OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Gadis Yang Membuatku Bertekuk Lutut


__ADS_3

..."Aku penasaran, seperti apa wanita yang berhasil membuat seorang Rain Ravindra bertekut lutut?" - Sara Walters...


...🌸...


..."Hmm... Oleander beracun ini yang berhasil membuatku bertekuk lutut." - Rain Ravindra...


...🌸🌸🌸...


"Aku akan membicarakan hal ini dengan istriku dulu," tutur Rain dengan wajah datar dan tanpa ekspresi.


Sara terbelalak terkejut. Matanya membulat. "Istri?"


"Hmm. Aku sudah menikah," sahut Rain sambil mengeluarkan kalung dari dalam kemejanya. Ia menggantungkan cincin pernikahannya dan Joey di kalung. Karena hubungan pernikahan yang mereka jalani sekarang merupakan hubungan yang diam-diam atau lebih dikenal dengan backstreet.


"Ck! Kok bisa aku dijodohin dengan suami orang?" Sara tertawa terbahak-bahak. Awalnya ia takut jika pria yang dijodohkan dengannya akan terobsesi padanya yang cantik dan bertalenta itu. Pikirnya, hanya Zayn saja yang tak menyukainya, tapi ternyata Rain juga sama tak menyukainya.


"Keluarga Ravindra benar-benar di luar dugaanku," gumam Sara lirih.

__ADS_1


Rain menatap ke arah Sara. Ia mengerutkan dahinya seolah-olah bertanya apa maksud dari ucapan wanita itu.


Sara mengangkat kedua alisnya sembari mencebik. "Ku pikir, hanya Zayn Ravindra yang susah ku taklukkan. Ternyata Rain Ravindra juga tak tertarik padaku."


Rain tersenyum setengah sembari menghela nafasnya. "Rasa percaya dirimu terlalu tinggi."


"Hahaha... baguslah. Jadi aku tak perlu susah-susah membuat batas di antara kita. Karena kita memang tak saling suka," lirih Sara sambil bangkit dari duduknya.


Wanita itu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama. Ia memberikan kartu nama tersebut pada Rain.


"Hubungi aku segera," tutur Sara sambil tersenyum.


"Can we leave now?" tanya Sara sambil memposisikan tubuhnya di belakang kursi roda Rain. Ia bersiap-siap untuk mendorong kursi roda tersebut.


"Hmm." Rain hanya mendehem mengiyakan. Dibenaknya saat ini, jika ia menceritakan semuanya pada Joey, apa gadis itu akan menerima dan mengerti? Ia tak ingin ada salah paham antara ia dan istrinya. Karena bagaimana pun, prioritas pertamanya adalah Joey, Si Oleander Kesayangannya.


Sara membuka pintu ruangan tersebut sambil berkata perlahan. "Aku penasaran, seperti apa wanita yang berhasil membuat seorang Rain Ravindra bertekut lutut?"

__ADS_1


Sesaat setelah Sara mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu, terlihat sosok Joey yang sedang terengah-engah berdiri di depan pintu ruang meeting. Gadis cantik yang berbalut dress elegan berwarna cream mengkilat itu terbelalak saat mendapati suaminya keluar dari ruang meeting bersama Sara, wanita yang dijodohkan oleh Ravi Ravindra untuk anaknya, Rain Ravindra.


"Aku istrinya," sahut Joey tanpa basa-basi. Saat ini matanya terlihat berapi-api karena rasa cemburu yang saat itu juga ingin ia semburkan pada Sara. "Apa yang kalian lakukan di dalam?"


Rain tersenyum. Ia merasa senang saat melihat Oleander-nya telah berubah. Gadis yang dulunya penakut, sejak kapan berubah berani begini? "Hmm... Oleander beracun ini yang berhasil membuatku bertekuk lutut."


"Oleander?" ulang Sara sambil mengerutkan dahinya. Ia juga menatap ke arah Joey dan melihat gadis itu dari atas hingga bawah. Entah kenapa nama 'Oleander' itu sepertinya tak asing di telinganya.


"Oleander itu 'kan nama hotel ini?" tutur Sara sambil melihat ke arah Rain.


Joey tersenyum sambil berjalan mendekat ke arah Rain dan Sara. Dengan elegannya gadis itu mengulurkan tangannya kepada Sara.


"Joey Ainsley. Gadis yang membuat Rain Ravindra bertekuk lutut," jelas Joey dengan sorot mata yang percaya diri, "sekaligus pemilik dari Hotel Nerium Oleander ini."


Sara menangkupkan kedua tangannya menutupi mulutnya. Matanya terbelalak kaget. "Amazing!"


Sara langsung menjabat tangan Joey dan ia tersenyum sambil berkata dengan lirih. "Aku tak menyangka rencanaku ini akan menjadi semakin mudah."

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2