OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Mama Muda


__ADS_3

...“Ntar, kalo anak kita cowo dan cewe, kita jodohin ya!” – Joey...


...🌸...


...“Iyaaa! Terus ntar cucu lu, cucu gue juga!” – Zea...


...🌸🌸🌸...


Pagi itu, awan begitu cerah dan matahari mulai menjalankan kewajibannya. Rain yang saat itu sudah mengenakan jas dengan rapi, ia meraih ponsel dan menghubungi Zayn. Berkali-kali ia menghubungi adik tirinya itu, tapi tak kunjung di angkat.


“Ck! Bisa-bisanya dia menghilang setelah membuat keributan!” kesal Rain sambil mondar mandir bak setrika panas di kamarnya.


Meskipun penthouse itu menyuguhkan pemandangan yang indah di balik kaca transparannya, tetap saja Rain tak tertarik melihat ke luar. Ia sedang memikirkan cara bagaimana ia bisa menemui Zayn dan menanyakan keributan yang telah adiknya itu timbulkan.


“Sayang … sarapan udah siap,” panggil Joey yang tiba-tiba muncul di balik pintu kamar.


Gadis cantik yang menjadi rebutan pebisnis kaya itu masuk ke kamar dengan celemek yang masih melilit tubuhnya. Ia berjalan mendekat ke arah Rain dengan mengulum senyum yang sangat manis.


“Pagi-pagi kok cemberut?” tanya Joey sambil memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya ke bahu kekar suaminya itu.

__ADS_1


Ting Tong!


Suara bel berbunyi. Rain belum sempat menjawab pertanyaan istrinya, namun bunyi bel tersebut membuat Joey langsung melangkahkan kakinya menuju pintu.


“Joeyyy!” seru Zea girang sambil memeluk tubuh sahabatnya itu. Gadis cantik yang kini telah sah menjadi istri Harry, perutnya sedang membuncit.


“Sayang, hati-hati,” Harry menahan bahu istrinya yang sedang berjingkrak-jingkrak kesenangan karena bertemu dengan Joey. Padahal, hampir setiap hari mereka bertemu karena Zea telah menjadi asisten pribadi Joey sekarang.


“Hahaha… dimarahin suami tuh,” ejek Joey pada Zea. “Ayok, masuk. Aku juga udah nyiapin sarapan lebih karena tau lo sama Om Harry mau ke sini.”


Sambil berjalan menuju meja makan, Rain keluar dari kamarnya tanpa mengenakan kursi roda. Zea dibuat terbelalak saat melihat Rain yang semula lumpuh, ia dapat berjalan dengan leluasa tanpa kursi roda.


Harry ikut terbelalak. Bukankah hanya ia yang tahu bahwa Rain tidak lumpuh? Apa, Rain sudah jujur pada Joey?


“Hahaha! Sarapan dulu deh, ntar gue ceritain ke lu,” ucap Joey sambil meraih lengan sahabatnya menuju meja makan.


...****************...


“Ck! Karna khawatir istrinya muntah-muntah, makanya Om Rain lari ke kamar mandi buat mastiin kalo lu nggak kenapa-kenapa?” tanya Zea sambil meraih gelas susu. Kemudian ia menyeruput susu tersebut. Namun, tiba-tiba ia tersedak dan membelalakkan matanya menghadap Joey dan Rain silih berganti.

__ADS_1


“Sayang, ya ampun kamu, pelan-pelan minumnya,” ucap Harry sambil mengelus pelan punggung istrinya yang sedang hamil empat bulan itu.


“Lu hamil, Joey?!!!” tanya Zea dengan mata yang melotot menatap Joey yang duduk berseberangan dengannya.


Joey mengangguk sambil tersenyum.


“Kyaaaaa!!!” sontak Joey dan Zea berteriak girang bersamaan sambil kedua tangan mereka saling berpegangan di atas meja.


“Haduhhh …” Rain dan Harry menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala secara bersamaan saat melihat tingkah istri mereka. Keduanya tanpa sadar sama-sama memijat pelipis mereka karena melihat kegilaan istri mereka saat tau keduanya sama-sama sedang hamil.


“Ntar, kalo anak kita cowo dan cewe, kita jodohin ya!” ucap Joey gembira. Matanya berbinar-binar dan begitu bersemangat.


“Iyaaa! Terus ntar cucu lu, cucu gue juga!” sahut Zea girang sambil tersenyum dengan sangat lebar.


“Kyaaaaa!!!” keduanya kembali berteriak dengan girang saking senangnya!


Suasana meja makan penthouse tersebut mendadak ramai. Padahal, hanya empat orang di sana. Dua orang pria yang berstatus suami itu melanjutkan sarapan mereka sambil geleng-geleng kepala, sedangkan dua orang wanita lagi sibuk membahas kelangsungan anak cucu mereka.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2