
Kamar Ajeng di Mansion Giandra Jakarta
Ajeng sedang menikmati acara mandinya sambil bernyanyi keras-keras, mumpung kedap suara. Ajeng tahu kalau suaranya kebanting sama Celine Dion. Perbandingannya begini, Celine Dion 10/10, Ajeng -100/10. Tapi bagi Ajeng, bodo amat yang penting hepi tralala.
Gadis itu menyelesaikan acara mandinya lalu mengeringkan rambutnya dengan hair dryer yang ada di kamarnya. Tinggal di kamar keluarga Sultan, semua tersedia macam kamar hotel suite. Ajeng memasang airpods nya sambil menyanyi lagu milik Tracy Chapman yang mengalun via Spotify miliknya.
But you can say baby
Baby, can I hold you tonight?
Maybe if I told you the right words
Ooh, at the right time you'd be mine
I love you
Is all that you can't say
Years gone by and still
Words don't come easily
Like I love you, I love you
Suara jeda panggilan telepon membuat Ajeng memencet tombol airpods nya sambil masih berdendang. "Like I Love you... I love you..."
"I love you too Ajeng."
Ajeng membeku lalu mengambil ponselnya yang memang dia silent dan melotot saat membaca nama 'Pak Bayu O'Grady' disana. "Eh... pak Bayu... Saya cuma nyanyi itu. Nggak bilang saya itu itu sama bapak!"
"Makasih Jeng kalau kamu memiliki perasaan yang sama ma aku" ucap Bayu mengacuhkan alasan Ajeng. Tadinya Bayu sudah mau ngamuk tapi ketika mendengar suara Ajeng mengucapkan kalimat sakral itu dengan berdendang, membuat jantung nya berdebar debar. Akhirnya dengar juga.
"Pak, bapak salah paham... Saya tadi itu masih fase proses menyanyi kurang satu menit. Ndilalah nya pas kalimat yang itu..." Ajeng terdengar panik karena Bayu menjadi salah paham.
"Jeng, saya itu marah sama kamu! Marah sama Radeva! Marah sama Devan! Tadinya saya mau ngamuk sama kamu tapi mendengar kamu bilang begitu, amarah saya hilang entah kemana... Jadi kamu paham kan bagaimana dampaknya?"
Ajeng menggigit bibir bawahnya. "Bapak ... marah sama saya?" cicit Ajeng.
__ADS_1
"Marah lah!" bentak Bayu membuat Ajeng harus melepaskan airpods nya dari telinga meskipun dia pasang lagi.
"Maaf pak Bayu... saya juga tidak tahu kalau mau diculik ke Jakarta..." jawab Ajeng sambil duduk karena kakinya terasa seperti jelly saking lemasnya kena bentak. Kalau ini memang aku yang salah... Eh salah pak Radeva dan dik Devan ding...
"Bohong kamu!"
"Sumpeh pak! Demi opletnya si Doel, saya tidak tahu kalau mau ke Jakarta. Setahu saya, diajak ke Maine untuk melihat sunrise tapi bablas mabur ( terbang ) ke Jakarta."
Bayu mengganti panggilan ke panggilan video membuat Ajeng kalang kabut karena dia hanya memakai daster tali spaghetti. Buru-buru dia ambil handuk untuk menutupi bahunya yang polos. Setelahnya dia menerima panggilan video Bayu.
"Selamat pagi pak Bayu" sapa Ajeng ramah.
"Malam Ajeng."
"Pak Bayu sudah sampai New York?" tanya Ajeng basa basi.
"Sudah! Kenapa? Kamu kira masih di Washington?"
"Mbok menowo..." cengir Ajeng.
"Kamu baru selesai mandi?"
"Kamu mau berapa hari di Jakarta?" tanya Bayu.
"Tergantung pak Radeva, pak. Wong saya mung nunut ( saya cuma ikut )" jawab Ajeng apa adanya.
"Oma Gendhis, Opa Bara, Oma Danisha dan Opa Iwan sehat-sehat?" tanya Bayu.
"Alhamdulillah sehat semua semalam pas saya datang."
"Kamu hari ini acaranya apa Jeng?"
"Kata Oma Gendhis mau diajak ghibah ..."
Bayu mengusap wajahnya kasar. "Wis alamat..."
"Alamat apa pak?"
__ADS_1
"Oma Gendhis tahu kamu bisa bahasa Jawa?"
"Tahu. Semalam sudah tahu..." Ajeng menatap Bossnya dan baru sadar kalau Bayu tidak pakai baju dan bersandar di kepala tempat tidurnya. "Pak Bayu, jangan marahi pak Radeva dan dik Devan ya. Maksud mereka baik..." pinta Ajeng dengan wajah memerah karena melihat bagaimana tubuh Bayu yang kekar dan terdapat bulu di dadanya.
"Itu biar urusan saya, Jeng!"
"Tapi pak Bayu..."
"Ajeng. Sudah seperti saya bilang tadi, biar urusan saya!" ucap Bayu dingin membuat Ajeng kicep.
Duh Mateng dah!
"Pak Bayu... Maafkan saya tapi saya mau ganti baju dulu..."
"Ganti baju ya ganti sana..." sahut Bayu cuek membuat Ajeng melotot.
"Pak Bayu pelecehan!" bentak Ajeng sambil mematikan panggilannya. Iiissshh pria satu itu yaaaa!
***
Kamar Bayu O'Grady di apartemen nya
Bayu tertawa kecil mendengar bentakan Ajeng yang mengatakan pelecehan. Tapi jujur tadi saat Ajeng menerima panggilannya, Bayu sudah mau membentak sekretarisnya. Hanya karena gadis itu masih berdendang mengucapkan kalimat 'I Love You', Bayu tahu Ajeng masih mengenakan airpods nya tanpa melihat siapa yang menelpon.
Amarah Bayu menguap ... Benar-benar menguap saat Ajeng bilang I Love You meskipun itu sekedar lagu, tapi buat Bayu, semacam penyejuk hatinya yang panas. Setidaknya kalimat itu yang terdengar, bukan yang lain jadi Ajeng masih aman sementara. Bayu tersenyum smirk.
Usai bertemu dengan Oom Bagas, aku akan terbang ke Jakarta. Bodo amat Mansion Giandra amburadul, yang penting dua bocah nakal itu kena hajar! Bayu mengulang rekaman suara Ajeng.
Like I love you, I love you.
Bayu merebahkan tubuhnya dan perlahan memejamkan matanya. I love you too Jeng.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️