OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Sebuah Titik Terang


__ADS_3

..."Bos, kami sudah menemukan bukti bahwa Shailendra Group merupakan mucikari terbesar di Indonesia." - Charlie (Tim Selatan)...


...🌸🌸🌸...


Siang itu, waktu menunjukkan pukul dua belas nol-nol. Ruangan bawah tanah yang tak ada sedikitpun cahaya mentari, terasa begitu pengap dan sesak. Padahal sebelumnya ruangan tersebut begitu dingin karena suhu AC yang rendah.


Seluruh tubuh Joey terasa begitu panas dan gerah, begitu juga Rain. Pria yang tadinya sempat terbawa emosi akibat wanita pengganggu, kini dibuat meleleh hanya karena sebuah ciuman panas yang Oleander-nya berikan.


"Ughh..." Joey tak mampu menahan len.nguhannya saat tangan kekar pria tersebut mulai mera.ba gunung sintalnya dengan re.masan yang perlahan semakin keras.


Dengan napas yang menderu dan terdengar berat, Rain mengarahkan bibirnya ke telinga Joey seraya berbisik. "Lingerie-nya dibawa?"


Joey yang sempat terhanyut akibat seragan tangan kekar Rain di dadanya, tertunduk malu saat pria itu menanyakan baju dinas yang sempat pria itu minta untuk dibawa malam tadi.


"A-ada," jawab Joey. Pipinya semakin dibuat merona saat menjawab pertanyaan Rain. Entah kenapa ia mematuhi permintaan pria itu untuk membawa lingerie. Apa karena kemaren mereka tak sempat bercocok tanam?


"Pakailah dulu," pinta Rain dengan suara yang berat. Namun tangannya tak henti-hentinya mere.mas gunung sintal gadis tersebut.


"Se-sekarang?" tanya Joey memastikan. Pasalnya pria itu masih saja memberikannya pemanasan tanpa henti. Bagaimana dia bisa turun dari pangkuan pria tersebut jika ia masih dijadikan tawanan.


Rain yang sadar akan kenakalan tangannya, ia menghela napas sambil berdecak. Tangannya ikut berhenti dan melonggar agar gadis itu dapat turun dan mengganti pakaiannya ke pakaian dinas.


"Tapi, Om. Ini 'kan masih siang?" ucap Joey yang tiba-tiba tersadar bahwa sekarang masih siang.


"Siang?" tanya Rain sambil menyeringai. "Aku nggak tau apa itu siang dan malam saat kedua tubuh kita menjadi satu. Yang ku tau hanya satu, bercinta tanpa henti."


Joey bergegas bangkit dari duduknya saat Rain mengatakan hal yang memalukan tersebut dengan sangat santai. Bagaimana bisa pria itu tak ada sedikit pun rasa malu saat mengatakan hal tersebut? Dasar pria mesum! Kalau tak sayang, mungkin sudah ia tampar jauh-jauh hari karena kata-katanya yang selalu nakal.


Joey meraih paperbag yang berisikan lingerie menuju ke kamar mandi.


"Mau ke mana?" tanya Rain saat melihat Joey meninggalkannya.


"Toilet," sahut Joey bingung.


"Di sini aja. Aku juga udah melihat semuanya," ucap Rain sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya. Pria itu mengatakannya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


Wajah Joey kembali dibuat merah bak udang rebus akibat ucapan sederhana namun penuh arti itu. Ia hanya bergegas pergi tanpa mengindahkan prianya itu.


Saat di kamar mandi, Joey mengeluarkan lingerie baru yang dulu dibelikan oleh Rain. Sebelumnya, ia baru memakai satu buah lingerie, sisanya masih banyak yang tak tersentuh di dalam plastik.


"Hah?! Kok bawa yang ini sih?!"


Joey tersentak kaget begitu mengeluarkan lingerie dari plastiknya. Ia memajang lingerie tersebut ke depan cermin sembari ia juga ikut bercermin. Lingerie yang ia bawa saat ini terkesan sangat seksi. Bagaimana tidak? Tepatnya di kedua dada sintal miliknya, ada dua buah lobang yang di desain terbuka sehingga menonjolkan dua pucuk ranumnya. Sedangkan panty-nya, hanya lah beberapa buah tali yang tak berpenutup tepatnya di bagian lipatan daging tebal.


Gadis itu menepuk jidatnya sendiri sambil menghela napas. Dasar gadis mesum! Rutuknya saat itu. Apa karena mencintai pria mesum makanya sekarang ia menjadi gadis mesum juga? Ck! Semesta benar-benar telah menyatukan dua orang mesum bersama. Ia berharap agar anak diperutnya saat ini tak menjadi mesum saat dewasa nanti.


Tok tok tok!


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mandi, sepertinya itu Rain.


"Sweetheart? Are you okay?" tanya Rain tiba-tiba.


Joey kebingungan kenapa pria itu menanyakan hal tersebut.


"Ya, i'm okay," sahutnya dari dalam kamar mandi. "Kenapa, Om?"


"Dasar ca.bul!" gumam Joey sambil mencebik. Ia pikir kenapa pria itu mengetuk pintu, ternyata gai.rah mesumnya sudah meronta-ronta.


Di saat yang sama, saat di mana Rain sedang gelisah menunggu Joey yang mengganti lingerie di kamar mandi, pria itu di buat mondar-mandir bak setrika. Juniornya yang sudah meronta-ronta ingin segera di urut menggunakan liang hangat nan sempit itu. Kepalanya benar-benar dibuat pusing setengah mati karena menunggu gadisnya berganti pakaian.


"Ck! Nggak usah foreplay!" gumam Rain tak sabar. Ia tak menginginkan pemanasan lagi. Pikirnya saat itu, begitu gadisnya keluar dari kamar mandi, ia akan segera membawa gadis tersebut ke ranjang yang berada di ruangan tersebut, lalu membantingnya ke ranjang dan segera memakan tubuh gadis itu tanpa ampun. Hampir sebulan lamanya ia tak menja.mah tubuh gadis itu.


Drrttt Drrtttt....


Ponsel Rain bergetar.


"Siapa lagi sih!" ketusnya sebal.


Rain meraih ponselnya yang berada di atas meja. Nama Charlie tertera di layar ponsel tersebut. Pria tersebut merupakan ketua dari Tim Selatan yang ditugaskan Rain untuk mencari tahu kelemahan Shailendra Group.


"Hallo?" Rain bergegas menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


^^^"Bos, kami sudah menemukan bukti bahwa Shailendra Group merupakan mucikari terbesar di Indonesia."^^^


^^^"Bahkan mereka memperdagangkan anak-anak yang usianya masih di bawah umur."^^^


^^^"Ada beberapa saksi yang sudah kami sandera."^^^


Rain mendadak terbelalak. Matanya yang semula mesum tiba-tiba saja terbelalak sambil tersenyum sumringah. Akhirnya, tanpa harus menunggu dua bulan, pasukannya telah menemukan kelemahan untuk menjatuhkan Shailendra Group.


"Good job!!!" seru Rain dengan lantang sambil mengepalkan tangan kirinya dan dan diayunkan dari atas ke bawah sambil menggumamkan kalimat 'yes'.


"Bagaimana dengan penyelundupan narkoba?" tanya Rain antusias.


^^^"Kami sudah menghubungi Tim Utara perihal ini."^^^


^^^"Mereka juga-"^^^


Rain terperangah dan tak begitu mendengarkan apa yang diucapkan oleh Charlie begitu ia melihat Joey keluar dari kamar mandi.


Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tertunduk merah sembari kedua tangannya menutupi dua bukit sintalnya. Meskipun dua gunung kembar tersebut ditutupi oleh tangan, anggota tubuh yang lain masih tetap terekspos dengan sangat seksi. Bagaimana tidak? Lingerie hitam yang dikenakan oleh Joey benar-benar transparan sehingga mempertontonkan seluruh lekukan tubuhnya yang indah.


Nafsu Rain semakin dibuat bergelora saat melihat daging tebal bawah Joey yang terbuka namun tetap terhiasi oleh tali-tali indah.


^^^"Bos?"^^^


^^^"Halo, Bos?"^^^


Charlie yang sedari tadi menjelaskan situasi, tak didengarkan oleh Rain. Seluruh anggota tubuh pria itu benar-benar tertuju pada Oleander-nya yang kini begitu indah dan seksi.


"Nanti kita lanjut." Ucap Rain sambil mematikan ponselnya. Kemudian ia melemparkan ponselnya ke atas sofa dan bergegas menuju ke arah Joey. Ia benar-benar sudah tak sabar ingin segera melakukan penyatuan tubuh dengan gadisnya itu.


"Om. J-jangan membuatku takut. Di sini ada bayi kita," ucap Joey gagap sambil satu tangannya tak sengaja turun membelai perut sehingga satu bukit sintalnya terekspos dengan pucuk ranum yang menantang.


"Haaa... Aku tak peduli, racun Oleander-nya sudah menyebar ke seluruh tubuhku," gumam Rain tak tahan.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2