OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Give Me Another Baby


__ADS_3

...*Hi ges, bagi yang puasa, bacanya abis buka yak. Full adegan 21+. Hehehe... kalo yang nggak nyaman boleh skip bab kali ini **πŸ‘€*...


...🌸...


..."Give me another baby." - Joey...


...🌸🌸🌸...


Di sudut ruangan penthouse mewah tersebut, di mana ada ranjang besar yang menempel di pinggir dinding kaca berpemandangan kota metropolitan, Rain yang sedang dikuasai nafsu terlihat bergai.rah memandangi tubuh Joey yang kini sedang berada di atas pahanya.


Gadis mabuk itu entah sejak kapan sudah menduduki paha Rain. Ia membuka kaos yang membaluti tubuh Rain, lalu dicampakkannya ke lantai kaos tersebut. Setelah itu, tangannya yang mulus ia kalungkan ke leher Rain dan ia mendaratkan bibir merekahnya yang memerah ke bibir Rain.


"Mmhhh..." de.sah gadis itu sambil menikmati ciuman mereka kali ini. Rasanya, lewat ciuman tersebut ia dapat mengekspresikan rasa rindunya pada pria dewasa yang sedang ia mangsa kali ini.


Tangan kiri Rain mulai menggerayangi dada sintal milik Joey. Dire.masnya secara perlahan dada kanan gadis itu, perlahan menjadi kuat dan bringas.


"Aahh! Om..." ringis Joey sambil lu.matan bibir mereka terpisah.


Meskipun gadis itu sedang mabuk, tapi li.bidonya tetap membuncah. Benar kata orang, nafsu wanita itu lebih besar daripada laki-laki. Hanya saja, mereka pintar dalam menutupinya. Joey menyibak setengah lingerie-nya dari atas, sehingga memamerkan dada sintal miliknya yang berada di sebelah kanan. Kemudian, ia mengarahkan kepala pria itu ke dadanya.


"Ck! Kamu benar-benar bi.nal!" umpat Rain sambil menyeringai dengan tatapan yang mesum.


Rain tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Pasalnya, burungnya yang berada di bawah, sejak tadi sudah sangat keras dan meminta untuk dimasukkan ke dalam sangkar emas. Ia bergegas melahat pucuk ranum milik gadisnya itu dengan sangat rakus. Dise,dotnya, kemudian digigitnya dan dihi.sapnya kuat-kuat.


"Agh!!! Om... pe-pelan-pelan," seluruh tubuh Joey tersentak akibat aksi nakal Rain pada dada sintalnya yang berada di sebelah kanan.


Disela-sela tubuhnya yang sempoyongan, Joey membuka celana joger yang Rain kenakan. Dilepaskannya celana tersebut, lalu ia campakkan ke sembarangan arah. Kini, ia menduduki burung yang keras tersebut.

__ADS_1


"Om..." bisik Joey ke telinga Rain. "Aku ... udah nggak tahan."


Rain terbelalak mendengarkan ucapan frontal gadis itu yang tak ada basa-basi.


"Langsung masuk aja ya," pinta Joey memelas.


Joey memegang burung keras milik Rain, lalu di arahkannya masuk ke dalam sangkar yang ia miliki tanpa melepaskan g-string yang ia kenakan. Secara perlahan, ia menduduki benda keras itu agar ia masuk secara perlahan ke dalamnya.


"Sshhhh..." desis Joey dengan wajah yang sangat mesum. Saat batang keras tersebut sudah masuk setengah, ia tak sengaja mendongakkan kepalanya ke atas sambil memejamkan mata, menikmati inci demi inci benda keras yang sedang berusaha menyatu dengan tubuhnya.


"Haaa... kamu lama sekali," keluh Rain. Ternyata, sedari tadi ia sudah tak tahan untuk memulai perang tersebut. Nafsunya yang sudah diubun-ubun membuat nafasnya tak teratur, ditambah lagi batangnya kini sudah masuk setengah.


"Aaghh!!!" Rain tersentak hebat dengan mata yang melotot di saat Joey menghentakkan tubuhnya dengan sekali hentakan melahap seluruh batang kerasnya.


"Gimana? Aku bisa 'kan mengendalikan anu-anu kita ini?" kekeh Joey. Ia tertawa puas saat Rain tersentak kaget akibat hentakan yang ia berikan agar seluruh batang tersebut masuk ke dalam rongga hangat miliknya.


Mendengar ucapan Rain tersebut, Joey terpacu untuk memulai permainannya. Kedua tangannya ia letakkan ke atas bahu kekar Rain, lalu dengan kedua kakinya ia siapkan untuk memulai permainan. Perlahan, gadis itu memberikan gerakan naik turun di atas paha pria tersebut.


"Mhh... R-Rain..." le.nguh Joey sambil matanya terpejam. Batang kekar dan keras itu, mulai memenuhi setiap ruang kosong di dalam lobang hangat miliknya. Urat-urat yang menonjol dari batang tersebut, terasa menggelitiki lobangnya yang hangat. Entah kenapa, Joey tak mampu menahan gejolak di dadanya yang mulai memberontak. Ia menaik turunkan tubuhnya di atas paha pria tersebut cukup lama dengan gerakan yang sama, tidak lambat dan tidak perlahan.


Rain memegang kedua bo.kong Joey. Ia memberikan sedikit bantuan agar tubuh gadis itu dapat naik turun dengan leluasa memijat burung kesayangannya.


"Ughhh... that's my girl!" desis Rain lirih sambil menggigit bibir bawahnya. Ia merasa siang ini Joey benar-benar ero.tis. Libi.donya tak mampu berdiam diri menunggu permainan dari gadis tersebut, tapi ia masih penasaran dengan apa yang gadis itu lakukan selanjutnya.


"Rain..." panggil Joey di sela-sela mabuknya. Joey menjilati daun telinga Rain dan sesekali ia menggigitnya manja. "Give me another baby."


Rain mendadak menelan salivanya saat mendengarkan ucapan Joey.

__ADS_1


"Aku akan memanjat ranjangmu setiap malam," bisik Joey lagi ke telinga Rain.


"S h i t !!!" umpat Rain tak tahan.


Rain mendadak tak tahan. Tak peduli sepenasaran apapun dia dengan tingkah gadis itu selanjutnya, yang penting kali ini ia ingin segera memenuhi rahim gadis itu dengan seluruh cairan hangatnya. Ia mengeratkan pegangannya pada bo.kong gadis itu, kemudian ia naik turunkan tubuh mon.tok gadis itu di atasnya dengan gerakan yang kencang. Batang kerasnya yang kekar benar-benar keluar masuk secara gila-gilaan di dalam lobang hangat gadisnya itu.


"Rain... a-aku ..."


"Ayo keluar bareng!" ucap Rain tegas. Napasnya tersengal-sengal dengan keringat yang mengucur di seluruh tubuh.


Seluruh tubuh Joey mendadak bergetar dengan hebat, begitu juga Rain, tubuh kekar pria itu menegang dan memanas, seperti ada sesuatu yang ingin keluar dan ingin dimuntahkan saat itu juga.


"Aaghhh!!!!" pekik Rain dan Joey di saat yang sama. Seluruh tubuh mereka berdua menegang akibat pelepasan yang sempurna di saat yang bersamaan. Keduanya saling memagut dan berpelukan dengan erat.


Joey terkulai lemas di atas pelukan Rain, sepertinya gadis itu kelelahan, apalagi ia sedang mabuk. Mungkin sekarang ia sudah tertidur pulas dan bermain dengan mimpinya.


Sedangkan Rain? Pria itu masih bertenaga dan tak sedikitpun merasa lelah. Ia merbahkan tubuh Oleander-nya ke atas ranjang, lalu dilepaskannya batangnya yang masih kekar dari lobang gadisnya. Terlihat banyak sekali cairan yang merembes keluar dari lobang yang memerah milik gadis itu.


"Ck! I'll give you more baby," Rain menyeringai dengan sangat mengerikan. Seperti ular yang mendesis saat melihat mangsanya ada di depan mata. Siap untuk dililit, kemudian dilahap saat itu juga.


Saat napas Joey teratur karena tidurnya yang telah pulas, Rain melebarkan kedua paha Joey menggunakan kedua tangannya, kemudian ia memposisikan tubuhnya di tengah-tengah paha tersebut dan mengarahkan batangnya yang masih keras dengan sempurna ke lobang gadis tersebut.


Selama Joey tidur, Rain benar-benar menggunakan tubuh gadis itu bak boneka se k s. Tak ada ampun sedikitpun! Bahkan ia menembakkan seluruh cairan panas miliknya berkali-kali ke dalam tubuh gadis itu.


...****************...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2