
Apartemen Ajeng di Soho New York
Ajeng masih berdiri di depan pintu menunggu Bayu pergi dan gadis itu merasa dadanya berdegup kencang saat melihat Bossnya menyentuh pintu apartemennya seolah tidak mau pergi.
Duh mas Kal-el... ampun sok romantis ala drama Korea ( jangan sok romantis ala drama Korea )... Jantungku iso ciblok tekan usus ( jantungku bisa jatuh sampai usus ). Ajeng harus menepuk-nepuk dadanya pelan karena tidak menyangka Bayu bisa sebegitu romantis nya.
Mana ada pria yang baru saja menyatakan perasaannya terus membuat makanan dan melayani ceweknya yang belum menerima pernyataannya... Ajeng menghela nafas panjang berulang kali.
"Sek aku masih di bumi yang normal kan? Bukan beda universe kan? Apalagi meta universe macam Marvel atau DC kan?" Ajeng menepuk pipinya dan yang karena kecerobohannya sebelah kiri lagi. "Addduuuhhh! Loro ndesssss ( sakit chuuuyyy )!" jeritnya heboh.
***
Apartemen Bayu di Manhattan New York
Bayu tiba di apartemennya tempat dia tinggal sendirian dan hanya menyewa bagian cleaning service seminggu dua kali. Selebihnya, Bayu lebih suka membersihkan rumahnya sendiri. Petugas cleaning service lebih ke bagian mencuci seprai atau menyetrika baju hariannya. Baju-baju mahalnya kebanyakan dia serahkan ke binatu langganan keluarga besarnya.
Pria itu menyalakan audio nya dan mulai menyetel lagu-lagu slow romantis. Bayu mengambil sebotol juice jambu dan membuka pintu gesernya yang ke arah balkon lalu menatap pemandangan area Manhattan.
Bayu duduk di kursi panjang yang tersedia di balkon dan menyesap juicenya. Rasanya tidak sabar menunggu besok karena rasa rindu ke Ajeng sudah muncul kembali. Bayu mengambil ponselnya ingin menelepon sekretaris nya tapi teringat dirinya lah yang menyuruh nya beristirahat.
"Jangan diganggu lah... Biar Ajeng tidur..." gumam Bayu.
Sementara itu yang diharapkan tidur, matanya masih nyalang menatap langit-langit apartemen nya. Ajeng masih tidak percaya kejadian yang terjadi hari ini ke dirinya.
"Ya Allah, kalau memang jodohku manusia Krypton, tolong dilancarkan jalannya jangan sampai dia balik ke planet nya... Aamiin."
***
Apartemen Ajeng Hari Sabtu Tepat pukul sembilan pagi
Suara bel apartemen Ajeng berbunyi membuat gadis itu bergegas membuka pintunya dan tampak Ganiya berdiri disana sambil membawa tas berisikan Aloe Vera. Ganiya tidak sendirian karena Mamoru juga berdiri di sebelah gadis itu.
"Mbak Ajeng nggak papa wajahnya?" tanya Mamoru sambil meneliti wajah Ajeng. Putra Chris Bradford itu baru mendengar cerita dari Ganiya saat bertemu di lift tadi.
"Nggak papa. Ayo masuk. Maaf apartemen nya saingan sama rumahnya Smurf dan Hobbit" senyum Ajeng. Keduanya pun masuk ke dalam apartemen Ajeng yang mungil tapi tertata rapi dan artistik.
Ganiya dan Mamoru melihat bibir Ajeng yang mulai membiru dan wajah masih bengkak meskipun tidak separah kemarin.
"Mbak, nggak papa nih kita tetap buat klepon?" tanya Ganiya.
__ADS_1
"Yah dik Aya. Itu udah aku siapin bahan-bahannya" kekeh Ajeng sambil memperlihatkan bahan-bahan untuk membuat klepon.
"Yuk akusisi!" ajak Mamoru sambil meletakkan tas mahalnya lalu mencuci tangannya.
"Aku buatkan dulu gel Aloe Vera nya. Nanti biar disimpan di kulkas sisanya mbak. Biasanya aku juga begitu kalau habis latihan menembak. Rasanya kalau diolesi dari kulkas... Mak nyeessss..." senyum Ganiya.
"Wah malah merepotkan dik Aya."
"Santai saja mbak. Malah aku yang merepotkan mbak Ajeng yang harusnya istirahat malah ngerusuhi" kekeh Ganiya sambil mengambil baskom milik Ajeng dan mulai membuka isi gel Aloe Vera.
Ajeng pun bersama dengan Mamoru mulai membuat klepon dengan Ganiya duduk di meja dapur berhadapan dengan kedua orang itu. Ganiya pun membuat ramuan Aloe Vera, mengobrol dengan Ajeng dan Mamoru tentang membuat klepon serta camilan lainnya.
Tak lama, klepon - klepon buatan Ajeng dan Mamoru selesai lalu Ajeng mengajari Ganiya yang sudah selesai mengepak gel Aloe Vera nya, membuat poffertjes versi dirinya. Ditambah dengan masih banyaknya coklat yang disimpan, mereka membuat brownies.
"Ini kenapa jadinya kita bikin dessert banyak banget?" gerutu Ajeng sambil berkacak pinggang tapi dengan wajah geli.
"Mungkin karena kita suka dessert?" kekeh Mamoru. "Ternyata seru juga masak bareng mbak Ajeng."
"Tapi makan siangnya? Masa klepon, poffertjes dan brownies?" gelak Ganiya.
Suara bel apartemen Ajeng berbunyi dan gadis itu melihat dari layar intercom ada dua pria tampan berdiri disana. Ajeng mengerenyitkan dahinya karena tahu satu pria itu adalah Radeva tapi yang satu dia tidak kenal.
Ajeng membuka pintu apartemennya dan tersenyum ke arah kedua pria itu.
"Sudah pak Radeva" jawab Ajeng membuat pria muda sebelah Radeva tertawa.
"Ya ampun mas. Dipanggil pak?" kekehnya. "Halo mbak Ajeng, perkenalkan aku Devan McCloud. Mbak Ajeng pasti sudah bertemu dengan daddy dan mommyku, Rama dan Astuti McCloud." Devan mengulurkan tangannya ke arah Ajeng.
"Oh kamu anaknya Pak Rama? Wuuuiiiihhhh sama cakepnya dengan papamu. Ayo masuk. Maaf apartemen aku kecil" ajak Ajeng. "Kamu tingginya berapa sih Devan?"
"183. Kenapa mbak?" tanya Devan ke arah Ajeng yang sedang menutup pintu apartemennya.
"Kok kelihatan lebih tinggi dari pak Bayu ya?"
"Mas Bayu soalnya badannya besar jadi kayaknya tinggi aku padahal aslinya tinggi kakakku itu" senyum Devan. "Hai Moru! Halo, kamu pasti Aya ya?"
"Iya. Akhirnya ketemu juga dengan jagoan menembak dari MIT" senyum Ganiya sambil bersalaman dengan Devan.
"Mas Devan pas pulang dari MIT?" tanya Mamoru.
__ADS_1
"Yup. Ketemu sama Mas Deva di arena menembak jadi ikut aja lah kemari. Gabut aku" gelak Devan yang merupakan adik kandung Savrinadeya.
"Pada masak apa nih?" tanya Radeva yang kemudian tertawa terbahak-bahak melihat makannya dessert semua. "Kalian kebablasan nih acara cookingnya."
"Iya mas. Keasyikan buat dari bahan yang ada" senyum Ganiya.
Devan mengambil klepon, poffertjes dan brownies. "Hhhmmmm enak. Siapa yang buat?"
"Kita bertiga lah mas!" jawab Mamoru. "Belajar masak sama mbak Ajeng lebih seru sambil belajar lagi bahasa Indonesia dan Jawa lagi mas."
"Eh, orang yang mukul mbak Ajeng sudah dihajar mas Bayu belum?" tanya Devan dengan cueknya duduk di sofa sambil mengemil brownies.
"Pasti sudah lah! Wong mas Bayu begitu care nya sama mbak Ajeng. Nggak mungkin lah nggak hajar" jawab Mamoru.
"Ngomong-ngomong si mas tolak angin nggak kemari?" Mata biru Devan menatap semua orang di sana.
Ini mana kasih nama aneh lagi! - batin Ajeng.
"Pak Angin Topan nggak kemari dik Devan. Soalnya apartemen ku bakalan macam kita naik kereta di jam kerja. Kebak bin penuh! Tahu sendiri kan badannya pak Bayu segedhe gaban!" ucap Ajeng cuek membuat adik-adik Bayu melongo lalu tertawa terbahak-bahak.
"Taruhan, mas Bayu pasti lagi bersin-bersin!" gelak Devan durjana.
***
Meanwhile di Apartemen Bayu...
"HAAATSSSYYIIINNGGGG!" Bayu mengusap hidung mancungnya. "Siapa ini yang ngomongin aku?"
***
Introducing Devan Reeves McCloud
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️