My 100th Secretary

My 100th Secretary
Masih Alot


__ADS_3

Apartemen Ajeng di Soho New York


Keempat pria itu pun kembali ke apartemen Ajeng dan melihat wajah tidak bersahabat gadis itu ke Bayu membuat suasana makin terasa dingin meskipun memang masuk musim gugur sih.


"Mbak Ajeng sudah mendingan?" tanya Mamoru concern. Remaja tampan itu memang ingin menjadi dokter macam opa buyutnya Mamoru Al Jordan. Meskipun dirinya adalah salah satu pewaris dua kerajaan bisnis di dunia, Mamoru tidak tertarik menjadi pengusaha macam ibunya atau pun opa dan Omanya.


"Belum!" jawab Ajeng dingin. "Bisakah mbak Ajeng ngomong berdua dengan alien dari planet Krypton ini?"


Devan dan Radeeva hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Ajeng.


"Yuk Aya, kita bereskan brownies dan poffertjes nya buat kita makan di jalan" ajak Radeva sembari mengambil tempat untuk membawa dua makanan itu.


Ganiya dan Radeva membungkus makanan yang dibuat gadis itu bersama Mamoru menjadi dua kantong karena yang satu untuk putra Alea Hamilton dan Chris Bradford.


"Mbak Ajeng, kita pulang dulu ya" pamit Ganiya.


"Makasih lho dik Aya sudah kemari" senyum Ajeng sambil memeluk gadis ayu itu.


Radeva pun memeluk Ajeng. "Sing sabar sama kakakku itu."


Ajeng hanya mengangguk.


Devan pun melakukan hal yang sama, memeluk Ajeng. "Kasih tendang saja kalau mulai kumat ngawurnya."


Mamoru pun memeluk Ajeng. "Mbak Ajeng tahu nomorku kan? Telpon 911 dan telepon aku kalau mas Bayu aneh-aneh. Okay?" Remaja bermata biru yang lebih tinggi dari Ajeng itu tampak serius membuat gadis itu terbahak.


"Duh senangnya hari ini aku dapat adik cakep-cakep... Adik Nemu sih." Ajeng tersenyum manis mengacuhkan wajah Bayu yang tidak suka melihat adik-adiknya memeluk Ajeng.


"Kami pulang dulu."


Keempat orang itu pun pergi meninggalkan Bayu dan Ajeng berduaan di apartemen gadis itu. Bayu menatap Ajeng yang memasang wajah judes.


"Pak Bayu..." Ajeng memanggil Bayu dengan nada dingin dan sambil bersedekap.

__ADS_1


"Ajeng..." Entah kenapa, bulu kuduk Bayu tiba-tiba berdiri.


***


Bayu dan Ajeng duduk berhadapan di meja makan sembari memegang gelas berisikan air putih. Gadis itu menatap judes ke bossnya yang hanya membalas dengan wajah tenang.


"Pak Bayu. Apa maksud pak Bayu bilang akan merubah status saya setelah kontrak berakhir menjadi istri pak Bayu?" tanya Ajeng dingin.


"Iya benar, aku mau meminta kamu menjadi istriku. Di PRC Group memang tidak boleh suami-isteri satu perusahaan jadi saat kontrak kamu habis, kemungkinan besar kamu tidak akan perpanjangan kan? Dan kamu akan ke Solo? I can't let you go, Ajeng. Kalau kamu mau ke Solo tahun depan berarti kamu pergi sudah bersama aku dengan status berbeda" jawab Bayu tenang.


"Pak Bayu..."


"Aku tahu kamu belum mau menerima aku tapi Ajeng, aku sangat serius tentang hubungan ini. Dengar, aku tidak pernah seserius ini soal wanita. Kamu bisa bertanya ke adik-adik aku terutama Devan yang kuliah di almamater aku atau nanti pada saat kamu bertemu dengan Valentino Reeves. Bahwa aku adalah orang yang nyaris tidak pernah berkencan dengan siapapun di kampus karena sudah disibukkan dengan pekerjaan aku. Dan setelah lulus pun, aku lebih sering pergi solo kalau ada acara. Kalau sepupu perempuan aku nganggur, biasanya aku mengajak mereka... Intinya adalah... Aku pria yang tidak mudah jatuh cinta Ajeng dan aku mirip Opaku. Sekalinya jatuh cinta, aku akan super serius."


"Kenapa saya pak Bayu?"


"Entah... " Bayu tersenyum. "Mungkin pertama kesan pertama saya melihat kamu tidak tertarik dengan saya... lalu kamu membuat saya harus mengumpat setiap hari karena sikap receh kamu yang membuat saya gemas..." Dan kamu mirip mommy wajahnya.


"Maybe..." gumam Bayu sambil menenggak air putihnya dan memakan klepon yang masih ada. "Enak kleponnya."


"Pak Bayu..."


"Yes Jeng."


"Saya minta sikap pak Bayu tetap pak Bayu kalau di kantor. Saya tidak mau ada kontak fisik atau apapun. Saya mau kita profesional dan tidak mau..."


"Considered it's done ( anggap saja sudah )" jawab Bayu cuek.


"Pak Bayu! Saya serius ini!"


"Aku juga serius Ajeng. So, apa kamu sudah mau menerima pernyataan cinta aku?" Mata biru Bayu menatap Ajeng lembut sambil menenggak air putih nya.


"Belum!"

__ADS_1


Bayu langsung tersedak.


***


Malam Harinya ...


Ajeng menatap pemandangan area Soho dari balkon apartemen nya sambil melamun. Entah kenapa hatinya terasa galau mendengar pernyataan Bayu. Ajeng mengaku sangat tersanjung disukai, disayangi dan dicintai sedemikian rupa oleh seorang pria yang dikenal salah satu bujangan terkenal kota New York apalagi salah satu CEO perusahaan terkenal.


Mengingat siapa Bayu dan keluarganya, Ajeng merasa dirinya kecil karena siapa lah dirinya. Ajeng tidak menyangka tentang keberuntungan pada dirinya bisa bersama dengan keluarga Sultan yang sebelumnya hanya dia tahu dari berita dan kolom gosip.


Gadis itu lalu menutup pintu balkonnya dan menguncinya lalu dia memeriksa pintu apartemennya. Ajeng melakukan double lock di apartemen nya. Meskipun neighborhood tempat Ajeng termasuk aman tapi gadis itu tidak mau mengambil resiko.


Setelahnya Ajeng beribadah malam dan memasang alarm untuk bisa beribadah sepertiga malam untuk meminta petunjuk. Ajeng berharap agar semua petunjuk yang diberikan adalah yang terbaik.


***


Apartemen Bayu di Manhattan


Bayu terbangun disaat sepertiga malam dan pria itu pun memutuskan melaksanakan ibadah malam untuk mendapatkan petunjuk dan memantapkan hatinya untuk seorang gadis Indonesia yang dikenal receh dan judesnya bernama Ajeng Pratiwi.


Entah mereka memang kebetulan tapi disaat yang bersamaan, Ajeng dan Bayu melakukan ibadah sepertiga malam bersamaan di tempat yang berbeda tapi dengan doa yang sama.


Berharap agar mereka mendapatkan petunjuk dan kemantapan hati masing-masing. Bayu tampak khidmat di dalam setiap lafas doanya begitu pula dengan Ajeng.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2