OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Obsessive Love Disorder (OLD) Part 2


__ADS_3

..."Kamu udah jadi Sugar Baby kok, sejak empat belas tahun yang lalu. Keberuntunganmu hanyalah karna aku nggak di Indonesia. But now, i'm back. Aku kembali untuk mengambil apa yang udah aku bayar selama ini." - Rain...


...🌸🌸🌸...


"S-sembilan bulan?!" Joey bertanya sambil membelalakkan matanya ke arah Rain, Si Pria Datar Bin Dingin itu.


"S-sperm ...." Joey tak dapat melanjutkan perkataannya. Seketika wajah gadis itu memerah karena malu. Dia juga tak ingin langsung mengatakan apa yang ada dipikirannya saat ini. Takutnya, apa yang ada dipikirannya saat ini tak seperti yang dimaksud oleh Rain.


"Iya. Spermaku akan memenuhi rahimmu. Jadi kamu juga harus siap untuk menjadi ibu dari anak-anakku."


Joey semakin kehabisan kata-kata saat mendengarkan ucapan frontal Rain yang tak ada filter tersebut. Pria itu benar-benar mengucapkannya tanpa rasa malu dan bersalah! Bahkan setelah ia mengatakan hal tersebut, dengan gontainya ia berlalu pergi meninggalkan Joey yang mematung di pintu kamar.


"Kalo nggak makan sekarang, aku yang akan memakanmu," ancam Rain. Sepertinya pria itu sedang menunggu Joey di meja makan.


Joey berlari setengah tertatih menuju meja makan meskipun kakinya belum sepenuhnya sembuh. Ia lebih takut kepada pria dewasa itu ketimbang luka yang tak sembuh-sembuh. Tanpa sadar, gadis itu lupa memakai baju dan hanya mengenakan handuk ke meja makan.


"Sandwich tuna tanpa sayur?" lirih Joey heran sambil duduk di kursi yang ada di depan Rain. Bagaimana pria itu bisa mengetahui sarapan pagi kesukaannya? Dan bagaimana pria itu bisa tahu bahwa ia tak suka sayur?


"Nggak makan?" tanya Rain saat melihat Joey yang sibuk mengerutkan bibirnya melihat sandwich yang ada di depan matanya.


"Dari mana Om tau ini menu andalanku untuk sarapan?" selidik Joey tanpa menatap ke arah Rain.


Rain hanya diam. Pria itu sibuk menyuapi mulutnya dengan sandwich sambil fokus ke layar tablet yang ada di sisi meja makan di dekatnya.


"Mungkin tau dari Om Harry," lirih Joey. Gadis itu menerka-nerka karena tak ada jawaban dari Rain untuk menanggapi pertanyaannya.


"T-tapi, aku 'kan nggak suka susu putih?" protes Joey pelan sambil menatap ke arah susu putih yang ada di depannya.

__ADS_1


"Aku nggak mau kalo stok susu-mu kering saat di se dot nanti." Lagi-lagi, Rain berbicara vulgar tanpa basa basi.


"Om. Ada yang harus kita bicarakan," ucap Joey serius sambil mengepalkan kedua tangannya di atas meja dengan tatapan yang tajam ke arah Pria Datar Bin Dingin itu. Setelah memikirkannya, Joey memutuskan untuk menyudahi semua kegilaan yang tak masuk akal ini


"Aku sibuk."


"Sibuk?" tanya Joey sambil mendelik. "Tapi ini penting dan ... aku ingin nge-kos sendiri."


"Nggak."


"Loh? Kok nggak?!"


"Bayar dulu dua miliar kalo kamu mau ninggalin apartemen ini," sahut Rain datar dan masih terfokus pada layar tabletnya.


Sepertinya pria itu tidak khawatir mendengarkan keinginan Joey untuk ngekos sendiri. Pasalnya, ia tau bahwa gadis itu tak mampu membayar uang kompensasi yang besar itu. Dari mana gadis yang masih muda baru tamat sekolah itu bisa mendapatkan uang sebesar itu?


"Cicil? Emangnya aku bank?" celetuk Rain lalu meneguk susu di gelasnya.


Joey terperangah saat melihat pria dewasa tampan di depannya yang sedang meneguk susu. Ia mendadak menelan salivanya saat melihat jakun Rain yang naik turun karena sedang menegak minuman. Rain yang menyadari hal tersebut, menyeringai sesaat setelah menghabiskan susu di gelasnya dan meletakkan gelas tersebut ke atas meja.


"Gimana? Tertarik, 'kan?" tanya Rain dengan tatapan nakal.


"Ng-nggak!!!" sanggah Joey yang seketika terbuyar dari lamunannya. "Nggak mau! Masak aku ngasih kesucian aku untuk pertama kalinya sama Om-Om. Memangnya aku Sugar Baby?!"


"Of course, yes!" sahut Rain dengan lantang. Pria itu mengalihkan pandangannya dari tablet dan kini sorot matanya tertuju pada Joey.


"Kamu udah jadi Sugar Baby sejak empat belas tahun yang lalu. Keberuntunganmu hanyalah karna aku nggak di Indonesia. But now, i'm back. Aku kembali untuk mengambil apa yang udah aku bayar selama ini."

__ADS_1


Ucapan Rain benar-benar menohok sehingga Joey tak dapat berkata-kata. Pria itu benar-benar licik seperti ular. Dia memanfaatkan jasa yang selama ini ia berikan pada Joey demi memenuhi obsesinya.


"Habiskan makanannya. I don't like having s e x with a skinny girl," celetuk Rain sambil kembali menatap tabletnya.


"Oke! Aku nggak akan makan! Biar aku kurus dan nggak perlu ML sama Om!"


Mendengarkan ucapan Joey tersebut, Rain hanya diam tanpa kata. Namun ia bangkit dari duduknya dan mendekati Joey. Pria itu perlahan memegang karet celana jogernya seperti orang yang sedang ingin membuka celana.


"O-Om mau ngapain?!" tanya Joey curiga.


Rain mendekatkan wajahnya ke telinga Joey, lalu tangan kekar pria tersebut menyibakkan rambut panjang yang menutupi telinga gadis tersebut.


"Make a baby with you," bisik Rain sambil menciumi telinga Joey.


"A-aku 'kan sedang datang bulan!"


"Why not? Sebelum kamu kurus? Mending sekarang," goda Rain dengan tatapan yang mesum.


"Oke oke, aku akan makan! Tapi jangan sentuh aku sekarang!" Joey memutarkan bola matanya sambil menyuapi sandwich yang ada di atas meja. Gadis itu memasukkan sandwich tersebut ke dalam mulutnya hingga penuh.


Rain yang melihat tingkah lucu gadis tersebut pun beranjak duduk di kursinya dengan wajar datar dan kembali menatap tabletnya.


Sekitar beberapa detik kemudian, tiba-tiba saja Joey tersedak saat tak sengaja melihat apa yang ada di layar tablet Rain.


"I-itu ...." ucap Joey. Matanya membulat dengan mulut yang setengah menganga.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2