OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Alasan Ingin Menikahiku


__ADS_3

..."Pikirkan baik-baik dan pertimbangkan lagi ... alasan kenapa Mas ingin menikahiku." - Sara ...


...🌸🌸🌸...


Ting!


Pintu lift terbuka. Pipi Zayn yang memerah akibat tamparan dari Sara, tak membuatnya menyerah menarik wanita itu mengikutinya.


"Lepaskan!" pekik Sara sambil merota-ronta. Hatinya begitu sakit saat ia disamakan dengan pelacur. Meskipun ia tahu bahwa sifat pria itu dingin dan tak berperasaan, tetap saja ia tak terima saat ia disamakan dengan pelacur.


Benar ... Sara menyukai Zayn. Tapi, bukan berarti harga dirinya dengan seenaknya di injak-injak seperti itu.


Setibanya di parkiran, tepat di depan mobil BMW milik Zayn, ia membuka pintu mobil dan memaksa Sara masuk.


"Masuk, selagi aku menyuruhmu baik-baik," perintah Zayn.


Sara terdiam kaget.


Zayn masuk ke dalam mobil tanpa sepatah katapun. Ia menghidupkan mesin mobil.


"Kenapa pergi waktu itu?" tanya Zayn kesal. Ia tak melihat ke arah Sara. Sebaliknya, ia menyandarkan tubuhnya dengan tatapan yang kosong menghadap ke depan.


Sara mengerutkan keningnya. "Ya 'kan urusan kita udah selesai?"


"Ck!" Zayn berdecak sebal. "Batalkan perjodohanmu dengan Mas Rain."


Lagi-lagi Sara dibuat terkejut dengan ucapan Zayn. "Nggak mungkin 'kan ...."


"Ngapain nikah kalo nggak cinta?" Zayn menatap Sara dengan tatapan yang sulit gadis itu mengerti.


"Nikah dengan aku aja, lagian Mas Rain udah punya istri."

__ADS_1


"Hahaha ..." Sara tak mampu menahan perasaan menggelitik di perutnya.


Barusan, pria di sebelahnya itu melamar dia bukan?! Ada apa ini?! Kenapa terlalu mulus jalan yang ingin ia tempuh untuk mendapatkan pria itu? Apa ... sebaiknya ia mencoba melihat kesungguhan pria itu? Baru ia memutuskan selanjutnya harus bagaimana.


"Mas ... aku hanya menikahi pria yang dijodohkan orangtuaku denganku," tutur Sara dengan tatapan yang tegas.


Yah ... meskipun baru saja ia dilecehkan. Tapi, jika pria itu yang mengejarnya, ia bisa saja mengubah kegilaan pria itu menjadi sosok yang patuh dan lemah lembut.


"Kalau orangtua kamu menjodohkanmu denganku? Kamu nggak bakalan nolak, 'kan?!" tanya Zayn.


"Apa sih, yang Mas incer dari aku?!" tanya Sara penasaran.


Mendengarkan ucapan Sara, Zayn mendadak terdiam. Ucapan wanita di sebelahnya mendadak membuatnya tersentak dari tingkah gila yang ia lakukan saat ini.


"Ck! Melihat Mas terdiam seperti ini, kayaknya ... nggak ada sesuatu yang dapat membuatku percaya bahwa Mas sungguh-sungguh ingin menikahiku," Sara berargumen sendiri dan melontarkan apa yang ada dipikirannya.


"Yaudah. Pikirkan baik-baik dan pertimbangkan lagi ... alasan kenapa Mas ingin menikahiku. Kalau perasaan bersalah karna mengambil hal berharga dariku pada siang itu ... sebaiknya, lupakan saja tentang pernikahan ini," tutur Sara lagi.


Wanita itu pun keluar dari mobil Zayn. Kali ini, Zayn tak menahan Sara. Bahkan ia mematung akibat ucapan yang dilontarkan oleh Sara tadi.


"Aku harus menjauhkan dia dari Mas Rain! Laki-laki itu nggak boleh memiliki istri dua! Memangnya, hanya dia yang bisa memiliki semuanya?! Bahkan perhatian dari Papa juga dia yang ambil! Nggak! Aku harus cari cara!"


Zayn merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel. Kemudian ia menghubungi seseorang.


...****************...


"Kyaaaa!!! Aku rindu!" seru Joey saat Rain memasuki penthouse. Tanpa berkata panjang lebar, Joey Ia langsung melompat ke pangkuan Rain dengan manja.


Pria tampan yang Joey rindukan itu membawakan bunga mawar untuknya. Dengan gesit, Rain memeluk tubuh istrinya yang sedang melingkarkan kedua tangan ke lehernya dengan manja.


"Maaf ... aku melewatkan peresmian penting RJ Group. Padahal-"

__ADS_1


Cup!


Joey mengecup lembut bibir suaminya. Lalu menatap lekat ke arah Rain dengan tatapan yang penuh cinta.


"Nggak apa-apa. Ke mana pun Om pergi, yang penting Om selalu tau jalan pulang," tutur Joey pelan. "Aku nggak suka rumah yang kosong dan hampa."


"Kalau gitu ... ayo kita bikin Rain dan Joey junior?!" seru Rain tiba-tiba.


"Aw!" pekik Rain saat dadanya di cubit oleh Joey. "Sakit."


"Lagian ... Om 'kan masih cap-"


Rain langsung melu-mat bibir Joey. Ia tak membiarkan gadis itu menyelesaikan ucapannya. Sembari ia memainkan lidahnya ke dalam bibir gadis itu, tangan kanannya mulai menelusuri daging tebal diantara kedua paha Joey.


"Mhhh ..." de.sah Joey tak tahan.


Tangan Rain mulai nakal menyusup masuk ke dalam panty istrinya. Ia membelai lembut lipatan hangat yang sudah basah itu.


"Ugh!" Joey mendorong tubuh Rain. Perutnya terasa mual dan ia tak bisa menahan sesuatu yang seperti ingin keluar dari dalam mulutnya.


Joey langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Entah apa yang ia makan siang tadi, yang jelas saat ini perutnya begitu mual.


"Hey ... are you okay?" tanya Rain khawatir.


Joey membersihkan mulutnya segera dan berkumur-kumur. Sedangkan Rain, pria itu memijat pelan kedua bahu istrinya.


"Aku ...." Joey tak mampu melanjutkan ucapannya saat ia melihat pantulan tubuhnya dan Rain di kaca. Tinggi mereka sejajar dan ....


"Om?!!!" Joey menoleh ke arah Rain. Di lihatnya dari atas ke bawah tubuh suaminya.


"Se-sejak kapan?" tanya Joey terkejut dengan kedua bola matanya yang terbelalak.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2