OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Pria Yang Kamu Cintai


__ADS_3

..."Sampaikan maafku pada pria yang kamu cintai, karna aku yang akan mengambil mahkotamu lebih dulu." - Zayn...


...🌸🌸🌸...


Di tengah-tengah kamar hotel, Zayn dan Sara terlihat saling berpelukan dan bercum.bu mesra.


Kala itu, Sara benar-benar menumpahkan semua perasaan yang membuncah di dada setelah sekian tahun terpendam.


Sedangkan Zayn, pria itu menikmati aksi dari wanita yang akan menjadi kakak ipar-nya kelak. Di hatinya saat ini, hanya dipenuhi perasaan iri dan dengki yang ingin ia puaskan karena tak senang melihat kakak tirinya yang selalu unggul dan di nomor satu 'kan oleh ayahnya sendiri.


"Mhh..." Sara tak mampu menahan suara merdunya saat tangan Zayn mulai menggerayangi dada sintalnya.


Entah sejak kapan, kini mereka berdua sudah berada di samping ranjang. Ciuman panas yang sedang mereka nikmati membuat mereka berjalan sendiri.


Sara melepaskan bibirnya dari bibir Zayn. Lalu ia bernafas tersengal-sengal menghirup oksigen dan menetralkan nafasnya.


Zayn memeluk pinggul Sara sambil menatap lekat ke arah wanita itu.


"Gimana rasanya first kiss?" lirih Zayn pelan.


Sara tersenyum. Ia tak menjawab pertanyaan tersebut tapi mengecup lembut bibir Zayn.

__ADS_1


"Cukup membuatku berdebar," sahut Sara setelah mencuri ciuman di bibir Zayn.


"Hahaha... kamu benar-benar membuatku terkejut," gumam Zayn.


Keduanya saling bertatap-tatapan. Lalu mereka berdua merebahkan tubuh mereka ke atas ranjang tanpa mengalihkan tatapan mereka dari satu sama lain.


Zayn melepaskan seluruh pakaiannya.


"Ke-kenapa di lepas semua?!" tanya Sara malu sambil menutup kedua matanya menggunakan kedua tangan.


"Bukankah kita harus melakukan itu?" tanya Zayn menyeringai.


"T-tapi ... aku malu," tutur Sara.


Zayn tak mempedulikan wanita itu. Ia memanjati tubuh wanita itu, lalu melepaskan pakaian yang melekat di tubuh wanita itu satu persatu.


Pria itu memulai aksi pemanasannya pada tubuh Sara. Hingga tiba saat di mana ia mulai memposisikan tubuhnya di antara kedua paha Sara. Ia mulai menyibak kedua daging tebal milik Sara.


"Ku pikir, kamu berbohong," tutur Zayn dengan mata yang terbelalak saat melihat selaput dara milik wanita itu masih utuh dan tak tersentuh.


"Kenapa? Kenapa kamu masih mempertahankan ini sampai sekarang?" imbuh Zayn terperangah.

__ADS_1


"A-aku ... ingin memberikannya pada pria yang ku cintai," lirih Sara sambil menggigit bibirnya karena gugup.


Zayn tersenyum sambil menghela nafasnya. "Sampaikan maafku pada pria yang kamu cintai, karna aku yang akan mengambil mahkotamu lebih dulu."


"Akhhh!!!" pekik Sara sesaat setelah Zayn mengatakan ucapan tersebut.


Zayn tak memberikan aba-aba saat ia menerobos dara yang masih utuh tersebut menggunakan benda sakti miliknya yang sudah mengeras dengan sempurna.


Zayn mengusap lembut kepala Sara dan menatap wanita yang sedang kesakitan itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Maaf, sakitnya hanya sebentar ... anggap saja aku sebagai pria yang kamu cintai," lirih Zayn pelan.


Kemudian, Zayn mengecup lembut dahi Sara dengan penuh kelembutan. Lalu, ia perlahan mengecup kedua mata Sara, hidung, kedua pipi dan bibir wanita itu.


"I love you," lirih Zayn mencoba bertingkah sebagai pria yang wanita itu cintai.


Sara melingkarkan kedua tangannya ke leher Zayn sambil menatap pria itu nanar. "I love you too, Mas Zayn."


Zayn terbelalak kaget. Entah kenapa ada perasaan menggelitik yang membuatnya tak mampu untuk berdiam diri. Seperti ada sebuah dorongan yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang dan tak dapat dikondusifkan sesaat.


Pria itu menggerakkan tubuhnya dan mulai memaju mundurkan benda saktinya yang kini berada di dalam benda sempit milik Sara. Sedangkan wanita itu, ia tak mampu menahan desa.han dan leng.uhan yang keluar dari bibirnya.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2