
PRC Group Building Manhattan New York Bulan Juni, hari Ajeng terakhir bekerja.
Ajeng tampak mentraktir semua rekan kerjanya di lantai 15 dengan banyak pizza half and half karena hari ini adalah hari terakhir gadis itu bekerja. Selama mendekati hari-hari terakhirnya bekerja, Ajeng semakin menjadi melow karena harus berpisah dengan rekan-rekannya selama setahun.
Ajeng memecahkan rekor menjadi sekretaris terlama Bayu O'Grady setelah sebelumnya dipegang Gemma Bernardi Schumacher selama delapan bulan. Dan pada akhirnya mereka juga tahu kalau Ajeng dan Bayu menjalin hubungan asmara yang baru dipublikasikan saat hari-hari terakhir gadis itu bekerja.
Magdela dan Alesha adalah orang yang merasa kesal karena Ajeng tidak bercerita kalau dirinya menjalin hubungan dengan Bayu. Dan Ajeng hanya menjawabnya dengan kerlingan rahasia. Meskipun mereka kehilangan Ajeng tapi dengan pengganti nya Doogie O'Leary yang good looking membuat kaum hawa jomblo ada pemandangan indah.
Bayu membiarkan Ajeng ber have fun go mad dengan teman-teman satu lantainya karena setelah ini mereka akan bertemu lagi dengan status berbeda meskipun Bayu tidak yakin Ajeng akan berbeda mengingat gadis itu suka lupa dan gumunan akan sesuatu.
***
Mansion Blair di Staten Island New York
Pagi ini mansion Blair tampak meriah dengan hadirnya Aidan dan Thara serta Arjuna dan Sekar. Selain itu Levi dan Yanti beserta keluarga Giandra Jakarta juga datang. Mereka ingin melihat acara lamaran yang akan dilanjutkan seminggu kemudian acara pernikahan antara Bayu dan Ajeng.
Para keluarga yang di New York pun sudah hadir dan para sepupu perempuan Bayu sekarang berada di kamar Ajeng yang sedang dirias. Nadya yang heboh melihat calon iparnya benar-benar pakai kebaya dan sanggul !
"Whoah, Masyaallah..." ucap Nadya bersamaan dengan Nadira yang datang. Blaze dan Leia Bianchi hanya bisa melongo melihat Ajeng tampak berbeda.
"Yakin Bayu besok nggak pakai beskap acara nikahan?" tanya Leia ke Ajeng.
"Nggak mau mbak. Daripada pingsan macam Arka katanya..." jawab Ajeng. Keluarga Jakarta hanya sesepuh Giandra yang datang, sedangkan generasi kelima dan keenam akan datang saat pernikahan.
"Haaaiissshhh... Mbok ya sekali - kali. Masa Arka doang yang pakai beskap ?" gerutu Blaze.
"Mbak Ajeng cantik banget pakai kebaya" puji Ganiya.
"Makasih dik Aya. Untung ada salon yang bisa buat sanggul macam begini. Bu Gandari yang rekomendasi..." Ajeng menatap wanita Indonesia paruh baya yang dipanggil Gandari untuk menata rambutnya. "Matur nuwun lho Bu Siti."
"Sami-sami mbak Ajeng. Saya yang merasa terhormat bisa mendandani calon menantunya Bu Gandari. Mbak Ajeng benar-benar kethok ( kelihatan ) Jowone, macam Bu Gandari" senyum Bu Siti yang juga nanti ditunjuk Gandari sebagai MUA buat acara pernikahan.
"Jeng, foto dulu." Nadira pun siap dengan ponselnya.
***
Kamar Bayu O'Grady
"Jangan gelinding lho mas!" ucap Radeva.
"Tahu !"
"Jangan salah jari !" ucap Devan.
"Iya !"
"Cukup aibnya dipegang Oom Abi" kekeh Giordano.
"Lha bocil ikutan?" gelak Sadawira yang memang ikut datang bersama Pedro dan Nadira.
"Hanya mengingatkan" sahut Mamoru.
"Ya ampun kalian itu !" Samuel menggelengkan kepalanya, pusing mendengar ucapan unfaedah para iparnya.
__ADS_1
"Aku juga bingung, kenapa Oom Abi bisa bikin cincin gelinding ya..." gumam Pedro Pascal.
"Bukti nya bisa bang" ujar Giordano Smith, putra Benjiro Smith dan Jang Geun-moon.
"Kira-kira Ajeng pakai kebaya nggak ya?" tanya Bayu.
"Lho memang mbak Ajeng mau pakai kebaya?" Mamoru tanya balik. "Tunggu, apakah acara nikahan mas Bayu pakai beskap? Memang ada yang cukup?"
Bayu mendelik ke arah remaja tampan yang menatap polos sedangkan sepupu lainnya sudah cekikikan.
"Aku sarankan nggak usah daripada mas Bayu jadi bulan-bulanan trio kampret. Pusing tar !" celetuk Giordano. "Kalau mbak Ajeng nikahan mau pakai kebaya ya Monggo malah bagus. Tapi tidak buat mas Bayu, secara yakin akan emosi nggak bisa jalan cepat."
"Kok kamu sepemikiran denganku sih bontot?" kekeh Devan.
"Berarti kita satu server ya mas" cengir Giordano sambil bertos ria dengan Devan.
Bayu semakin kesal dengan ulah adik-adiknya yang makin hari makin durjana.
Suara ketukan di pintu terdengar dan tak lama Abiyasa membuka pintu kamar Bayu. "Yuk Boy, kita mulai acaranya."
Bayu pun mengangguk. "Yuk keluar."
***
Bayu yang mengenakan suit hitam lengkap dengan kemeja putih dan dasi hitam, tampak gugup. Cincin yang sempat dia sematkan di jari manis Ajeng, sekarang berada dalam kotak di tangannya.
Mata biru pria itu terbelalak saat melihat Ajeng keluar dengan didampingi Leia Bianchi Mancini dan Nadira McCloud Pascal. Semua orang tampak terpesona melihat Ajeng tampak berbeda dengan mengenakan kebaya kuning lengkap dengan sanggul nya.
Kaia, Arum dan Danisha tampak senang melihat wajah Ajeng yang semakin ayu dan tampak njawani dengan kebaya.
"Pancen Jowo tenan cah Kuwi ( memang asli Jawa anak itu )" celetuk Sekar saat melihat Ajeng.
"Masyaallah..." gumam Bayu membuat semua sepupu prianya hanya tersenyum simpul.
"Iya iya, pasang cincin dulu, Bay" bisik Dante Mancini.
"Ehem. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..." Abiyasa membuka acara pagi ini.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh..." balas semua orang.
"Hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi putra tunggal saya, Bayu Aarav Giandra Blair O'Grady yang hendak melamar gadis pujaannya, Ajeng Pratiwi. Dan seperti yang kita tahu, Bayu ini memang pacarannya nggak jelas tapi tahu-tahu sudah minta main lamar anak gadis yang merupakan sekretarisnya yang ke seratus. Ajeng sendiri satu - satunya gadis yang membuat Bayu bucin setengah mati dan saya serta Gandari juga keluarga besar setuju dengan pilihan Bayu." Abiyasa menoleh ke arah Ajeng. "Jeng, masih yakin sama angin topan bukan anak jalanan?"
Semua orang terbahak kecuali Bayu yang cemberut melihat ayahnya mode ngajak gelut.
Ajeng tersenyum ke semua orang. "Alhamdulillah masih yakin hingga detik ini, pak Abiyasa."
"Masih ada waktu lho kalau ragu..." kerling Abiyasa usil.
"Pak Abi, nanti mansion bakalan porak poranda kena Twister lokal F-10" bisik Ajeng dengan wajah jenaka.
"Ah kamu benar. Bahaya itu" senyum Abiyasa sambil melirik Bayu yang sudah cemberut.
"Bi, jangan digodain terus dong anakmu" kekeh Kaia ke putranya.
"Bayu, yakin dengan Ajeng?" tanya Abiyasa.
__ADS_1
"Absolutely" jawab Bayu tegas.
"Oke, Bay. Your turn." Abiyasa pun duduk di sebelah Gandari sedangkan Bayu berjalan menghampiri Ajeng.
Pria itu langsung on bended knee di hadapan gadis berkebaya kuning itu.
"Jeng, ini kedua kalinya ya aku memasangkan cincin di jari manismu..."
"WHAAAATTTT?" seru semua orang.
"Kapan kamu pasang pertama?" tanya Gandari yang kecolongan.
"Well, pas Ajeng kena asam lambung" jawab Bayu cuek.
"Yang Ajeng tidur di apartemen kamu?" tanya Blaze.
"Yup. Ini kalian pada mau heboh apa acaranya dilanjutkan?" Bayu menatap semua orang serius.
"Lanjut" ucap Rhett O'Grady, opa Bayu.
"Jeng, mungkin aku bukan orang romantis tapi yang jelas aku akan selalu mencintaimu, menyayangimu, menghormatimu dan menjagamu hingga akhir hayat kita. Aku akan selalu berusaha menjadi suami yang baik bagimu, dan ayah yang dibanggakan anak-anak kita kelak. So, untuk kedua kalinya, aku bertanya... Will you marry me, Ajeng Pratiwi?" Bayu membuka kotak beludru itu.
"Aku sudah bilang i Will marry you dan aku akan mengatakannya lagi. I will marry you, mas Bayu. Terima kasih atas semua perasaan dan sikap mas Bayu yang begitu membuat aku termehek-mehek meskipun banyak modusnya sih..."
Bayu tersenyum smirk sedangkan para tamu tertawa kecil.
"Tapi itu yang aku suka. Mas Bayu bukan tipe gombal mukiyo. Mas Bayu adalah pria yang bisa membuat aku nyaman, membuat aku bahagia. Dan keluarga mas Bayu juga yang membuat aku jatuh cinta ... Tidak hanya jatuh cinta ke mas Bayu-nya tapi juga aku jatuh cinta dengan keluarga besarnya. Saya sangat matur nuwun sudah diterima di keluarga besar klan Pratomo..." Ajeng menatap ke semua orang dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan nangis Jeng. Make up-nya luntur nanti" kekeh Bayu.
"Tenang, ini waterproof dan dempul nya yahud !" balas Ajeng cuek.
"Oh Astagaaa... Ajeennggg..." kekeh para Oma.
"Ajeng Pratiwi, the best thing to hold on to in life is each other ( bagian terbaik dalam menghadapi hidup adalah bersama )."
Bayu menyematkan cincin berlian itu ke jari manis Ajeng tanpa salah dan tanpa gelinding. Gadis itu tampak terharu mendengar ucapan Bayu, membuat pria itu langsung mencium bibir Ajeng.
"Astaghfirullah ! Lisus !" teriak Gandari.
***
Yang Membagongkan
Yang nggak ingat tempat
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️