My 100th Secretary

My 100th Secretary
The Power of Emak


__ADS_3

Ruang Kerja Bayu O'Grady


Hunter dan Doogie masuk ke dalam ruangan Bayu setelah menyelesaikan pekerjaan Ajeng sesuai dengan catatan yang diberikan apalagi hari ini tidak ada klien atau kolega jadwal pertemuan. Besok hari Selasa baru ada klien yang sudah ada janji bertemu.


Hunter dan Doogie hanya sebagian kecil orang yang boleh masuk ke dalam ruang kerja Bayu selain kedua orangtuanya, Radeva dan Ajeng. Kedua pria itu melihat Bayu tiduran di sofa dengan tangan diletakkan diatas wajahnya.


"Bay..." panggil Hunter.


"Hhhmmmm..." gumam Bayu.


"Kamu pulang saja deh! Tidak ada jadwal juga. Dan kamu tampak berantakan !" kekeh Hunter.


"Damn it mommy ! Main sita sekretaris aku !" gerutu Bayu.


"Lha memang Ajeng barang sitaan?" Doogie mendelik mendengar istilah yang dipakai Bayu.


"Lha mommy langsung membawa pergi Ajeng kan seperti menyitanya kan?" jawab Bayu sedih.


"Demi Tuhan, Bay, Ajeng cuma dipinjam Tante Gandari seminggu ! Dan aku setuju dengan mommy mu, kamu terlalu emosinal tidak bisa melihat situasi dan kondisi." Doogie menatap tajam ke Bayu.


"Aku tahu kamu cinta banget sama Ajeng tapi ditunggu lah sampai Ajeng menyelesaikan kontraknya. Dia bercerita sama aku tujuan utamanya bekerja sebaik mungkin dan menyelesaikan sesuai dengan kontrak kerja. Kan Ajeng sempat aku kawal dua hari saat kamu ke Brussels! Bay, Ajeng anaknya baik. Aku dan Doogie bahkan menganggap seperti adik kami tapi kamu jangan membuatnya tidak nyaman..." omel Hunter.


"Menurut mu... Apa Ajeng memiliki perasaan sama aku?" Bayu menyingkirkan tangannya dan menatap kedua pengawalnya.


"Bay, Ajeng itu juga ada perasaan sama kamu tapi dia menutupinya karena dia menjaga kamu, Bay ! Ajeng tidak mau kamu terkena skandal apalagi ada aturan di kantor kan tidak boleh ada romansa yang berlebihan?" jawab Doogie.


"Tapi aku kan cuma bermesraan di ruangan aku..."


"Yang sampai ketahuan mommymu ! Untung Tante Gandari, kalau pegawai mu yang lain? Kamu itu terlalu ekspresif Bay. Setidaknya tahan dulu lah sampai diluar jam kantor!" Hunter tampak gemas dengan Bayu yang berubah menjadi pria terbucin-bucin bin terlisus-lisus.


Bayu hanya memanyunkan bibirnya. Seminggu tanpa Ajeng dan berarti mommy juga tidak mengijinkan aku menemui gadis itu di apartemennya.


Hunter dan Doogie saling berpandangan. Siap-siap Twister seminggu ini!


***


Ajeng sangat menikmati pekerjaannya yang berbeda bersama dengan Gandari. Dan gadis itu baru tahu kalau Gandari sangatlah tegas dalam bekerja serta kehidupan pribadinya. Ajeng tanpa sengaja mendengar Gandari melarang Bayu menemui nya di apartemennya.


"No, Bayu ! Tidak ada menemui Ajeng di apartemennya ! ... Kenapa? ... Karena mommy tidak yakin kamu tidak bakalan macam-macam sama Ajeng ! ... Mommy tahu kamu sudah dewasa, Ajeng sudah dewasa ... Tidak seperti itu konsepnya ! Bayu Aarav Giandra Blair O'Grady ! Kamu masih mau manut sama mommy tidak ?" bentak Gandari galak membuat Ajeng terkejut sekaligus geli mendengar Bossnya dimarahi macam anak ABG.


"Jangan sampai mommy tahu kamu main rusak anak orang ! Kalau sampai kamu macam-macam sama Ajeng, mommy sendiri yang akan sunat kamu sampai habis ! Sudah nggak usah ngeroweng ! Seminggu nggak ketemu Ajeng bukan kiamat, sayang ! Assalamualaikum !" Gandari mematikan ponselnya dan menoleh ketika Ajeng mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Masuk Jeng" panggil Gandari.

__ADS_1


Ajeng melihat ada foto Yuna Pratomo disana dan dua lukisan karya Oma buyut Bayu tersebut. Bagi Ajeng, wajah cantik Yuna Pratomo Blair sangatlah badass.


"Bu Gandari, ini daftar pelukis kontemporer yang sudah bersedia hadir di acara pameran Minggu depan" ucap Ajeng sembari memberikan map berisikan daftar peserta pameran.


"Thanks Ajeng."


Ajeng pun mengangguk dan hendak pergi meninggalkan Gandari. "Permisi Bu."


"Oh Ajeng..."


"Ya Bu?" Ajeng berbalik.


"Kamu Sabtu ada acara?"


"Tidak ada Bu. Ada apakah?" tanya Ajeng bingung.


"Saya minta kamu pergi ke Mansion Blair di Staten Island. Tadi Nadya menelpon ingin mengajakmu menginap disana."


Ajeng tampak berpikir. "Tapi bukannya Miss Blair biasanya dengan agen Zidane?"


"Omar sibuk dan Nadya merasa gabut usai menyelesaikan kasus. Dia butuh refreshing. Nanti biar Nadya menjemput kamu di apartemenmu. Kamu punya nomor Nadya atau Nadya punya nomor kamu?" Gandari menatap Ajeng.


"Punya Bu Gandari. Soalnya Miss Blair bilang kalau butuh pengacara jika pak Bayu bikin ulah, saya tinggal menghubungi nya.."


"Tapi kenapa Miss Blair menghubungi ibu soal mengajak saya pergi ke rumah Mr dan Mrs O'Grady?" tanya Ajeng bingung sebab Nadya tidak menghubungi nya langsung.


"Karena Nadya baru tahu kamu berkerja sama saya sementara. Dia sempat ribut dengan Bayu juga." Gandari menggelengkan kepalanya. "Kayaknya kalau nggak ribut itu nggak afdol deh !"


Ajeng tersenyum.


***


Sabtu Pagi pukul Tujuh, Apartemen Ajeng di Soho


Nadya memencet bel pintu apartemen Ajeng dan gadis berdarah Indonesia itu membukanya dengan senyuman khasnya.


"Masuk miss Blair. Kopi atau teh?" tawar Ajeng sambil menutup pintu apartemennya setelah Nadya masuk.


"Jeng, panggil Nadya saja. Miss Blair macam aku di kantor saja" kekeh Nadya. "Apakah itu teh wasgitel?"


"Yup. Racikan Oma Danisha."


"Mau teh nya Jeng."

__ADS_1


Ajeng menyiapkan teh dengan cangkirnya. "Gula batu?"


"Absolutely !" senyum Nadya. "Oh aku kangen Solo...."


Kedua gadis itu menikmati teh yang berupa singkatan dari wangi, panas, sepet, legi ( manis ) dan kenthel ( kental / pekat ) beserta sandwich buatan Ajeng.


"Duh enaknyaaa. Racikan Oma Danisha sangat pas !" ucap Nadya. "Besok aku ke Jakarta, mending menginap di mansion Giandra ya?"


"Lho Nadya mau ke Jakarta?"


"Yup. Daddy mengirim aku untuk memeriksa kantor Blair and Blair Advocate disana."


"Sayang aku tidak bisa kesana dulu. Padahal aku sudah kangen Oma Gendhis dan Oma Danisha."


"Kalau sempat, pergi saja Jeng."


"Agen Zidane bagaimana? Bakalan lama dong anda tinggal?" Ajeng menatap Nadya prihatin.


"Well... Sebenernya aku dikirim ke Jakarta memang sudah diplanning lama sama Daddy tahun depan tapi dipercepat gara-gara Daddy tahu aku ciuman sama Omar ..." Nadya pun manyun.


Ajeng terbahak.


"Jangan bilang kamu disita Tante Gandari karena ketahuan sama mas Bayu?" Nadya memicingkan matanya.


Ajeng hanya menunduk sambil menyesap tehnya dengan pipi memerah.


"Oh my God Ajeng!" Nadya tertawa terbahak-bahak. "Ternyata kita sama sajaa ! Satu server !"


"Habis pak Bayu..."


"Dan sekarang mas Bayu dihukum Tante Gandari? Hohohoho ... Ini sangat bagus sebagai bahan penistaan selanjutnya!" Wajah Nadya tampak usil membuat Ajeng menahan nafas.


Duh alamat bakalan ada kasus penistaan lagi di grup chat sepupunya pak Bayu.


"Yuk Jeng, kita berangkat sekarang ! Kita berghibah di jalan!" cengir Nadya sambil membantu Ajeng membersihkan cangkir dan piring kotor tempat sandwich yang dibuatkan Ajeng.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2