
Apartemen Bayu di Manhattan New York
Bayu membuka iMac nya dan mengklik satu folder yang menunjukkan dimana semua saudaranya. Pria itu mencari Radeva dan Mamoru yang katanya mau ke tempat Ajeng.
GPS milik Mamoru dan Radeva semua ada di apartemen Ajeng tapi yang membuat mata biru Bayu melotot adalah ..." Kok Devan ada di apartemen Ajeng! Whoah! Pada kumpul nih! Enak saja main di apartemen Ajeng!"
Bayu bergegas berganti pakaian dan segera pergi ke apartemen gadisnya yang masih belum menerima pernyataan cintanya.
***
Apartemen Ajeng Daerah Soho New York
"Dah kita pesan makan saja. Chinese food, Japanese food, Korean, Malaysian atau nasi Padang?" tawar Devan sambil membuka ponselnya.
"Nasi Padang banyak mas. Ini aku sudah banyak ngemil, takutnya nanti nggak habis kan eman-eman ( sayang )" ucap Mamoru
"Nasi lemak saja ya? Kan porsinya nggak banyak. Gimana?" tawar Radeva.
"Boleh lah. Nih kebetulan ada yang dekat sama apartemen, daerah Soho juga" sahut Devan. "Pesan berapa? Delapan bungkus?"
"Banyak banget!" protes Ajeng.
"Yakin deh mas bablas anginne bakalan kesini, mbak" tukas Devan sambil mengetik pesanannya.
"Dik Devan kok hobi banget sih manggil pak Bayu dengan berbagai nama angin?" kekeh Ajeng.
"Tenang mbak, aku masih banyak stok panggilan nama mas Bayu yang berhubungan dengan angin" jawab Devan cuek membuat Radeva dan Mamoru menggelengkan kepalanya.
"Memang salah pak Bayu apa kenapa dapat panggilan aneh-aneh?" tanya Ajeng kepo.
"Gini mbak, nasib aku kuliah di kampus yang merupakan almamater turun temurun dan terkenal semua itu bebannya melebihi kamu gendong gajah!" ucap Devan usai membayar pesanan nya dan tinggal menunggu nasi lemak datang.
"Maksudnya gimana?"
"Mbak Ajeng kan tahu keluarga kami siapa. Kalau mau dirunut itu harus mundur ke generasi kedua sampai generasi kelima. Opa buyut kami Joshua Akandra adalah alumni terkenal MIT. Masih ditambah Opa Javier Arata, Opa Duncan Blair, Opa Levi Reeves, Oom Hoshi Reeves, Oom Abiyasa O'Grady, Oom Aji Yung, Oom Benjiro Smith dan Tante Jang Geun-moon pemilik Jang Corp lalu ke mas Bayu dan mas Valentino Reeves. Cilaka dua belas nya mereka semua orang beken! Nah aku masuk ke MIT jurusan matematika karena memang suka dan itu jadi masalah karena orang-orang yang aku sebutkan tadi alumni fakultas science kebanyakan dari matematika. Kalau aku sampai dapat nilai jelek, kan membuat malu dunia persilatan! Apalagi yang namanya Oom Hoshi, wuuuiiiihhhh bekennya minta ampun !" papar Devan. "Kebayang kan bagaimana beban hidup aku di kampus?"
"Justru bangga lho mereka bekennya gimana..."
"Mbak Ajeng salah! Memang mereka beken karena jenius dan penelitian nya nggak main-main tapi yang namanya Oom Hoshi itu dikenal manusia cantik yang hobi gelut..."
__ADS_1
"Tapi kalau soal gelut, kita kan emang hobi, Van" kekeh Radeva.
"Nggak separah Oom Hoshi, gelut sambil nodong pistol di kampus!" gelak Devan. ( Baca Hoshi, My Tiger ). "Sampai ditangkap polisi pula!"
Ajeng dan Ganiya melongo. "What?"
"Sebenarnya Oom Hoshi menolong Oom Aji Yung yang hampir dicelakai sih tapi kebablasan pakai acara nodong pakai Glocknya" kekeh Radeva. "Kamu pasti sudah mendengar kasus kami di Hongkong kan? Kalau soal Oom Hoshi masih termasuk receh."
"Mas Deva, apa kalian memang panasan semua?" tanya Ganiya.
"Rata-rata sih Aya."
"Mas mas dan mbak mbak sekalian, bersiap lah. Angin Muson menjurus angin ribut kemari" kekeh Mamoru sambil melihat ponselnya.
"Kok tahu?" tanya Radeva dan Devan bersamaan.
"Nih!" Mamoru menunjukkan GPS keluarga nya dan nama Bayu O'Grady bergerak menuju gedung apartemen Ajeng.
"Alamat butuh awan kinton buat kabur nih" gelak Devan.
Tak lama suara bel apartemen Ajeng berbunyi.
Ajeng menggelengkan kepalanya mendengar adik-adik Bayu ternyata super duper durjana mengatai kakaknya. Gadis itu pun berdiri dan membuka pintu apartemennya. Tampak Bayu menjulang berdiri di hadapannya dan wajah pria itu tampak manyun.
"Adik-adik aku pada disini Jeng?" tanya Bayu dingin.
"Monggo dilihat saja sendiri pak Bayu" jawab Ajeng manis sambil mempersilahkan Bayu masuk. "Duh kebak ( penuh ) deh apartemen aku..." Ajeng membatalkan untuk menutup pintu ketika petugas delivery makanan pesanan mereka datang dan sekalian gadis itu membawa nasi lemak untuk makan siang mereka lalu menutup pintu apartemennya.
Bayu tampak memenuhi apartemen Ajeng karena berdiri sambil menatap judes ke ketiga adiknya. "Ini pada ngapain kumpul disini?"
"Lha mbak Ajeng, mbak Aya dan aku buat makanan banyak. Ayo mas, tar keburu habis lho klepon nya" senyum Mamoru yang geli melihat kakaknya macam merajuk.
Bayu menoleh ke Devan. "Kamu pulang, Dev?"
"Ya iyalah mas Bayu. Kan wujud ku disini dan aku bukan hologram lho" cengir Devan.
"Ayo makan dulu" ajak Ajeng.
"Aku bantu mbak" tawar Ganiya yang tahu Bayu mode judes sambil berjalan ke arah dapur yang sudah bersih usai mereka membuat camilan.
__ADS_1
Keempat pria bersaudara itu pun duduk di sofa Ajeng sambil menunggu para gadis menyiapkan makan siang mereka.
***
"Jadi dari rencana hanya membuat klepon menjalar menjadi poffertjes dan brownies?" tanya Bayu ke Ajeng.
"Lha kita gabut terus masih ada tepung dan coklat, pakai saja lah" jawab Ajeng cuek sambil makan nasi lemaknya.
"Kan judulnya acara memasak sama mbak Ajeng jadi sekalian belajar yang lain lah" timpal Mamoru. "Termasuk aku mengulang bahasa Indonesia dan Jawa lagi."
"Dan aku sudah lama tidak dengar kata Gon*Des lho" gelak Ganiya. "Terakhir aku dengar pas liburan dua tahun lalu di Semarang karena eyangku disana."
"Blais lho dik... Iso lali ( bisa lupa )bahasa Semarangan" goda Ajeng.
"Makanya aku seneng bisa ketemu mbak Ajeng. Seru lho ketemu dengan orang yang satu server bahasa jawanya." Ganiya tersenyum ke Ajeng yang membuat para pria mengakui bahwa sekretaris Bayu itu memang memiliki daya tarik tersendiri.
"Mbak, apa mbak Ajeng habis kontrak nya dengan PRC Group sebagai sekretaris nya mas Bayu, gak perpanjangan lagi?" tanya Mamoru.
"Sepertinya nggak dik. Mbak Ajeng mau..."
"Mbak Ajeng mau jadi calon istri mas Bayu" jawab Bayu tegas.
Kelima orang disana melotot. "HAAAAAHHH???"
***
Note
Gon*des khas Semarang
Kata “Ndes” yang berasal dar kata “Gon*des” sebenarnya merupakan kepedekan dari gondrong ndesa. Gondrong ndesa memiliki arti gondrong kampungan. Kata ini biasanya digunakan sebagai kata ganti untuk teman akrab atau justru untuk mengumpat terhadap orang yang dibenci.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️