OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Permainan Hati


__ADS_3

..."Om! Kalo mau main-main, bukan denganku! Memangnya aku mainan?!" - Joey...


...🌸🌸🌸...


Suasana romantis malam itu mendadak menjadi suram hanya karena sebuah nama. Kale Garnacho.


Rain terhenyak saat membaca nama tersebut muncul di notifikasi ponsel milik Oleander-nya. Rasa penasaran membuatnya bangkit dari tidur dan duduk bersandar sambil meraih ponsel tersebut. Lalu, entah kenapa ia ingin sekali membaca pesan tersebut. Jempolnya menekan layar tepatnya di nama Kale Garnacho.


...Halo! Aku khawatir kamu berubah pikiran! Tentu saja tawaran itu masih ada. Dan khusus untukmu. Ayo ngobrol lebih lama lagi! Hubungi aku di 08777xxxxxxx :)...


Sesaat setelah membaca pesan tersebut, Rain mendadak mengepalkan tangannya sambil memikirkan hal yang membuat dirinya sendiri terbakar amarah dan api cemburu.


Pria itu berprasangka bahwa gadisnya ingin kabur darinya karena pernikahan dia dan Anya. Ia juga berargurmen bahwa gadis itu menerima tawaran untuk menjadi Sugar Baby Kale. Bahkan, dipikiran pria itu kini, gadis yang ia cintai sudah merasa bosan dengannya. Lalu, apa arti dari semua kemesraan dan persatuan panas yang baru saja mereka lalui tadi? Kenapa gadis itu mengatakan semua perasaannya? Apa semua itu hanya pura-pura dan tidak dari lubuk hati terdalam gadis itu?


Pikiran Rain dibuat berkecamuk karena notifikasi dari pria yang sudah ia peringatkan untuk dijauhi. Rain menoleh ke kiri, ke arah gadisnya yang sedang terlelap. Hatinya luluh lantak seketika hanya karena opini-opini yang ia terka sendiri.


"Sejak kapan bunga yang indah ini menjadi penuh duri dan penuh misteri?" gumam Rain pelan.


Rain memijat-mijat kepalanya yang mendadak sakit. Ia merasa tempat yang teramat luas itu tiba-tiba menjadi sesak dan sempit. Ia mematikan layar ponsel tersebut dan meletakkannya kembali ke atas meja. Lalu ia bangkit dan menuju kamar mandi. Pria itu bergegas mandi untuk membersihkan sekaligus menenangkan diri.


Saat Rain berada di bawah curahan air yang mengalir dari shower, kedua tangannya menyibak kasar rambutnya ke belakang. Ia menghela nafas berat.


"Ck! Apa aku terlalu lembut?" Rain berdecak sebal. Lalu, ia mendongakkan kepalanya ke atas aliran air sambil memejamkan mata.

__ADS_1


"Om?"


Tiba-tiba saja Joey masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh yang tak berbusana. Gadis itu mengucek-ngucek matanya dan melihat Rain yang sedang mandi dari balik dinding kaca transparan.


"Apa aku boleh masuk?" tanya Joey sambil membuka pintu kaca kamar mandi. Wajah gadis itu terlihat ceria dengan senyuman yang terukir. "Kok aku ditinggalin mandi? Biasanya 'kan Om nunggu aku bangun sambil meluk?"


Rain tak bergeming, sebaliknya ia menghentikan aliran shower tersebut saat mendengarkan suara Joey, kemudian ia keluar dari tempat mandi dan meraih handuk. Lalu ia lilitkan handuk tadi ke pinggangnya.


"Mandilah," ucap Rain datar.


Raut wajah Joey yang semula cerah, mendadak menciut saat mendengarkan respon dingin pria yang ia cintai. Ada apa? Kenapa pria dingin itu kembali lagi? Ke mana perginya pria romantis dan hangat yang tadi?


"O- ...." belum sempat Joey memanggil pria itu, ternyata ia sudah hilang di depan pintu.


Gadis itu menghela nafasnya, lalu ia pun mandi membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, setelah mandi, ia keluar dengan berbalut handuk yang melilit di dadanya dengan rambut yang basah.


Joey berjinjit-jinjit mendekati pria itu, lalu ia memeluk pria itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya ke punggung pria itu. "Om!"


"Hmm."


"Ke mana perginya Tuan Rain Ravindra yang hangat itu?" tanya Joey dengan wajah yang cemberut.


Rain melempar puntung rokoknya ke tong sampah yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Kemudian ia memegang tangan gadis itu. Tindakan Rain sempat membuat Joey tersenyum, namun sesaat setelah itu, Rain melepaskan rangkulan tangan Joey yang melingkar di tubuhnya sehingga raut wajah Joey mendadak datar dan kini menjadi kesal.

__ADS_1


"Om! Kalo mau main-main, bukan denganku! Memangnya aku mainan?!" sembur Joey tiba-tiba. Ia merasa dipermainkan oleh pria itu. Pasalnya, sikap pria itu berubah-ubah, kadang dingin dan kadang hangat. Ada kalanya pria itu beku. Memangnya dia cuaca?!


Rain memutar tubuhnya menghadap Joey. "Kenapa belum pakai baju? Kan dingin?"


"Kan biasanya di angetin sama, Om?!" protes Joey sengit. Gadis itu sedang kesal.


Rain menghela nafasnya sambil memegang tangan Joey dan menuntunnya ke dalam penthouse. Lalu gadis itu ia bawa ke sebuah ruangan. Setibanya di ruangan tersebut, Rain menghidupkan lampu sehingga terpampang dengan sangat jelas semua pakaian mewah yang ada di dalamnya.


"Semua yang ada di sini, milikmu," ucap Rain. "Pakailah bajumu dulu. Setelah itu kita makan."


Setelah mengatakan hal tersebut, Rain pergi meninggalkan Joey. Pria itu menuju ruang tengah lalu duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya. Ia menengadahkan kepalanya ke atas sambil matanya terpejam. Kedua tangannya ia rentangkan di atas sandaran sofa.


"Apa yang harus ku lakukan? Apa sebaiknya aku bersikap biasa-biasa saja? Atau aku jujur saja kalau sebenarnya aku cemburu? Tapi, itu 'kan hal yang kekanak-kanakan?" batin Rain. Perasaannya saat ini benar-benar berkecamuk. Ia juga merasa bersalah karena sikapnya yang mendadak dingin pasti membuat gadisnya terluka.


Joey yang telah selesai mengenakan bajunya, ia keluar berjinjit-jinjit ke arah Rain yang sedang mendongak ke langit-langit dengan mata yang terpejam. Lalu gadis itu secara refleks mencium bibir pria itu.


Rain mendadak terbelalak saat bibirnya tiba-tiba dikecup lembut oleh Joey. Meskipun ia kesal, ia tetap merasa senang dengan sikap agresif gadis itu. Sepertinya ia menjadi lebih terbuka setelah di lamar.


"Om, kok dingin sih? Aku ada bikin salah ya?" rengek Joey manja. Gadis itu beranjak dari tempatnya dan bergegas duduk di atas paha pria itu. Lalu ia memegang kedua pipi Rain.


"Katakan, apa yang membuat Tuan Rain Ravindra menjadi dingin? Katakan! Ini perintah Nyonya Rain Ravindra!" goda Joey sambil memasang raut wajah pura-pura serius.


"Tawaran apa yang diberikan oleh Kale kepadamu?"

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2