My 100th Secretary

My 100th Secretary
Di Jakarta


__ADS_3

Bayu dan Ajeng menikmati acara honeymoon di Semarang selama seminggu hingga akhirnya berangkat ke Jakarta untuk menemui keluarga besarnya disana. Dan kini mereka sudah tiba di mansion Giandra yang disambut Bara, Iwan, Arum dan Danisha.


***


Mansion Giandra Jakarta Indonesia


"Kok kamu gemukan? Hamil?" tanya Arum. "Ayo sini Oma periksa !"


"Dih Oma Gendhis, mentang-mentang dokter obgyn langsung deh main periksa - periksa" gerutu Bayu. "Boleh deh !"


Danisha langsung mengeplak bahu Bayu. "Kamu tuh memang deh ! Membagongkan !"


"Kamu kapan terakhir dapat Jeng?" tanya Arum.


"Di Aussie... Jadi tiga Minggu lalu Oma" jawab Ajeng apa adanya. "Tapi kayaknya aku kurugan lemak dan daging deh bukan hamil."


"Ayo dicek dulu !" Arum langsung menarik tangan Ajeng menuju bekas ruang prakteknya dulu yang masih terawat dan bersih. Bau antiseptik dan khas ruang periksa dokter sangat terasa. Sekarang ruang itu dipakai Anarghya buat praktek di rumah bersama dengan Arum kalau dibutuhkan.


Ajeng pun tiduran di ruang periksa dan Arum mulai menyalakan alat USG dan membuka perut cucu menantu nya lalu mengoleskan gel disana. Setelahnya Arum menggerakkan transducer diatas perut Ajeng dan Bayu pun menatap layar monitor dengan penuh minat plus penasaran.


"Jeng... " panggil Arum.


"Ya Oma?"


"Belum hamil. Rahimmu masih kosong..." Arum menoleh ke arah Bayu. "Kamu bener nggak sih bikinnya?"


Bayu melongo. "Beneran lah ! Ajeng sudah aku ajak ngadon hampir tiap malam kok..."


Bara dan Iwan langsung keluar dari ruang praktek itu karena merasakan bakalan makin rusuh percakapan Arum dan Bayu.


"Kok belum jadi?" hardik Arum.


"Astaghfirullah Oma ! Memangnya Ajeng itu kelinci? Gampang bun*ting ? Kan ya butuh proses apalagi kita masih menikmati bulan madu. Sabar lah Oma, cicitnya masih di awang-awang baru dibuat blue print nya" jawab Bayu santai. "Lagian aku masih ingin berduaan sama Ajeng dulu."


Ajeng hanya menggelengkan kepalanya mendengar keributan antara Oma dan cucunya sembari membenarkan bajunya.


"Kamu pakai pengaman?" cecar Arum.


"Nggak lah ! Nggak enak ! Sudahlah Oma, don't worry. Nanti kalau Ajeng hamil kan Oma kita kasih tahu. Sekarang, kita have fun saja Oma. Jangan bebankan soal cicit ke Ajeng, nanti over thinking dia... Oke Oma?" Bayu memeluk bahu Arum lembut.


"Kan Oma bakalan senang kalau yang tahu duluan bahkan diperiksa Oma sendiri ... " gumam Arum manyun.


"Sayang oma, anda masih belum beruntung."

__ADS_1


***


Bayu dan Ajeng bercerita acara bulan madu mereka dari Aussie hingga ke Semarang bahkan Bara dan Iwan sampai melupakan diet karena mendapatkan bandeng presto di meja makan plus tahu petis Prasojo.


"Ini kamu mau bikin diet makan sehat opa berantakan Jeng? Ada lumpia, ada tahu petis, ada bakpia ... Ya ampun Ajeennggg..." gerutu Bara dengan wajah dibuat marah.


"Ya sudah, nanti kita bawa ke kamar saja ya Jeng kalau opa merasa gagal diet" sahut Bayu usil.


"Enak saja ! Kasar sikut kau ! Oleh-oleh kok kamu minta lagi ! Nggak patut !" sergah Bara yang membuat Ajeng cekikikan.


"Lha katanya bikin gagal diet ... Salahku dimana coba?" Bayu menatap Bara polos.


"Pokoknya kamu yang salah!"


"Idih, kalau udah keluar kata pokoknya ya ... " gerutu Bayu.


"Jadi kamu di ranch nya Fathir ikutan bekerja disana Jeng?" tanya Danisha.


"Iya Oma. Membantu dokter Mallard mengeluarkan anak kambing yang sungsang, kasih jerami untuk makan sapi, memetik buah langsung dari pohonnya... Pokoknya fun deh!" senyum Ajeng.


"Kamu naik berapa kilo Yu?" tanya Iwan ke cucunya.


"Sempat naik lima kilo tapi sekarang sudah turun tiga kilo dan masih berjuang turun lagi ke berat sebelumnya" jawab Bayu. "Ajeng itu macam Mommy. Kalau sudah ketemu wisata kuliner di Jawa Tengah ... Bubar ... Apalagi Solo dan Semarang. Ampun deh !"


"Iya sih..." Bayu menoleh kearah Ajeng sambil tersenyum.


"Ohya Yu, katanya Nadya mau nikah dengan Omar? Mau di mesjid saja?" tanya Iwan lagi.


"Iya Opa. Nadya dan Omar tidak mau yang mewah-mewah asalkan sah dan bersama keluarga di New York, sudah cukup bagi mereka. Lagipula mereka juga memikirkan bagaimana lelahnya keluarga yang harus terbang setahun ini ke empat pernikahan yang waktunya dekat satu dengan lainnya" jawab Bayu.


"Macam Sakura dan Alessandro yanl sama Levi dan Yanti" gumam Bara.


"Oh iya. Tapi memang sebenarnya yang penting adalah ijabnya dan jangan sampai macam Bayu yang main bersin" goda Arum.


"Setidaknya cuma bersin, Dis. Lha Abi apa kabar?" gelak Bara.


"Abi mah parah..." gelak Arum.


"Dan aib nya Daddy itu memang timeless ya?" senyum Bayu.


"Iyalah ! Hanya Daddymu yang kacau, Yu" kekeh Iwan.


Ajeng hanya menjadi pendengar yang baik membiarkan para opa dan Oma berdebat dengan cucunya.

__ADS_1


***


Di Kamar Bayu dan Ajeng


"Mas, ini Juliet ngabari besok malam pada kumpul di RR's Meal. Katanya semua yang di Jakarta pada datang" ucap Ajeng sambil membaca pesan di ponselnya.


"Oke." Bayu meletakkan tubuhnya diatas kasur besar di kamar yang dulu dipakainya saat datang ke Jakarta.


Ajeng duduk di tempat tidur sebelah suaminya sembari sibuk membalas chat para iparnya ketika Bayu menyentuh perutnya.


"Kok belum isi ya Jeng?" tanya Bayu.


"Lho udah. Isi nasi, sayur lodeh, bandeng presto, ikan asin, sambal, Tempe goreng dan kerupuk plus tahu petis dua dan bakpia dua" jawab Ajeng cuek membuat Bayu melongo.


"Astaghfirullah... lambungmu itu macam karet apa? Bisa muat begitu banyak makanan..." kekeh Bayu. "Jeng... "


Ajeng meletakkan ponselnya diatas nakas dan menoleh ke arah Bayu. "Apa mas?"


"Ingat nggak kamar ini?"


"Yang mas Kal-el pura-pura tidur kan? Terus aku mbok tarik ... Aaakkk ! Mas !" pekik Ajeng Terkejut karena Bayu melakukan hal yang sama seperti hampir setahun lalu.


"Bedanya tho Jeng, dulu kita masih nggak boleh kebablasan... Kalau sekarang justru harus kebablasan" senyum Bayu ke Ajeng yang membuat istrinya tertawa.


"Nggak pakai permen mint lagi mas?" goda Ajeng.


"Nggak. Ini sekarang kita bau sayur lodeh dan ikan asin ... " jawab Bayu cuek membuat Ajeng terbahak.


"Idiiihhhh mas Kal-el tuh..."


Bayu mencium bibir Ajeng yang kemudian bergeser ke rahang dan ceruk leher istrinya. Tangannya pun mulai membuka kancing gaun Ajeng sedangkan istrinya juga tidak mau kalah berusaha menarik kaos polo Bayu.


Ajeng sebenarnya tidak terlalu suka pria berbulu tapi kalau modelnya macam Bayu, suatu perkecualian. Dan siang itu Bayu dan Ajeng melakukan kegiatan yang sempat mereka tahan sebelumnya dan kali ini sangat sangat kebablasan.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2