OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Di Dekatmu Aku Baik-baik Saja


__ADS_3

...“Hidupku lebih bahaya lagi kalo Om nggak ada di sisiku. Semuanya selalu baik-baik saja saat berada di dekat, Om.” Joey ...


...🌸🌸🌸...


“Om bilang aku hamil?!” tanya Joey.


Gadis itu mengulang kembali pertanyaannya dengan mata yang mendadak terbelalak saat bangun tidur. Bagaikan di sambar petir di siang bolong tanpa angin dan tanpa hujan, seketika matanya memanas dan tubuhnya bergetar hebat. Ia membayangkan bagaimana nanti jika isu tentang dia hamil di luar nikah tersebar ke mana-mana? Lalu karirnya sebagai penyanyi? Apa harus layu sebelum berkembang?


Rain yang menyadari tubuh gadisnya bergetar, ia terkejut dan langsung duduk dari tidur. Ia memposisikan tubuhnya menghadap Joey sambil meraih tubuh tersebut ke pelukannya.


“K-kamu menyesal ya? Mengandung benihku?” tanya Rain dengan suara yang tercekat. Wajah yang sempat sumringah tadi karena bahagia akan menjadi seorang ayah dari rahim gadis kesayangannya, kini mendadak sendu dan merasa bersalah.


“Maaf, aku bahagia sendiri,” gumamnya lirih. Ia menyesali kehendak sepihaknya yang menginginkan bayi dari rahim Joey tanpa persetujuan gadis itu.


Joey yang menyadari suara parau Rain, ia langsung duduk tegap menghadap Rain dan menatap pria itu dengan rasa bersalah. Ia tak ingin kembali mengecewakan dan membuat pria tersebut bersedih hati.


“Om jangan salah paham dulu,” sesal Joey. “Aku senang, sangat senang karna bisa mengandung bayi Om, t-tapi …”


Wajah yang semula sendu, kini berubah penasaran. Rain mengernyitkan dahinya. Ia meraih kedua tangan Joey dan menggenggamnya erat. “Katakan, apa yang membuatmu khawatir? Hmm?”


Berkat janji kelingking yang telah mereka lakukan tadi, Joey akhirnya menceritakan semua rencananya sejak awal. Alasan kenapa ia ingin menjadi penyanyi, alasan kenapa ia takut hamil hingga beredar isu-isu buruk tentangnya. Meskipun tujuan awalnya dulu untuk mandiri dan tak bergantung pada Rain, tapi setidaknya kini ia tetap harus melanjutkan hal tersebut karena memang menginginkannya.


Kini mereka telah meluruskan semua salah paham yang ada. Joey tertunduk gelisah dengan tatapan yang nelangsa. Berharap-harap cemas peristiwa buruk apa yang akan ia lewati saat ia terkenal nanti beredar gosip panas yang menjatuhkannya hingga tak mampu bangkit lagi.


“Aku tau ini berat, tapi kita harus melaluinya bersama,” Rain berusaha menyemangati Joey. “Langkah awal, mungkin kehamilan ini harus dirahasiakan dulu.”


“Beri aku waktu selama dua bulan, aku akan mengungkapkan seluruh kejahatan Shailendra Group dan merebut posisi CEO Ravindra Group. Setelah itu, aku akan mempublikasi hubungan kita.”


“Gi-gimana kalo ada komentar-komentar jelek?” tanya Joey cemas. Wajah pucat gadis itu semakin dibuat pasi saat membayangkan ia mendapat julukan pelakor dan gadis murahan yang merebut posisi Nyonya Ravindra selanjutnya dengan cara yang kotor.

__ADS_1


“Kita nggak bisa menyuruh orang diam, tapi kita bisa menutup mata dan telinga. Lagi pula, isu-isu buruk itu nanti akan menghilang sendiri,” tegas Rain dengan serius.


“Jadi, sementara isu tersebut hilang, ayo kita tinggal di luar negri sambil menunggu kelahiran bayi kita,” sambungnya lagi.


“Te-terus, gimana dengan pinalty kontr-“


“Nggak masalah. Uang pelanggaran kontrak sebesar tiga miliar rupiah tak seberapa. Bagiku kamu yang lebih berharga,” ucap Rain sambil mengecup lembut kedua tangan Joey silih berganti.


“Mulai detik ini, tolong jaga kesehatanmu, hmm? Ada bayi kita di sini,” ucap Rain sambil mengelus lembut perut Joey.


Joey mencoba tersenyum sambil menenangkan pikirannya. Meskipun pria itu menyuruhnya bertahan dan kuat serta memberikan beberapa solusi, tetap saja ia dibuat khawatir saat membayangkan menjadi musuh para netizen.


“Sayang?” panggil Rain lirih. Pria tersebut menatap lekat ke wajah gadis yang ia cintai tersebut.


“B-baiklah,” sahut Joey sambil kedua sudut bibirnya terangkat dan membentuk senyuman yang manis. Senyuman yang tulus dari seorang gadis yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


“Om,” panggil Joey sambil menatap ke arah Rain.


Joey meraih telapak kanan Rain. Lalu diciuminya setiap inci dari telapak tangan tersebut sambil memejamkan matanya, kemudian ia menaruh telapak tangan tersebut ke pipinya sambil tersenyum penuh arti.


“Aku takut,” gumamnya pelan.


Rain tersenyum melihat tingkah Oleander-nya tersebut. Tangan kirinya membelai lembut rambut gadis itu. “Maafkan aku karna menempatkanmu dalam bahaya.”


“No, it’s okay. Hidupku lebih bahaya lagi kalo Om nggak ada di sisiku. Semuanya selalu baik-baik saja saat berada di dekat, Om.”


Joey membuka matanya perlahan dan mendekatkan tubuhnya ke arah Rain, lalu di kecupnya dengan lembut bibir pria yang akan menjadi ayah dari anaknya sembari ia menutup matanya kembali. Menikmati sensasi hangat yang sudah hampir beberapa minggu tak ia rasakan.


Rain tak mampu menahan bi.ra.hinya yang mendadak te.rang.sang akibat lu.ma.tan hangat yang gadis itu berikan di bibirnya. Tanpa sadar, kedua tangan kekar pria tersebut meraih tubuh Joey dan mengangkatnya duduk di atas paha. Ia meraih tengkuk Joey dan membalas ******* tadi dengan sangat bergai.rah.

__ADS_1


Joey menikmati ciuman hangat yang dibalas oleh Rain. Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu sambil memainkan lidahnya masuk ke dalam mulut pria tersebut. Saat Rain membalas permainan lidahnya, perlahan Joey mulai mere- mas rambut Rain.


“M-maaf,” ucap Rain sambil menghentikan ciuman panas mereka. Napas pria itu terengah-engah, ia sangat menikmati dan dibawa hanyut oleh gai.rah yang sudah tertahankan sekian lama.


“Kenapa, Om?” tanya Joey dengan suaranya yang parau.


“Kamu masih sakit dan … ada bayi kita di sini,” ucap Rain sambil memegang perut Joey.


“Emangnya kalo hamil nggak bisa bercocok tanam?” tanya Joey polos.


“Aku nggak mau bayi kita kenapa-kenapa,” tutur Rain dengan raut wajah yang khawatir. Ia melingkarkan kedua tangannya ke pinggul Joey dan memajukan tubuh gadis itu menghapus jarak di antara mereka.


“Emangnya Om bisa tahan?” goda Joey sembari menggoyangkan pinggulnya dengan gesekan yang lembut tepat di atas batang pria itu yang sudah mengeras dengan sempurna.


“Soalnya ada yang bangun di bawah sana, tapi kasian nggak bisa di bobo-in,” sambungnya lagi sambil tertawa cekikikan.


Rain mendadak menghela napasnya dengan berat. Ia dibuat frustasi akibat juniornya yang sudah bangun dengan sempurna tapi tak dapat memasuki lobang kenikmatan yang sudah sekian lama tak ia terobos. Kepalanya dibuat pusing karena menahan gai.rah yang kini sedang bergejolak di dada.


“Jadi, gimana, Om?” goda Joey lagi. Gadis itu merasa senang dan puas karena dapat menggoda pria mesum ini. Pasalnya, sebelumnya pria mesum ini seenaknya saja menggagahinya dengan brutal dan tanpa ampun. Kini, gilirannya menjahili pria itu dengan membuatnya semakin pusing menahan gai.rah yang tertahan dan tak tersalurkan.


Rain mendadak menyeringai. Wajahnya yang semula gelisah, kini tersenyum. Senyuman yang mengerikan membuat Joey bergidik ngeri.


“Om nggak mikirin sesuatu yang aneh ‘kan?” Joey mendadak menjarakkan tubuhnya dari pria itu.


“Lobangmu ‘kan nggak cuma satu.” Rain menarik paksa tubuh Joey agar berdempetan dengannya lagi.


“M-maksud, Om?” tanya Joey dengan wajah yang ketakutan. “A-aku ‘kan lagi sakit, Om?”


“Siapa suruh menggodaku?” bisik Rain ke telinga Joey. “Bersiaplah. Satu lobang nggak bisa digunakan, masih ada lobang lain yang bisa ku gunakan.”

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG


__ADS_2