
..."Ini bukan cinta, Om! Ini tuh obsesi!" - Joey...
...🌸🌸🌸...
Joey membuka matanya perlahan, samar-samar terlihat bayangan seorang pria yang sedang duduk menyilangkan kaki dengan tatapan yang terfokus ke arahnya.
"Udah sadar?" tanya pria tersebut dengan nada yang dingin.
Karena penglihatannya kabur, Joey mengerjap-ngerjapkan matanya agar penglihatannya bisa terfokus pada sosok yang ada di depannya. Saat ia dapat melihat dengan jelas sosok yang ada di depannya, seketika tubuhnya tersentak kaget.
"Om Rain?" gumamnya lirih.
Gadis itu melihat sekelilingnya. Ruangan yang tak asing dan sangat familiar, bahkan sebelum pergi, ia menyempatkan diri untuk memasuki ruangan tersebut. Ini 'kan, kamar malaikat yang ia cintai? Lalu, sekarang dia sedang berada di atas ranjang pria itu, 'kan? Joey semakin dibuat kaget saat ia berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi sulit dan sesak, karena seperti sedang terikat dan tak dapat bergerak.
"Masih mau pergi? Huh?" tanya Rain dingin. Raut wajah yang garang dengan tatapan yang mematikan, cukup membuat wajah pria tampan itu terlihat sadis dan mengerikan.
"Pergi, tapi membawa lingerie yang ku belikan? Ck! Mau kamu pakai dengan pria mana?! Hah?!!! Dasar pe la cur!"
Joey tak dapat berkata-kata, hatinya bagai teriris sembilu saat perkataan kasar tersebut keluar begitu lantang dari bibir pria yang ia cintai. Terlebih lagi saat ia menyadari bahwa tubuhnya terlentang dalam keadaan terikat dan kini ia sedang memakai lingerie yang pernah Rain belikan untuknya. Dengan kedua tangan dan kedua kakinya diikat menggunakan dasi milik pria itu. Gadis itu benar-benar merasa hancur dan tak berdaya.
"Aku nggak suka ngulang kalimat yang udah pernah ku katakan," tutur Rain sambil menyilangkan kedua tangannya ke dada dengan wajah yang sedikit terangkat.
"Sekalinya milikku, selamanya akan menjadi milikku," sambungnya.
Joey mengeram kesal sambil menggigit bibir bawahnya. Mata gadis itu memanas hingga tatapannya berkaca-kaca. Meski terikat, ia masih bisa mengepalkan kedua tangannya karena kesal.
"Mau berontak? Ck! Benar-benar nggak tau diri!" umpat Rain dengan suara yang lantang. Pria itu menghela nafasnya dengan kasar, lalu ia memijat-mijat pelan pelipisnya.
"Om bener-bener keterlaluan," ucap Joey dengan nada yang pelan dan terdengar putus asa. Sungguh, dia sangat tak menyangka bahwa pria yang ia cintai berani berbuat sejauh ini.
__ADS_1
"Keterlaluan? Ck!" Rain berdecak sebal sambil bangkit dari duduknya. Pria tersebut bertolak pinggang sambil menatapnya tajam. Ada rasa frustasi yang sedang bergejolak di dada yang ia tahan sejak tadi.
"Kamu yang keterlaluan! Katanya cinta, katanya sayang, tapi malah pergi tinggalin aku yang benar-benar tulus cinta sama kamu!" bentakkan menggema di ruangan yang besar tersebut.
"Ini bukan cinta, Om! Ini tuh obsesi!" sembur Joey dengan nada yang tinggi. "OB-SE-SI!"
Rain yang tak terima mendengarkan ucapan gadis itu, ia bergegas mendekati Joey yang sedang terbaring terikat di tengah ranjang. Diraihnya dengan kasar dagu mungil gadis cantik itu.
"Lihat sini!" perintah Rain. "Cuma tunggu sebentar aja, kamu nggak bisa? Hah? Dulu, empat belas tahun kamu bisa nunggu, ini cuma setahun dua tahun, kamu nggak bisa?"
"Emangnya dulu ada gosip tentang Om dengan seorang wanita?" kecam Joey. "Nggak, 'kan?!"
Rain terdiam, perlahan ia melepaskan dagu memungil gadis tersebut dari tangan kekarnya. Pria tersebut mengdengus dengan kasar sambil mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan.
"Sampai aku jadi CEO!" ucap Rain. "Setelah itu, ayo kita nikah!"
"Nggak mau!" bantah Joey. "Aku nggak mau menyia-nyiakan waktu dengan duduk menonton menyaksikan orang yang kucintai perlahan mencintai wanita lain!"
"Katakan!" perintah Rain memaksa. "Katakan bahwa kamu nggak akan pergi ke mana-mana sampai aku cerai dengan wanita itu! Dan selama aku menikah dengannya, hanya kamu seorang yang dapat memanjat ranjangku!"
"Nggak! Lebih baik aku jadi Kupu-Kupu Malam daripada harus menyerahkan tubuhku ke pria yang merupakan tunangan dan suami orang lain!"
"Katakan apa yang ku suruh!" geram Rain sambil memegang kedua pipi Joey menggunakan tangan kirinya yang kekar.
"S-sakit..." ringis Joey diiringi isak tangis yang terdengar pilu dan tak berdaya.
"Cepat! Katakan yang ku suruh tadi!" perintah Rain tak mengindahkan ringisan gadis kesayangannya.
"Nggak mau!"
__ADS_1
Bukannya mengikuti perintah dari Rain, sebaliknya, Joey semakin berani menolak dan membantah permintaan pria yang sedang emosi tersebut.
"Oke, kita liat sampai kapan kamu bisa ngotot dan tak ingin berubah pikiran!"
Rain bergegas menuju lemari pakaiannya, lalu ia mengambil dasinya dan kembali bergegas menuju ranjang.
"Om mau ngapain?!" seketika Joey bergidik ngeri melihat tingkah Rain yang semakin tak terkontrol. Ia semakin terbelalak saat pria itu menyumpal mulutnya menggunakan dasi yang tadi pria itu ambil dari lemarinya.
"Mmm!!!" Joey berusaha meronta-ronta saat mulutnya di sumpal oleh dasi, sayangnya suara gadis tersebut tak terdengar melainkan era ngan yang terdengar ero tis di telinga pria itu.
Mendengar era ngan yang dikeluarkan dari mulut gadis tersebut, Rain dibuat tak tahan ingin segera menggagahinya, ditambah lagi gadis tersebut sedang mengenakan lingerie hitam dalam keaadan terikat. Sungguh pemandangan yang sangat vulgar.
"Sial! Kau membuatku nga ceng!" umpat Rain kesal.
Ia membuka satu per satu kancing bajunya lalu melepaskan semua pakaiannya dan merangkak menuju tubuh gadis yang sedang terikat tak berdaya di atas kasur. Pria tersebut memulai permainan ya dari ujung jari kaki gadis itu, diciuminya perlahan-lahan menaiki tulang kering hingga paha dan ia berhenti saat wajahnya berhadapan dengan segitiga milik gadis tersebut. Diendusnya dengan sangat dalam, lalu perlahan ia menjilati segitiga yang menutupi goa yang menjanjikan berjuta kenikmatan.
"Mmhhh!" sekujur tubuh Joey dibuat bergetar saat lidah pria rakus itu tiba-tiba saja menyusup masuk ke dalam goa miliknya.
"Haaa... Aku mencium aroma dari racun Oleander-ku." Rain menyeringai dengan sangat mengerikan. Nafasnya terengah-engah saat hidungnya berada dekat dengan segitiga basah milik gadis muda itu.
"Ck! Sepertinya aku akan menelan semua racunnya sampai kering dan tak bersisa!"
Rain mulai memainkan lidahnya menulusuri goa berjuta nikmat tersebut, jemari kasar pria itu menyibak paksa semak yang menutupi goa dan dimasukkannya seluruh lidahnya ke dalam goa Joey yang sudah basah.
Seluruh tubuh Joey bergetar hebat. Tanpa sengaja ia meliukkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan karena lidah Rain yang begitu menggelitik memberikan sensasi aneh namun nikmat terhadap goa miliknya.
"Pikirkan baik-baik, masih ingin pergi dariku? Jika jawabanmu masih sama, aku tak akan berhenti memperkosamu berkali-kali sampai kau tak dapat berjalan kemana pun kamu mau!"
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG...