
Restaurant Singapura Manhattan New York
Bayangkan saja Omar paling waras disini dan paling pusing mendengarkan ocehan ketiga orang yang bersamanya.
***
"Ngupil? Ngiler? Terus apa? Ngorok? Kentut? Manusiawi lagi Jeng!" ucap Bayu cuek. "Kami para pria kalau kumpul juga lebih kemproh ( jorok ) daripada wanita. Adu ngorok sama kentut mah hayuk saja! Bahkan kalau tidak bisa kentut itu yang bahaya, Jeng. Alamat kamu bisa dioperasi!"
"Ini kenapa jadi bahas kentut sih?" ucap Omar yang semakin pusing mendengar percakapan calon iparnya. Ya benar Nadya receh dan kacau ternyata keluarganya lebih parah!
"Kamu pernah nggak mandi nggak mandi lebih dari dua hari?" tanya Nadya sambil tersenyum ke Ajeng.
"Paling sehari aku nggak mandi kalau musim dingin" jawab Ajeng.
"Aku pernah tiga hari nggak mandi cuma ganti pakaian dalam saja. Ya gara-gara New York pas musim dingin parah. Ngapain mandi daripada pilek" jawab Nadya cuek.
Omar memegang pelipisnya. "Astaghfirullah... kalian macam adu siapa yang paling jorok!"
Nadya dan Ajeng terbahak. "Oh Omar, benar kata Ajeng. Lebih baik kamu tahu duluan bagaimana joroknya aku daripada kamu lebih terkejut kalau kita sudah serumah" kekeh Nadya sambil memegang wajah Omar dan mencium bibirnya sekilas.
Ajeng dan Bayu sama-sama memalingkan wajahnya, merasa malu melihat adegan uwu di hadapan mereka. Ajeng sendiri tipe orang yang bodo amat melihat orang ciuman di pinggir jalan atau mana saja karena memang budayanya di negara barat begitu bebas. Tapi melihat Nadya dan Omar tampak saling sayang satu sama lain dan Ajeng mengenal mereka, rasanya gimanaaaa gitu.
"Eheeeemmmm!" dehem Bayu yang kadang gemas dengan pasangan di hadapannya. "Kalian segera menikah saja lah!"
"Dih, mas Bayu nyuruh-nyuruh! Tidak semudah itu Férguso! Ada banyak hal yang masih harus kita selaraskan" sahut Nadya.
"Kami masih menikmati pacaran, Bay. Nadya juga masih akan terbang ke Jakarta untuk mengurus beberapa pekerjaan disana" sambung Omar.
"Kapan kamu ke Jakarta?" tanya Bayu.
"Akhir tahun."
"Bukannya akhir tahun Sakura akan menikah dengan Alessandro Moretti?" gumam Bayu.
"Lho? Nggak jadi mas Eagle dan mbak Elane?" tanya Nadya bingung.
"Nope. Eagle dan Elane terpaksa menunda karena nenek Elane harus menjalani kemoterapi. Jadi slot menikah diambil Sakura dan Alessandro."
Ajeng hanya diam mendengar percakapan Bayu dan Nadya karena tidak tahu siapa saja mereka. Ajeng hanya tahu pasti itu masih berhubungan keluarga dengan Bayu dan Nadya.
"Yuk, kita jalan lagi. Kalian mau kemana?" tanya Omar yang tidak enak mereka cukup lama di restauran itu.
"Aku mau pulang" jawab Ajeng.
__ADS_1
"Tidak jadi jalan-jalan?" tanya Nadya. "Mas Bayu diantar pulang tuh sekretarisnya."
"Tanpa kamu minta, pasti aku antar pulang" jawab Bayu tegas sambil berdiri dan membayar makanan mereka.
***
Nadya dan Omar berpamitan ke Bayu dan Ajeng karena mereka hendak berjalan-jalan sambil menikmati hari libur. Ajeng dan Bayu hanya saling berpandangan lalu celingukan di dalam pusat perbelanjaan itu.
"Kamu mau kemana?" tanya Bayu.
"Tadinya sih mau cuci mata sambil ngemil" jawab Ajeng apa adanya. Mau lihat Christian Louboutin dan Jimmy Choo sih sebenernya. Kalau mentok ya ke Converse atau Skechers buat sepatu berangkat kantor.
"Ya udah ayo jalan." Bayu menghela punggung Ajeng dan keduanya pun berjalan beriringan.
Bayu dengan sabar menemani Ajeng keluar masuk toko-toko branded tapi tanpa membelinya hanya cek harga. Bayu sudah menawarkan pinjaman sangat lunak kalau Ajeng mau membeli sepatu incarannya.
"No, pak Bayu. Mending saya nunggu dua bulan lagi pas gajian jadi saya tidak perlu pinjaman lunak ke bapak" tolak Ajeng sambil meletakkan sepatu Christian Louboutin incarannya.
"Kamu naksir bootnya?" tanya Bayu melihat Ajeng tampak mengelus boot itu.
"Buat musim dingin pak. Tapi dengan harga $3,500 dan saya harus menabung ... Nanti saja lah."
Bayu memanggil salah satu pramuniaganya. "Tolong ambilkan yang seusai size dia. Kakimu ukuran berapa Jeng?"
"Eh? Pak Bayu..."
"7½ pak" jawab Ajeng. Ukuran yang disebut Ajeng adalah ukuran versi Amerika Serikat dan ukuran segitu sama dengan 40 kalau di Indonesia. Ukuran sepatu yang biasa kita bilang mengikuti aturan Eropa karena kita lama dijajah bangsa Eropa.
"Baik Mr O'Grady" ucap pramuniaga itu dan mencari ukuran yang sesuai dengan kaki Ajeng.
"Kok pak Bayu dikenal disini?"
"Well, mall ini salah satu milik keluarganya Mamoru. Dan mommyku juga salah satu pelanggan disini jadi sudah biasa aku mengantar mommy kemari" jawab Bayu santai.
Ajeng melongo. Mall ini milik dik Moru. Ajeng berusaha mengingat nama belakang Mamoru. Bukannya Bradford... Oh my God! Bu Alea kan nama belakangnya Hamilton! The Hamilton! Penguasa kerajaan Mall hampir seluruh Amerika Serikat...
"Ukurannya ada Mr O'Grady" jawab pramuniaga itu.
Bayu lalu menyerahkan ke Ajeng dan meminta agar gadis itu mencobanya. Ajeng melepaskan sepatu boot lamanya dan mencoba sepatu boot selutut itu dan wajahnya tersenyum melihat bagaimana sepatu itu pas dipakainya.
"Saya ambil ini" ucap Bayu sambil memberikan kartu hitamnya.
__ADS_1
Ajeng melongo. "Tapi pak Bayu..."
"Sudah. Anggap saja hadiah ulang tahun."
"Pak, ulang tahun saya masih tahun depan... bulan Juni."
"Ya sudah hadiah Thanksgiving."
"Pak, Thanksgiving masih November. Ini Oktober belum selesai..."
"Ajeng! Hadiah Halloween! And just shut it!" hardik Bayu gemas karena semua diprotes.
Ajeng cekikikan. "Terima kasih hadiah Halloween nya pak meskipun masih Minggu depan tanggal 31 nya..."
Bayu menatap judes ke Ajeng. "Beneran deh nih anak!"
***
Ajeng tampak sok cantik berjalan dengan sepatu barunya yang memang sudah dia incar lama tapi untuk membeli masih pakai acara pola pikir kaum mendang mending. Mending buat yang urgent. Mending buat biaya hidup. Mending buat...
"Kamu jalannya biasa saja kenapa sih?" tegur Bayu yang geli dengan gaya jalan Ajeng macam di catwalk.
"Menghayati ini pak namanya. Apalagi saya sudah ngincar lama... " Tak lama Ajeng berdendang lagu soundtrack Pretty Woman milik Go West berjudul King of Wishful Thinking yang diganti menjadi Queen oleh gadis itu.
I'll get over you, I know I will
I'll pretend my ship's not sinking
And I'll tell myself I'm over you
'Cause I'm the queen of wishful thinking
(Queen of wishful thinking)
I am the queen of wishful thinking
Bayu hanya menggelengkan kepalanya melihat gaya gadis itu macam Julia Roberts di film fenomenal tersebut. Keduanya sekarang berada di sebuah taman di dalam mall dan Ajeng tampak cantik dengan wajah sumringah mendapatkan sepatu idamannya.
Melihat itu Bayu tidak tahan dan menarik tangan Ajeng lalu memeluk gadis itu. Perlahan bibirnya menyentuh bibir Ajeng tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️