
Dubai Autodrome
Ajeng tertidur saat balapan masih berlangsung dan jam sudah menunjukkan pukul dua pagi. Gadis itu meringkuk di kursi panjang Paddock dengan berselimutkan jaket milik Bayu. Bersama Ajeng, terdapat Inggrid dan Sakura yang juga tidur berselimutkan jaket dari masing-masing pria mereka.
"Guys, aku pulang dulu. Lihat Tulip ku sudah tepar. Kasihan, pasti besok badannya sakit semua" ucap Alessandro saat melihat istrinya terlelap.
"Sepertinya kita udahan saja deh" ucap Gasendra. "Gemma juga sudah tidur tuh..." senyum pengantin baru itu melihat istrinya terlelap bersama Kalila.
"Yuk kita gendong pasangan masing-masing, bawa dengan mobil sendiri - sendiri. Yang belum resmi, jangan dibawa ke kamar hotel ya ! Siap-siap kena potong masa depan kalian kalau berani !" ucap Luke galak.
Bayu dan para pria lainnya yang ditemani wanitanya masing-masing pun membangunkan mereka semua. Tak terkecuali Ajeng yang mengerjap-ngerjap kan matanya dengan tidak fokus.
"Hah? Kenapa mas?" tanya Ajeng bingung saat Bayu membangunkannya.
"Yuk pulang... " ucap Bayu lembut.
"Oke..." Ajeng pun bangun dengan sedikit doyong akibat belum fokus membuat gadis itu menubruk tubuh besar Bayu.
"Ya ampun, nyawanya belum nyatu ya Jeng" kekeh Bayu sambil memeluk Ajeng.
"Tulip, ayo bangun..." bisik Alessandro lembut.
"Gendong..." rengek Sakura dengan suara manja.
"Haaaiissshhh... Tulip ku... " Alessandro mencium bibir Sakura yang membuat Ajeng memerah wajahnya karena keduanya berciuman lumayan panas dan wajar karena sudah menikah.
"Yuk pulang..." Bayu lalu merangkul Ajeng meninggalkan pasangan Bucin jilid sekian.
"Astaghfirullah... Get your room !" hardik Jayde yang datang melihat pasangan yang dikenal sering tidak ingat tempat itu asyik berciuman.
"Yuk Tulip. Kita lanjutkan di kamar" goda Alessandro.
"Yuk. Gendong dulu manusia spidol... "
__ADS_1
Alessandro dengan entengnya menggendong Sakura model bridal mode. Dan Ajeng bisa melihat bagaimana para pria saudara Bayu yang datang bersama dengan pasangannya, tampak begitu Bucin dan care.
Bahkan Sadawira pun menggandeng Chisato yang tampak menguap berapa kali. Ajeng merasa bersyukur melihat bagaimana para wanita tampak dicintai sebagaimana dirinya dan Bayu.
"Kamu kenapa?" tanya Bayu yang melihat Ajeng tampak antusias melihat para saudaranya.
"Kalian para pria itu ternyata sangat gentleman ya. Dan Bucin..." senyum Ajeng.
"Well kami semua seperti itu Jeng. Keluarga kami Alhamdulillah tidak ada yang bercerai kecuali Mintang tapi itu memang pernikahan yang tidak sehat ... Tapi sekarang Mintang sudah bahagia bersama Raj." Bayu membukakan pintu mobil Ferarri nya. "Aku antarkan ke istana Al Jordan meskipun ingin aku bawa ke kamar hotelku sih..."
Ajeng memasang sabuk pengaman nya. "Alamat aku disita Bu Gandari lama lho mas kalau mas Bayu berani bawa aku ke kamar hotelmu."
"Nah itu yang aku tidak ingin terjadi." Bayu menstater mobilnya dan keluar dari arena balap.
***
PRC Group Building Manhattan New York Seminggu Kemudian
Ajeng kembali bekerja seperti biasa dan pagi ini dirinya kedatangan tamu istimewa membuat Bayu kalang kabut.
"Baik Bu..." jawab Ajeng apa adanya karena bagaimana pun dirinya tidak bisa menolak ibu negara bukan.
"Angin Topan di dalam?" tanya Gandari.
"Pak Bayu di dalam Bu..." Ajeng hendak berjalan membukakan pintu ruang kerja Bayu tapi ditahan Gandari.
"Jeng, aku memiliki kuasa masuk ke ruangan Bayu jadi kamu tidak usah repot-repot" potong Gandari sambil menempelkan jempolnya di scanner sidik jari. Tak lama pintu itu pun terbuka dan Gandari masuk ke dalam.
Sayup-sayup Ajeng mendengar suara terkejut Bayu.
"Mom ? What the hell are you doing in here?"
"Berani kamu bilang what the hell !" bentak Gandari sembari menutup pintu ruang kerja Bayu.
__ADS_1
Ajeng hanya menghela nafas panjang. "Yak, mulai deh gegeran jilid sekian dan terimakasih." Gadis itu pun kembali ke meja kerjanya dan mulai bekerja. Mata Ajeng melirik ke arah layar monitor dimana tampak Gandari berdebat dengan Bayu yang membuat Ajeng memilih untuk tidak mendengarkan keributan ibu dan anak itu.
***
Ruang Kerja Bayu
"Mom! Jangan seenaknya bawa Ajeng pergi makan siang dong !"
"Hei, asal kamu tahu ya Bayu, hak mommy membawa calon menantu ! Mommy berhak mendapatkan banyak tahu dari Ajeng sendiri. Dan mommy harap, kamu jangan sampai membuat Ajeng sedih ! Paham !"
"Mom, mana pernah aku membuat Ajeng sedih ! Yang ada aku ingin Ajeng selalu bahagia. Begitu Mommyku sayang..." Bayu menatap Gandari dengan tegas.
"Bagus ! Kalau begitu, mommy pinjam Ajeng sampai jam tiga sore ya. Mommy ingin shopping dan butuh teman wanita. Bawa kamu itu tidak ada seninya ..." Gandari pun melangkah keluar ruang kerja Bayu.
"Ajeng! Ayo ikut saya!" Gandari memberikan kode ke Ajeng yang melongo melihat wanita cantik itu sudah melangkah lebar-lebar ke lift khusus.
"Ba...baik Bu." Ajeng bergegas mengambil tas dan memasukkan ponselnya. "Pak Bayu..."
"Temani mommy. Kalau perlu kamu porotin tuh istrinya pak Abiyasa !" Bayu menatap sebal ke ibunya membuat Ajeng cekikikan.
"Saya pergi dulu pak Bayu. Agenda hari ini saya remote dari iPad dan ponsel ya pak" pamit Ajeng.
"Jangan lupa, minta Hermès limited edition ke Bu Gandari!" sungut Bayu kesal.
Ajeng hanya tersenyum manis lalu bergegas menyusul Gandari.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️