jawab Bayu. ( Baca Bara dan Arum )


Ajeng mengangguk. Dia sudah banyak mendengar kisah keluarga Giandra turun temurun dan semakin kagum bagaimana keluarga itu saling menyayangi satu sama lain. Termasuk julidnya Opa Abi dengan besannya Opa Edward.


Ajeng mengembalikan novel satu set itu lalu mengambil sebuah novel karya Alistair MacLean. "Siapa yang baca novel ini?" tanya Ajeng.


"Opa Abimanyu."


Ajeng mengembalikan novel yang lebih banyak bercerita tentang peperangan. Lalu gadis itu melihat ke bagian sebelah kiri dan terdapat buku tentang psikologi berderet disana.


"Itu bukunya Oma Dara. Oma buyut aku itu guru konseling di SMA Solo sebelum menikah dengan Opa Abi. Dia lulusan psikologi, Jeng."


"Pantas bukunya banyak tentang psikologi." Ajeng berjalan lagi dan akhirnya menemukan satu bendel buku album cerita bernama. "Oh my God! Kalian punya ini?!" Ajeng menunjukkan bendel dengan cover Ivanhoe.

__ADS_1


"Aku nggak hapal Jeng. Tampaknya itu koleksi jaman Opa Ghani deh... Atau Opa Abi." Bayu duduk di sofa sambil menikmati gadisnya tampak hilir mudik heboh sendiri dengan banyaknya buku yang dia suka. Akhirnya Ajeng mengambil buku album cerita ternama dengan cover Savitri.


Ajeng pun duduk di sebelah Bayu yang tersenyum melihat covernya. "Kamu tahu, Oma buyut nya Dewananda bernama Oma Savitri Pratomo. Tapi jangan dikira bakalan kalem macam tokoh ini... Tidak sama sekali!" ( Baca Guruku Bar-bar Sekali ).


"Ohya?" tanya Ajeng.


"Yup. Oma Savitri sama dengan Oma Dara, guru konseling di SMKN 11 Solo. Kamu tahu kalau berangkat suka naik moge Kawasaki Ninja yang diberi nama Saki."


Ajeng melongo. "Whoah! Keren." Tetiba gadis itu teringat sesuatu. "Pak Bayu, saya mau tanya."


"Kamu mau tanya apa Jeng?"


"Tadi pagi... Saat pak Bayu mencium saya, kenapa mulut pak Bayu terasa permen mint? Biasanya kan masih ada bau abab gitu..."


Bayu melongo mendengar pertanyaan Ajeng yang diluar perkiraan. "Kayak gitu pun kamu tanyakan?"


"Saya penasaran..."


Bayu tersenyum. "Kamu tahu, saat kamu mengetuk pintu kamar, aku sudah bangun sebenarnya jadi aku langsung mengambil permen mint di dalam laci nakas karena aku memang berencana hendak mencium kamu, Jeng."


Giliran Ajeng yang melongo. "Owalaahhh! Dasar manusia Krypton minus akhlak! Balik sana ke planet kamu!" bentak Ajeng sembari memukul lengan Bayu sedangkan yang dipukuli hanya tertawa terbahak-bahak.



Emang lu ya. sukanya bikin anak gadis ngamuk!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2