My 100th Secretary

My 100th Secretary
Di Solo


__ADS_3

Masih Di Jogjakarta


Ajeng dan Bayu menikmati acara makan siang di sebuah restauran yang menyediakan makanan western dan Indonesia terutama Jawa.


Bayu melihat wajah Ajeng tampak berseri-seri melihat makanan yang dipesannya datang.


"Ayam bumbu rujak? Ya ampun Jeng..." kekeh Bayu geli.


"Wong pengen ini kok" jawab Ajeng kalem.


"Iya deh..."


"Mas, kok kita landingnya kemarin di Adi Sucipto? Bukan di YIA?" tanya Ajeng bingung.


"Traffic di YIA padat Jeng, jadi pilotnya mendapatkan ijin landing di Adi Sucipto dan malah enak kan nggak ramai banget" jawab Bayu. "Kan moment orang naik haji jadi padat disana. Lagipula kita hanya landing saja, setelahnya pesawat itu kembali ke Australia. Kita tidak butuh lagi karena memilih jalan darat."


"Mas Kal-el kita berapa hari disini?" tanya Ajeng sambil memasukkan ayam bumbu rujak ke dalam mulutnya.


"Kamu maunya berapa hari? Janjian dengan yang nyewa rumah kamu kapan?" balas Bayu.


"Senin sih dan ini hari kamis."


"Ya sudah, Sabtu kita ke Solo... Kamu mau cari wedangan nggak?"


"Maulah ! Kangen pak Basuki, Mbah Wiryo, nasi liwet, pasar gede... iga bakar pak Wid...pecel pengadilan, soto Hj Fatimah, soto Gading, ayam widuran..." Ajeng mengabsen tempat makan yang ada di kota Solo dan Boyolali.


"Jeng, emang mau makan semuanya?" Bayu menatap tidak percaya banyaknya tempat makan yang diabsen Ajeng.


"Iyalah ! Mumpung di Solo. Lamaan ya mas. Semingguan gitu. Kita jajan terus... Duitnya mas nggak habis kan?" goda Ajeng.


"Astaghfirullah... Biaya makan itu semua gadha seberapanya dengan biaya sewa pesawat dan kamar hotel, Ajeennggg..." ucap Bayu gemas.


"Ah senangnya punya suami sultan, istrinya hobinya ngiritan..." kekeh Ajeng.


Bayu tersenyum.


Dua hari ke depan mereka habiskan di Jogja dengan pergi ke berbagai tempat wisata lalu mereka menuju Solo dengan mobil dari David. Mereka memilih menginap di Alila karena lokasinya dekat kemana-mana.


"Waaaahhhh Solo jadi berubah banyak bangeeettt !" seru Ajeng sambil melihat pemandangan kota Solo dari jendela lantai kamarnya. "Duh situ kan wedangan mbah Wir. Nanti malam kita ke sana ya mas. Aku kangen jahe coklatnya terus dari situ kita ke pak Basuki, minum jahe merah. Jadahnya rekomended. Terus kita ke nasi liwet..."


"Ajeng stop !" pinta Bayu yang baru saja meletakkan koper mereka. "Itu perut apaaaa! Sudah tenang saja, kita Seminggu disini ! Belum ke Semarang lho Minggu depan terus ke Jakarta. Asli, kita pulang, langsung bedebum nih badan !"


Bayu membongkar kopernya dan mengambil kaos dan celana pendek lalu menuju ke kamar mandi.


"Mas Kal-el mau kemana?" tanya Ajeng bingung.


"Gym !"


"Ikuuuutttt !"


***


Pasangan suami istri itu pun menuju gym untuk berolah raga apalagi Ajeng mengingat bahwa berat badannya sudah naik empat kilo sejak acara honeymoon Dimulai.


Perasaan hampir tiap malam olah raga tapi kok ya masih lemu - batin Ajeng sambil mengikat rambutnya.

__ADS_1



Yang sambat lemu ( gemuk )


"Sudah siap?" tanya Bayu.


"Sudah. Aku treadmill dulu mas buat pemanasan" jawab Ajeng.


"Yuk pemanasan bareng."


Bayu dan Ajeng melakukan banyak kegiatan di gym apalagi mereka nyaris tidak sempat berolah raga di Sydney dan Jogja.


Pria bertubuh besar itu pun memperhatikan istrinya yang sedang dibantu oleh instruktur wanita untuk membantu berolahraga yang tepat.



Yang sambat dengan hal sama


"Istrinya mas?" tanya seorang pria yang sebaya dengan Bayu.


"Iya. Kenapa mas?" balas Bayu dengan nada waspada level satu.


"Nggak papa mas." Pria itu langsung pergi tapi masih melirik ke arah Ajeng. Kalau Bayu tidak ingat dimana dia, sudah pasti barbel yang dipegangnya melayang ke pria ganjen itu. Bayu melihat ke arah istrinya yang cuek dan masih berolahraga dengan arahan instruktur nya.


Brengseeekkk ! Aku cari tahu tuh kutu kupret !


***


Wedangan Pak Basuki Malam Harinya


"Mas Bayu kenapa?" tanya Ajeng.


"Ada cowok minta mati !"


"Hah? Siapa? Apakah penjahat?" Ajeng tampak bingung. Memang di Solo ada penjahat di hotel?


"Iya ! Penjahat kela*min ! Sudah tahu kamu itu istriku, masih dilihatin dengan mata meshum !" gerutu Bayu kesal. "Nggak lihat apa badanku macam Hulk begini?"


Ajeng cekikikan mendengar ucapan suaminya yang kesal. "Sudah mas. Nanti kalau ketemu orangnya, aku tusuk matanya pakai garpu !"


"Awas tuh orang!" umpat Bayu.


"Mas, sudah. Kita kan mau senang-senang. Kalau dia macam-macam, kita hajar bersama. Bagaimana?" Ajeng berusaha menenangkan suaminya.


"Kita tag team?" senyum Bayu.


"Iyalah macam Patrick dan Spongebob, Ash dan Pikachu... aku Pikachu nya, Terminator dan T1000..."


"Tunggu Ajeng. Mana ada Terminator dan T1000 jadi tag team?" protes Bayu. "Kamu tuh..."


"I'll be back..." potong Ajeng dengan nada suara mirip Arnold Schwarzenegger.


"Kamu mau kemana Jeng?" Bayu melihat istrinya berdiri dan berjalan ke tempat makanan berjajar di pak Basuki.


"Ambil nasi bandeng dan sosis !" jawab Ajeng cuek.

__ADS_1


"Padahal enak sosisku..." gumam Bayu sambil tersenyum usil.


"Mas, boleh duduk disini? Meja lain penuh soalnya ..." sebuah suara membuat Bayu mendongakkan wajahnya. Tampak seorang wanita Indonesia berdiri di hadapannya dengan wajah penuh harap.


"Maaf, tapi itu tempat duduk istri saya. Jadi sorry, kamu tidak boleh duduk disitu" ucap Bayu dingin.


"Memang istrinya mas kemana? Bohong ah..." ucap gadis itu lagi dengan gaya ganjen.


Astaghfirullah! Apa tidak lihat tas Birkinnya Ajeng apa ya? "Mbak, saya tidak bohong" jawab Bayu dengan nada dalam menandakan bahwa dia sudah masuk fase Twister F-1. "Lagipula masih ada banyak kursi tuh disana...."


"Tapi saya mau disini mas..."


"Boleh kalau mau aku tusuk pakai garpu matamu, b1tch!"


Wanita itu menoleh dan melihat Ajeng memegang garpu dengan wajah galak.


"Lho ini siapa mas?" Wanita itu menoleh ke arah Bayu.


"Aku istrinya! Kalau kamu masih ngeyel, jangan salahkan aku kalau kamu habis di tanganku !" ucap Ajeng galak membuat Bayu tersenyum smirk.


Istriku sudah ketularan bar-bar keluarga aku.


"Cih, wajah biasa saja ... " Wanita itu berjalan melewati Ajeng tapi Ajeng tidak tinggal diam. Kakinya sengaja menjegal wanita itu hingga terjatuh dan bajunya pun menjadi kotor.


"Kamu sengaja ya !" bentak wanita itu. "Dasar kamu..."


Dua orang dengan berwajah dingin langsung menghadang wanita itu, membuatnya memucat.


"Jangan jadi wanita gatel ! Hilang harga diri dan Marwah kamu, tahu nggak neng !" ucap Ajeng pedas membuat orang-orang yang disana tertawa mendengar kata-kata judes istri Bayu O'Grady itu.


"Mbak, sudah tahu mas bulenya sudah punya istri kok ya masih di godain. Kalah Marwah mbak!" celetuk salah seorang pengunjung.


Wanita itu hanya menatap kesal ke semua orang lalu pergi meninggalkan wedangan itu. Setelahnya Ajeng menatap ke sekeliling nya untuk meminta maaf karena membuat keributan.


"Nggak papa mbak, mas. Cewek macam itu memang patut dikasih pelajaran" ucap pemilik wedangan Pak Basuki. "Ben kapok ( Biar kapok )."


"Suwun lho atas pengertiannya" senyum Ajeng yang kemudian duduk di hadapan Bayu. "Kenapa mas?" Ajeng menatap suaminya.


"Kamu sudah ketularan bar-bar nya keluarga aku."


"Aku bar-bar karena melindungi milikku dan kamu adalah miliku ..."


"Kamu adalah my precious" goda Bayu menirukan Golum.


"Terimakasih Legolas" kekeh Ajeng membuat Bayu tertawa. Malam itu keduanya menikmati acara makan dengan hidangan khas wedangan pak Basuki.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2