
Ruang Laboratorium Klinik PRC Group
Dokter Victoria Black memeriksa DNA dari swab cheek Keira dan swab cheek Doogie. Jaman yang semakin canggih, membuat test DNA menjadi lehih cepat.
"Memang ini siapa, O'Leary?" tanya dokter berkulit hitam itu.
"Masa lalu aku" jawab Doogie. "Seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun. Putri pegawai baru, Kimberly Wyatt."
Dokter Victoria melongo. "Jangan bilang... " Suara mesin DNA berbunyi pertanda hasil sudah didapatkan dan dokter Victoria Black mengambil hasilnya. "O'Leary ..."
"Apakah dia anakku?" tanya Doogie dengan wajah memucat.
"Match di 20 lokasi genetik... Doogie, dia putrimu..." Dokter Victoria Black menatap serius ke Doogie yang langsung terduduk dengan tubuh lemas.
"Dia sakit, Dok. Kerusakan hati... "
"Hepatitis B. Aku terpaksa membuka berkas Kimberly Wyatt."
"Apakah Keira bisa sembuh? Dia butuh donor hati kan? Bagaimana jika hatiku bisa menyembuhkan?" Doogie menatap lurus ke dokter Victoria.
"Yang jadi pertanyaan, apakah kamu sering minum alkohol ? Sebab aku tahu kamu Irish yang sangat suka alkohol... Jika kamu..."
"Aku sudah empat tahun ini tidak menyentuh alkohol..." potong Doogie. "Paling hanya sebulan sekali."
"Good for you.. Bagaimana kamu tidak menyentuh alkohol nyaris samasekali?"
"Aku kebawa Bayu. Dia bukannya tidak pernah menyentuh alkohol tapi dia hanya minum sebagai social act saja dan itu hanya satu teguk. Di rumah boro-boro Bayu minum alkohol, minum soda saja bisa dihitung pakai jari. Bayu dan Ajeng kan memberlakukan hidup sehat buat Duncan dan Scarlett."
Dokter Victoria Black memegang bahu Doogie. "Bayu sudah tahu?"
Doogie mengedikkan bahunya. "Aku yakin dia sudah tahu... Dia bisa menyimpulkan. Jadi Dok, apakah hati aku bisa didonorkan?"
"Tidak semudah itu Doogie, kamu harus berbicara dengan Kimberly. Dia ibunya. Kamu secara biologis adalah ayahnya tapi baru diketahui sepuluh tahun kemudian. Dan itu membutuhkan waktu... Aku yakin Kimberly dan kamu saling butuh penjelasan..." Dokter Victoria menepuk bahu Doogie. "Bicara jujur dengan Bayu. Aku yakin, dia hanya melakukan dua hal."
"Apa itu?"
"Pertama, dia akan hajar kamu karena meninggalkan Kimberly. Kedua, dia akan menyuruh kamu dan Kimberly berbicara berdua !"
***
__ADS_1
Ruang Kerja Bayu O'Grady
"Dia anakmu kan?" ucap Bayu ke Doogie yang datang usai dari tempat kerja dokter Victoria Black.
"Iya Bay... Ini hasil test DNA nya..." Doogie memberikan berkas dari dokter Victoria Black lengkap dengan tanda tangannya.
"Sekarang, kamu pilih. Aku hajar karena aku kesal kamu meninggalkan Kimberly yang sedang hamil anakmu atau kamu cerita sekarang juga."
Doogie duduk di kursi depan meja Bayu.
"Bay, kamu tahu kan dulu aku di militer Inggris?" ucap Doogie sambil mengusap wajahnya.
"Kamu adalah salah satu tentara British Armed Force. Kamu dan Hunter satu batalyon tapi berbeda divisi. Lalu?"
"Kimberly adalah anak yatim-piatu di Cork saat aku dinas disana. Dia masih 18 tahun mau 19 saat itu. Kami jatuh cinta dan kami berhubungan. Aku melamar nya dan kami berniat menikah diam-diam karena saat itu aku belum mengajukan ijin menikah... Saat tiba waktunya aku harus ke kapel untuk menikah, komandanku memanggilku dan kita harus ke Malvinas. Tepat di hari pernikahan aku, aku sudah dalam pesawat perjalanan ke Malvinas meninggalkan Kimberly sendirian di altar. Aku tidak bisa menghubungi nya karena misi aku adalah misi rahasia." Doogie mengusap tengkuknya.
"Lalu?"
"Aku kembali tiga Minggu kemudian dan langsung ke panti asuhan tempat dia tinggal sambil bekerja menjadi pengawas namun Kimberly sudah pergi. Mereka tidak ada yang tahu kemana dan aku berusaha menghubungi ponselnya, tidak aktif yang aku yakin dia sudah mengganti dengan kartu baru."
"Kamu tidak berusaha melacaknya?" tanya Bayu gemas.
"Sudah Bay. Lalu aku mendapatkan tawaran dari ayahmu menjadi pengawalmu, begitu juga Hunter... Kami keluar dari militer dan pindah ke New York... Aku agak melupakan Kimberly karena tahu dia pasti sudah tidak mau berhubungan denganku.... Namun takdir berkata lain sepuluh tahun kemudian..." Doogie menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku yakin Kimberly sudah sangat kecewa padaku, Bay..."
"Karena kamu tidak bisa memberikan penjelasan. Bicaralah baik-baik. Seperti aku bilang tadi, soal kalian bersatu lagi atau tidak, itu biar kalian yang memutuskan." Bayu menelpon Ajeng. "Jeng, kamu bisa ke Manhattan? Bawa anak-anak, kita makan malam di luar ... Doogie? Nope, dia tidak bisa antar aku... Katanya mau mabok di Bar Irlandia..."
Doogie menatap sebal ke Bayu. Fitnah !
"Nanti biar JC yang jemput kamu... Oke sayang, nanti aku bilang ke Doogie jangan mabok..."
Kan elu yang fitnah gue ! Kenapa elu jadi sok Santo? - gerutu Doogie dalam hati.
***
Ruang Desain Lt 15
Kimberly tersenyum senang saat manajernya memberikan dua jempol tanda desainnya diterima klien cerewet. Alesha menepuk bahu Kimberly seolah memberikan support.
__ADS_1
"Hebat ! Hari pertama sudah membuat boss senang ..." puji Alesha.
"Thanks Alesha" ucap Kimberly dengan wajah berbinar.
"Wyatt ! Besok pagi kita ke rumah klien sambil kamu mempelajari layout asli nya. Bawa semua peralatan tempur kamu besok !" ucap Manajer desain.
"Yes Sir" jawab Kimberly semangat.
"Hebat Wyatt. Akhirnya kliennya mau juga..." ucap rekan-rekannya yang lain.
"Terimakasih..." Kimberly mengangguk sopan ke rekan-rekan barunya.
***
Menjelang jam pulang kantor, Kimberly keluar bersama Alesha. Gadis berdarah Indian itu menawarkan untuk pulang bersama tapi Kimberly menolaknya karena tujuan mereka berbeda arah.
Kimberly pun berjalan menuju subway arah Sixth Avenue area Brooklyn - Manhattan ketika seseorang menarik tangannya. Kimberly terkejut namun setelah tahu siapa, dia menatap Doogie bingung.
"Ada apa Douglas ?" tanya Kimberly.
"Ikut aku !" Doogie menarik tangan Kimberly dan membawa masuk ke dalam mobil Aston Martin miliknya. Tak lama, mobil mewah itu menembus padatnya jalan Manhattan.
Kimberly melihat wajah Doogie yang tegang, merasa was-was, takut jika pria itu tahu sebenarnya. Duh !
Doogie membawa Kimberly ke sebuah restauran dekat Broadway dan mereka duduk di area pojok hingga tidak terlihat siapapun.
"Ada apa Douglas.. ?" tanya Kimberly pelan.
Doogie menyerahkan sebuah amplop dan Kimberly membuka lalu membacanya. Tangan Kimberly tampak gemetar saat membaca kertas yang dipegangnya.
"Keira itu anakku kan Kimmy?" tanya Doogie.
Kimberly hanya menatap sedih ke Doogie.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️