My 100th Secretary

My 100th Secretary
Ngeyel Semua


__ADS_3

Cafetaria PRC Group Building Manhattan New York


Semua pegawai disana tampak melongo melihat Bayu O'Grady, si angin topan, tukang Gonta ganti sekretaris, tiran, Mr perfeksionisme, Mr inteloran dan berbagai macam panggilan dengan tendensi negatif, semua disemat kan ke sosok yang mirip tokoh Superman itu.


Nadya dan Omar menatap ke sekeliling yang tiba-tiba hening dan mungkin kalau ada nyamuk langsung wiiiinnggg terdengar. Ajeng hanya menoleh bingung kenapa bossnya turun.


"Kenapa kalian berhenti makan? Apa ada gempa bumi?" ucap Bayu dingin yang disambut dengan ketukkan tiga kali di meja oleh Ajeng.


"Amit-amit, amit-amit, amit-amit... Amit-amit temannya Amitabh Bachchan!" gumam gadis itu membuat Nadya nyaris tergelak. Omar hanya binhung melihat gadis di sebelah dan hadapannya heboh sendiri.


"Ayo lanjutkan makannya. Saya juga mau makan disini" ucap Bayu sambil menuju counter steak karena tadi dia sempat melihat makanan yang dipesan Nadya dan Ajeng.


"Nanti kami antar, Mr O'Grady" ucap pelayan counter steak.


"Baik. Terimakasih." Bayu pun melihat sekelilingnya yang sudah kembali menekuni acara makannya dan berjalan menuju meja Ajeng dan Nadya.


"Omar Zidane, makan siang disini?" Bayu menjabat tangan Agen FBI itu.


"Nadya disini jadi aku mampir saja. Toh kantor aku dekat. Lagipula nasi mandhi disini enak sekali" senyum Omar.


Bayu duduk di sebelah Ajeng. "Masakan disini memang diawasi langsung oleh RR's Meal jadi aman semua. Lagipula makanan disini halal."


"Pak Bayu ngapain kemari?" tanya Ajeng memakai bahasa Indonesia. Omar menoleh ke Nadya minta penjelasan.


"Ajeng..."


"What are you doing here, Mr O'Grady?" tanya Ajeng.


"Tuh artinya OZ!" jawab Nadya yang membuat Omar mengangguk.


"Makan lah. Sama dengan kalian. Kenapa?"


"Mas Bayu, melihat reaksi para pegawai disini, bisa dibilang kamu itu juarang turun kemari dan menimbulkan kekacauan jika kamu datang." Nadya menatap serius ke Bayu.

__ADS_1


"Apa maksudnya Nad?"


"Lihat saja. Mas Bayu datang, semua langsung hening. Malah bilang soal gempa bumi sampai Ajeng mengucapkan amit-amit lanjut ke Amitabh Bachchan!"


"Hah? Amitabh Bachchan? Aktor India itu?! Satu ras dengan Raj Rao? Apa maksudmu Jeng?"


"Pak Bayu... eh Mr O'Grady bilang kalau mau ada gempa bumi jadi aku harus nolak bala lah!" jawab Ajeng dengan muka serius membuat Nadya cekikikan.


"Astagaaaa Ajeng! Kamu memang Membagongkan!" gelak Nadya dengan bahasa Indonesia.


"Nadya, kamu aku tidak paham ucapan kamu..." Omar menatap gadis cantik di sebelahnya.


"Membagongkan is a slang word in Indonesia. It means surprising, unexpected, and the like. Jadi kondisi yang membingungkan, bikin speechless. Gitu lho artinya Omar Zidane" senyum Nadya sambil menepuk pipi pria berdarah Mesir itu.


"Oh I see..." Omar pun mengangguk.


Tak lama pesanan Bayu pun datang dan pria itu langsung mengambil garpu dan pisau lalu memotong steaknya. "Yummy."


"Kayaknya Nona Blair, seharusnya Pak Bayu sering-seringlah makan disini" ucap Ajeng ke Nadya dengan bahasa Indonesia.


"Pak Bayu, jangan ngomong sambil makan nanti tersedak..." Belum sampai Ajeng mingkem, Bayu sudah terbatuk-batuk akibat tersedak.


Ajeng dan Omar langsung menepuk punggung lebar pria itu sedangkan Nadya memberikan air putih untuk sepupunya itu yang langsung ditenggak oleh Bayu.


"Ngeyel sih dikasih tahu!" ucap Ajeng judes.


"Kalau soal ngeyel itu memang sudah mendarah daging, Jeng. Aku pun tukang ngeyel!" kekeh Nadya. "Ngomong-ngomong, mas Bayu pantas keselak! Soalnya kualat sama Ajeng tadi main bentak-bentak! Makanya jangan kualat sama anak yatim piatu! Syukurin!"


"Kamu kok jadi judes dan galak sih Nad?" protes Bayu dengan suara tercekik.


"Kalau nggak gitu mas Bayu nggak sadar-sadar bikin gonta ganti sekretaris! Semua itu berpulang dari mas Bayu sendiri! Dan asal kamu tahu ya mas, meskipun aku sudah bilang kalau Ajeng berhak protes soal sikap kamu mas, dia tetap belain kamu coba! Dia masih belain kamu kalau yang salah itu Ajeng! Dan kalau sampai kamu masih main bentak-bentak seperti ini, mending kamu nggak usah pakai sekertaris dan Ajeng akan aku tarik jadi legalitas aku!" Nadya menatap tajam ke Bayu membuat Ajeng dan Omar hanya bisa terdiam.


Bayu hanya memandang adiknya datar dan melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Ggggrrrr! Mas Bayu dengar nggak sih?" hardik Nadya kesal.


"Dengar Nad. Just shut up and let me eat! Okay?" balas Bayu.


"Nona Blair, sudah. Tidak apa-apa... Saya tidak perlu dibela terus..."


"See! Orangnya sendiri bilang tidak mau dibela kok malah kamu mati-matian membelanya?" sahut Bayu sambil tersenyum smirk.


"Ajeng! Aku tuh lagi membela hak kamu!" hardik Nadya kesal.


"Nona Blair, jika pak Bayu makin keterlaluan, saya tahu harus kemana mencari pengacara" senyum Ajeng manis.


"Kamu tidak bakalan mampu menyewa Nadya, Jeng" ucap Bayu sinis.


"Aku bakalan kerja Pro Bono ( tanpa bayaran ) kalau soal Ajeng. Puas?" balas Nadya tajam.


"Kamu menyebalkan Nadya!" timpal Bayu.


"Memangnya kamu tidak?"


"Nad, sudah. Disini bukan ruang sidang" senyum Omar.


"Hiiisssshhh! Gemas aku!"


Ajeng hanya bisa cekikikan melihat keributan antara Bayu dan Nadya. "Kalau begini aku baru bisa melihat persamaan kalian berdua. Kalian sama-sama tukang ngeyel."


"Kan aku sudah bilang, ada di darah dan gen kalau soal ngeyel dan keras kepala" jawab Nadya kalem.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2