My 100th Secretary

My 100th Secretary
Dikerjain Bayu


__ADS_3

Cafetaria PRC Group Building Manhattan New York


Ajeng hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik itu ribut. Gadis itu pun menatap Omar Zidane.


"Agen Zidane. Apakah anda diundang ke Brussels juga?" tanya Ajeng.


"Sepertinya. Soalnya sudah ada undangan di meja aku" jawab Omar.


"Wah seperti apa ya pernikahan sepupu Pak Bayu... eh... Mr O'Grady dan Nona Blair?" gumam Ajeng.


"Sangat India!" gelak Nadya.


"Ohya? Wah seru dong! Aku hanya tahu pernikahan India di film-film Bollywood. Apakah ada tarian model begini... begini ...?" Ajeng menirukan gaya tari India yang dia ingat membuat Bayu melirik tidak suka.


"Seriously Ajeng!"


"Apaan sih Mr O'Grady? Kan cuma begini saja?" protes Ajeng.


"Lha malah mereka yang akhirnya berantem" senyum Omar.


"OZ, kamu dan Nadya bagaimana? Sudah ada kemajuan?" tanya Bayu tiba-tiba membuat Omar terkejut.


"Well, bisa dibilang masih menikmati status yang ada. Teman tapi mesra." Omar menatap Nadya lembut.

__ADS_1


"Aku kan sama Omar enjoy saja. Kami memang bersama tapi tidak yang harus proklamir kemana-mana. Yang jelas mommy dan Daddy tahu, Nelson tahu, kalian tahu kalau kami dekat. Sudah cukup." Nadya merangkul lengan Omar sambil menyandarkan kepalanya.


"Syukurlah kalau kalian berdua sudah paham. Semoga tetap akur dan Omar, sabar ya dengan Nadya." Bayu menatap serius ke pria berdarah Mesir itu.


"Aku selalu sabar Bay. Don't worry" senyum Omar. Suara ponselnya membuat pria itu berubah menjadi waspada. "Ya Maggie? Dimana? Oke, aku akan segera kesana!" Omar memasukkan ponselnya ke dalam sak dalam jasnya. "Aku ada kasus. Sorry, aku duluan. Bye Nadya." Pria itu mencium pipi Nadya lalu bersalaman dengan Bayu dan Ajeng.


"Hati-hati" senyum Nadya. Omar mengangguk sambil melambaikan tangannya menuju pintu lift.


Setelahnya Bayu menatap Nadya dengan wajah serius. "Apa kamu yakin Nad?"


"Yakin! Aku nyaman dengan Omar begitu juga dia. Tenang sudah move on dari Mbak Leia kok!" jawab Nadya.


"Bukan itu yang aku maksud..."


"Alhamdulillah. Semoga dikasih jalan yang lancar ya Nad. Jujur, kami semua suka Omar karena dia pria yang gentleman. Lagipula, kapan lagi kita punya anggota keluarga Keturunan Pharaoh Ramesses II..." ujar Bayu cuek membuat Nadya terbahak.


***


Nadya pun kembali ke kantornya sedangkan Ajeng dan Bayu kembali ke lantai 15 untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


"Jeng, kamu ke ruangan saya dulu!" perintah Bayu.


"Yes Mr O'Grady" jawab Ajeng patuh.

__ADS_1


Keduanya menuju ruang kerja Bayu dan Ajeng menutup pintu. Gadis itu melongo melihat banyaknya kertas berserakan disana.


"Mr O'Grady, apakah ada kapal Titanic nyasar kemari? Kenapa jadi berantakan seperti ini?" Ajeng menatap cemas dengan kekacauan disana.


"Kamu tolong bereskan sambil mencari draft kontrak dengan NYPD."


"Saya tidak merasa mengetik draft itu pak" jawab Ajeng sambil membereskan kertas-kertas itu.


"Memang bukan kamu, tapi DeeDee! Entah dimana dia simpan! Sudah, kamu cari sajalah sampai ketemu!" perintah Bayu yang langsung duduk di kursi kebesarannya. "Kontrak kerjasama peningkatan keamanan NYPD Precinct Queens tag nya."


"Baik Mr O'Grady."


Ajeng pun mulai mencari diantara kertas - kertas berserakan di ruang kerja Bayu. Benar-benar boss nyusahin! Yang berantakin siapa, yang beresin siapa! Definisi cah cilik di bodi orang dewasa!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2