My 100th Secretary

My 100th Secretary
Ke Brussels


__ADS_3

Dubai Autodrome


Sekali lagi Ajeng tampak semangat melihat mobil Ferrari F90 terpampang disana. Mobil milik Radhi Blair itu, diijinkan pakai oleh si empunya asalkan ada Damian di sebelah Ajeng. Entah kenapa Radhi tidak mau ada Bayu di sebelah istrinya saat membawa mobil kesayangannya.


"Kok jadi Damian ? Kan aku suaminya Ajeng !" protes Bayu ke Radhi saat tahu syarat yang diajukan pembalap F1 itu.


"Soalnya kalau kamu di sebelah mbak Ajeng, bakalan recokin dia terus, mas ! Yakin deh !" ucap Radhi yang menerima panggilan video Bayu.


"Nggak lah !" elak Bayu.


"Mas, gue tahu elu banget. Kadar kepercayaan kamu ke mbak Ajeng soal menyetir itu setipis tissue ! Jadi mending sama Mas Damian lah!" seringai Radhi membuat Bayu menatap adik sepupunya judes.


"Reseh lu !"


"Baru sadar?" gelak Radhi. "Sudah, nggak boleh protes! Oke?" Pembalap Ferrari itu mematikan panggilannya membuat Bayu manyun.


Adik lucknut semua !


***


Sementara itu di dalam mobil Ferarri F90


"Jadi aku pencet ini?" tanya Ajeng saat bersama Damian di dalam mobil.


"Iya, terus injak rem..." Damian mengajari Ajeng cara menyalakan mobil yang super itu. Setelahnya, Ajeng pun memberanikan diri melajukan di trek balapan.


"Mbak Ajeng, seriously. Ini tuh Supercar, dibuat ngebut... Kenapa jalannya cuma 60km/jam? Mbak Ajeng emangnya macam sopir di Driving Miss Daisy?" gelak Damian melihat Ajeng nyetir nya super pelan menurutnya.


"Dam, mbak kan takut ini mobil penyok..."


"Mbak, gadha mobil lain disini... Tuh si Kentongan saja masih asyik ngobrol sama Mas Lisus dan Gabriel" ucap Damian saat mereka memutari trek yang pertama.


"Wis... ngebut ya? Bismillahirrahmanirrahim..." Ajeng pun menginjak gas dalam dan mobil itu melaju kencang.


Bayu, Ken dan Gabriel yang sedang mengobrol, terkejut melihat mobil merah itu melaju kencang.


"Astaghfirullah, Ajeng ngebut?" gumam Bayu.


"Ada Damian kok Bay. Tenang saja" celetuk Gabriel.


Sementara itu tiga gadis yang sedang duduk sembari menikmati makanan dan minuman, juga kaget melihat ipar mereka ngebut.


"Ternyata mbak Ajeng bisa ngebut ya?" kekeh Kalila.


"Lagian Radhi kasih pinjam si F90 nya...Ya enak lah digeber" timpal Raine.


Garvita hanya tersenyum melihat Bayu melongo. "Bahkan mas Bayu tidak percaya lihat mbak Ajeng bisa begitu..."

__ADS_1


Kalila dan Raine lalu melihat ekspresi Bayu, membuat keduanya cekikikan.


"Mas Bayu suprise benar kayaknya. Ternyata mbak Ajeng bisa nyetir dan lumayan jago pula" ucap Raine.


Setelah empat putaran, akhirnya Ajeng berhenti di Paddock tempat suami dan iparnya berada. Wanita manis itu pun turun dari mobilnya dengan wajah berseri-seri hingga pipinya pun memerah.


"Wow ! It's awesome ! Duh sayang di New York traffic nya aduhai jadi ga bisa ngebut deh !" ucap Ajeng dengan sumringah.


Bayu hanya tersenyum melihat istrinya tampak bahagia. "Alhamdulillah kalau kamu suka."


Ajeng pun memeluk Bayu erat dan semua adik-adiknya pun tahu kalau keduanya bucin yang Membagongkan.


Setelahnya Ken mencoba mobil Ferrari keluaran terbaru limited edition yang dikirimkan dari Italia untuk Enzo Al Jordan sebagai salah satu pemegang saham dan pembalap legendaris.


Para pria tampak serius membicarakan performa mobil itu sedangkan para wanita asyik berghibah.


***


"Jadi seminggu disini, kalian langsung ke Brussels?" tanya Kalila.


"Iya. Mas Bayu sudah hubungi mbak Zee katanya. Apalagi aku kan ingin tahu seperti apa festival pretzels disana."


"Seru lho Mbak. Ada berbagai macam pretzels tapi yang aman cari yang kosongan pakai biji wijen. Soalnya kalau yang ada isinya rata-rata pakai bacon dan daging campuran sapi serta Piggy" ucap Kalila yang diikuti anggukan Garvita.


"Oh iya. Lila dan Garvita udah kesana ya..." celetuk Raine. "Aku malah belum sempat kesana karena banyak pekerjaan."


"Iiissshh, jadwal aku padat, Lila" sungut Raine. "Mas Sendra dan Mbak Gemma nggak ikut ya Gar?"


"Nggak. Mbak Gemma teler katanya masih kebawa jet lag jadi mas Sendra menemaninya" jawab Garvita. "Mbak Gemma itu gampang jetlag mbak Ajeng. Jadi saban habis bepergian jauh naik pesawat, pasti harus istirahat di kamar sehari. Tapi habis itu ya udah, biasa lagi."


"Owalaahhh, pantes tadi kok diajak pergi nggak mau" ucap Ajeng.


"Iya. Mbak Gemma memang lemah soal jetlag" kekeh Garvita.


Setelahnya ketiga sepupu itu heboh membicarakan soal rencana pernikahan Nadya dan Omar yang hanya di mesjid dan tidak ingin ada pesta mewah.


Ajeng hanya mendengarkan percakapan adik-adik iparnya dan sesekali menimpali jika memang pas topiknya.


Menjelang jam satu malam, para Emir dan keluarganya pun kembali ke istana masing-masing sedangkan Bayu dan Ajeng akan menginap di Istana Al Azzam tiga hari baru setelahnya ke Al Jordan.


***


Brussels Belgia


Seminggu sudah Bayu dan Ajeng menikmati acara honeymoon di Dubai lalu setelahnya mereka bertolak menuju Brussels atas undangan Sean dan Zinnia. Menggunakan pesawat milik Al Jordan, keduanya tiba di bandara internasional Brussels dan tampak Arsyanendra bersama dengan Greg, asisten Sean, datang menjemput mereka.


"Arsyaaa !" seru Bayu dan bocah laki-laki tampan itu langsung memeluk Oomnya. "Wuuuiiiihhhh sudah jangkung aja ih padahal belum 12 tahun."

__ADS_1


"Arsya mau sebelas tahun Oom... Belum 12" protes bocah yang benar-benar copyan sang Daddy, Sean. "Halo Tante Ajeng."


"Hello, my prince" sapa Ajeng sambil menekukkan sebelah lututnya.


"Astagaaaa... Tante ... Nggak gitu juga lah. Biasa saja" gelak Arsyanendra yang langsung Salim ke Ajeng.


"Greg" sapa Bayu.


"Mr O'Grady" senyum Greg sambil bersalaman. "Mari, kita ke istana."


Arsya langsung berjalan dengan anggun khas pangeran di depan pasangan yang berada di belakangnya.


"Mas, Arsya masih kecil tapi sudah tampak aura pangerannya ya?" senyum Ajeng.


"Jangan terkecoh Jeng. Di permukaan tampaknya cool dan bangsawan tapi hasil ajaran trio kampret yang sangat merasuk di Arsya. Jangan kaget jika kamu melihat gaya kacaunya Arsya yang sok elegan sesuai ajaran tiga adikku yang bobrok itu" ucap Bayu manyun. "Bahkan bang Sean sendiri terkadang sampai pusing sendiri menghadapi Arsya."


Ajeng cekikikan. "Macam apa itu ajaran yang elegan?"


"You will see ..." Bayu pun masuk ke dalam mobil Range Rover yang sudah disiapkan.


***


Istana Brussels Belgia


Sean dan Zinnia menyambut pasangan itu dengan diikuti si kembar Avaro dan Alisha yang berusia hampir empat tahun.


Si kembar yang melihat Ajeng pun langsung tampak suka dan minta gandengan bersama membuat Sean dan Zinnia bingung.


"Double A paling susah lho ketemu orang baru. Apalagi mereka kan baru ketemu Ajeng di Dubai dan New York. Tapi kok bisa langsung lengket sih?" gumam Sean.


"Mungkin aura nya Ajeng sama dengan mbak Zee" ucap Bayu.


"Aura ? Tunggu, apakah Ajeng bakalan menjadi macam Zee yang galak?" Sean menatap iparnya.


"Well kemarin habis jewer Shohei dan Hyde pas di Tokyo sih..."


Sean melotot tidak percaya. "Whoaaah... Anak Yakuza kena jewer? That's so cool !"


Bayu terbahak.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2