My 100th Secretary

My 100th Secretary
After Lamaran


__ADS_3

Mansion Blair di Staten Island New York


Bayu melepaskan pagu*tannya dari bibir Ajeng, meninggalkan wajah merah padam pada gadisnya. Keduanya hanya saling menqtap seolah lupa bahwa ada orang lain di sekitar mereka. Hingga....


"Aduuuuhhhh...duh duh !" Bayu merasakan telinganya terkena jurus capit jempol dan telunjuk dari sang mommy.


Ajeng menutup mulutnya terkejut melihat bagaimana Gandari tampak galak ke putra tunggalnya.


"Kamu tuh !" hardik Gandari melihat Bayu yang jatuh terduduk sambil memegang telinganya.


"Kayaknya acara lamaran atau pernikahan nggak ada drama, tuh nggak afdol deh !" gumam Kaia geli.


Bayu hanya manyun menatap Gandari. Astaghfirullah... Punya ibu satu ini saja kok ya brutal dan durjana sesuai dengan namanya. Ampun deh !


***


Usai acara lamaran yang sekali lagi Membagongkan ala keluarga gesrek, semua orang menikmati acara makan siang. Dan semua generasi keenam baik pria dan wanita berkumpul sambil makan dari menu prasmanan yang disiapkan Rajendra McCloud.


"Jadi kamu mau pakai beskap Bay?" tanya Leia penasaran.


"Nggak mbak. Tuxedo saja. Aku orangnya nggak sabaran" jawab Bayu. "Ajeng yang mau pakai kebaya dan sudah jahitkan ke penjahit langganan mommy."


"Gak yakin aku mbak Leia kalau mas Bayu mau pakai beskap. Secara bisa kena julid sama trio kampret. Masih untung mereka pada nggak hadir sekarang..." sahut Radeva sambil dengan cueknya makan.


Bayu melirik judes ke Radeva. Dasar sesama keturunan Blair dan Giandra, mulut lemes banget ya !


"Aku juga nggak yakin bisa membuat beskap sama persis dengan beskap buatan Indonesia" timpal Devan.


"Mbak Leia dan bang Dante dalam rangka apa ke New York selain hadir acara lamarannya mas Bayu?" tanya Nadya.


"Bang Dante ada pertemuan dengan para sommelier dan Omar juga ikut kok Nad..." jawab Leia.


"Lho kok nggak bilang tuh manusia Sphinx?" Nadya menatap kakaknya bingung. "Omar Zidane juga sommelier?"


"Lho iya Nadya. Omar itu sommelier berlisensi hanya saja itu dia freelance tapi karena sibuk di FBI jadi sekarang jarang aktif. Kata Dante, namanya ada di daftar sommelier yang hadir di wine festival" ucap Leia.


Nadya melongo. "Oooohhh awas manusia Mesir itu ! Nggak jujur sama aku !"


"Nggak jujur apanya?"

__ADS_1


Nadya menengok ke belakang dan tampak Omar Zidane berdiri menjulang di belakangnya.


"Sorry aku terlambat Bayu. Harus menangkap penculik anak selama 18 tahun ..." Omar mengulurkan tangannya ke Bayu. "Selamat atas lamarannya."


"Thanks Omar" senyum Bayu.


"Congratulations Ajeng... You looks so beautiful with that kebaya" puji Omar sambil menyalami Ajeng dan mencium pipinya.


"Thank you Agen Zidane" balas Ajeng. "Ayo ceritakan kasusnya. Aku penasaran."


"Ajeennggg !" seru semua sepupu Bayu.


Omar tersenyum lalu mengambil posisi duduk sebelah Nadya.


"Kok kamu nggak cerita kalau kamu seorang sommelier?" tanya Nadya.


"Lho apa aku belum bilang sama kamu Nad?" Omar menatap Nadya bingung.


"Sepertinya belum."


"Siapa yang bilang?" Omar menoleh ke arah Leia. "Kamu cerita ke Nadya, Leia?"


"Dante yang bilang kamu masuk daftar sommelier wine festival di Rose Wine Mansion" jawab Leia.


"Sebenarnya itu side job aku selain agen FBI tapi dua tahun terakhir ini pekerjaan di Biro gila-gilaan jadi aku tidak sempat menggeluti bidang yang aku suka selain menjadi law enforcement. Dan sekarang agak longgar lalu ada tawaran dari senior aku, so why not." Omar menatap ke semua anggota keluarga Nadya.


Nadya memukul bahu Omar. "Bilang dong Sphinx kalau kamu itu paham sommelier !"


"Memang kenapa Nad?" tanya Blaze.


"Kami makan malam di sebuah restauran dekat kantor Blair and Blair. Terus pesan red wine tapi Omar tidak minum karena menyetir sedangkan aku yang minum. Omar bilang dari baunya cuma juice anggur biasa. Kan njelehi !" sungut Nadya.


"Brand nya apa Omar?" tanya Dante.


"Bota Box Cabernet Sauvignon" senyum Omar.


Dante pun terbahak. "Ya Omar benar, Nadya. Itu memang juice anggur biasa karena dibandingkan dengan Sauvignon yang lain, itu versi biasanya. Kamu yang memesankan Omar?"


"Yup. Karena aku tahu Nadya tidak terlalu bagus dengan alkohol jadi aku pilih yang biasa."

__ADS_1


Nadya menatap Omar yang rupanya tahu dirinya tidak terlalu bisa menolerir alkohol karena mudah mabuk. Gadis itu langsung mencium bibir Omar tanpa memperdulikan semua kakak dan adiknya yang melotot.


"Terimakasih sudah menjaga aku" senyum Nadya usai mencium Omar yang memerah wajahnya karena malu dengan sikap spontanitas gadisnya.


"Aaawwww... mereka sangat sweet" ucap Nadira sambil memeluk Pedro.


"So, after Bayu dan Ajeng, siapa yang menyusul menikah?" tanya Samuel.


Nadya mengacungkan tangan nya. "Aku dan Omar lah! Daripada kena gep Daddy dan mas Nelson melulu."


Semua orang di sana langsung melengos mendengar ucapan Nadya. "What?! Memang ada yang salah ?"


"So Omar, kasusnya ? Daripada mendengarkan Nadya yang nggak kapok kena marah Oom Travis" tanya Pedro.


"Well, seminggu lalu kami mendapatkan kasus penculikan seorang gadis usia 22 tahun yang bekerja sebagai pengantar pizza. Mobil yang dia pakai ditemukan di pinggiran kota dekat masuk Stamford. Dan hasil test DNA menunjukkan bahwa dia adalah anak hilang 18 tahun lalu. Isobel de Garza yang mengurus kasus itu sebelumnya."


"Bagaimana bisa dia hilang selama itu? Apakah tidak ada tersangka?" tanya Ajeng.


"Ada. Sudah dihukum selama 17 tahun enam bulan tapi saat mengajukan banding langsung bebas karena pengacaranya terkena kasus DUI" jawab Omar.


"Tunggu Omar. Kenapa bisa ada tersangka?" Pedro tampak bingung.


"Rupanya pada awal kasus, Isobel masih rookie di FBI dan Miles si tersangka, mengaku membunuhnya jadi case closed. Dan ini muncul bahwa anak itu masih hidup ... Tentu saja membuat heboh semua, termasuk Isobel yang merasa bersalah ke ibu si anak."


"Oh my God... 18 tahun mengira putrinya tewas dan sekarang mendapatkan kabar masih hidup dan diculik ? Macam anakmu baru bangkit dari kematian dan menghilang lagi? Ya ampun aku nggak bisa membayangkan kalau aku di posisinya" ucap Nadira.


"Yup. Dan kami berhasil menemukan bahwa mantan pegawai ayah si anak yang menculiknya yang kebetulan teman sekolah tersangka Miles. Isobel mendapatkan bukti dengan cincin yang sama dipakai unsub karena itu ring class saat SMA. Kalian tahu, Isobel menerobos rumah yang sengaja dibom oleh unsub untuk menemukan Tasha, gadis yang hilang itu. Dan dia berhasil menemukannya, seolah membayar hutang kepada kedua orangtuanya Tasha karena sempat ceroboh dalam menangani kasus itu. Gadis itu disembunyikan di sebuah ruang pengap dan kalau Isobel tidak nekad masuk, Tasha bisa mati kena asap."


"Alhamdulillah... Tapi tadi kamu bilang kamu menangkap penculiknya?" tanya Blaze.


"Yup, aku harus mengejar nya masuk ke dalam hutan di belakang rumah unsub. Lumayan membakar kalori..." senyum Omar.


"Tenang saja. Kamu bisa makan banyak disini" kerling Nadya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2