OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Sampai Tutup Usia


__ADS_3

..."Suamiku ... terima kasih untuk kebahagiaan yang selalu penuh kejutan ini. Aku bahagia menjadi istrimu." - Joey...


...🌸...


..."Temani aku sampai tutup usia." - Rain...


...🌸🌸🌸...


"Om... kita mau ke mana?" tanya Joey kepada Rain saat mobil mereka berhenti di depan sebuah butik mewah khusus pakaian pengantin.


"Ke situ," Rain menunjukkan pintu butik di mana mereka berhenti saat itu. "Ayo!"


Harry bergegas turun dari mobil, kemudian berjalan menuju pintu mobil di mana Joey duduk dan membuka pintu tersebut. Lalu, ia mengeluarkan kursi roda Rain dari bagasi mobil dan membukakan pintu lalu memapah Rain duduk ke kursi roda tersebut.


Karena sudah berada di depan butik tersebut, Joey mendorong kursi roda Rain memasuki butik tersebut. Sedangkan Harry menunggu mereka di luar.


"Selamat datang Bapak dan Ibu Rain Ravindra!" sapa seluruh staff yang ada di sana. Mereka berderet berjajar sambil membungkuk memberikan sapa kepada pasangan suami istri yang baru saja sah sejam yang lalu.


Joey tak mampu menahan wajah malunya saat mendengarkan panggilan Ibu Rain Ravindra. Rasanya seperti mimpi, kini ia telah menjadi istri sah dari seorang pria yang ia cintai.


Joey langsung dibawa pergi oleh seorang wanita paruh baya saat ia memasuki butik tersebut. Ia melirik ke arah Rain, namun pria itu memberikan isyarat bahwa tidak apa-apa, pergilah dan ia akan menunggu di sana.


Kurang lebih satu jam berlalu, akhirnya Joey keluar dari sebuah ruangan dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih serta tersisip mahkota indah di kepalanya bak putri-putri dongeng yang ada di buku dan televisi. Dandanannya yang begitu cantik dan mempesona membuat Rain tak mampu mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Sangat cantik dan memanglingkan.


"Gadis cantik itu telah menjadi istriku," gumam Rain lirih dengan mata yang tak berkedip sedetik pun.


"Ayo," ucap Rain setelah cukup puas melihat Joey yang telah di dandani begitu cantik saat itu.


Joey bergegas mendorong kursi roda Rain ke depan pintu. Di sana, Harry sudah menunggu dan membuka pintu mobil untuk mereka berdua.


Joey masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, kemudian diikuti Rain yang dipapah masuk oleh Harry. Lalu Harry menyimpan kursi mobil tersebut ke bagasi mobil dan melajukan mobilnya.


"Kita mau ke mana, Om?" tanya Joey yang saat itu masih terheran-heran. Pasalnya, ia mengenakan gaun pengantin dan berdandan seperti pengantin.


Rain hanya tersenyum dan tak menjawab ucapan istrinya. Sebaliknya, ia malah mengambil tangan gadis itu dan menciuminya. Joey semakin dibuat penasaran akibat tingkah pria itu.


Tak ingin merusak suasana, dengan perasaan yang tak tenang serta berdebar-debar, dengan sabar Joey berusaha tenang hingga mereka tiba di sebuah tempat yang tak asing.


"Hotel Nerium Oleander?" tanya Joey terkejut sambil menatap ke arah Rain.


Rain hanya menaikkan alis kanannya sambil tersenyum.


"Close you eyes," ucap Rain sambil mengeluarkan sebuah kain panjang dari jas abu-abunya.

__ADS_1


"Huh?" Joey tersentak kaget.


"Oh... o-okay," sambungnya lagi terbata-bata. Kemudian, Rain mengikatkan kain hitam tersebut ke kepala Joey sehingga matanya tertutup.


Tak lama kemudian, Harry ternyata telah siap-siap di luar bersama kursi roda. Ia memapah Rain untuk duduk di kursi roda, disusuli Joey yang turun dari mobil dengan mata yang tertutup.


"Om... a-aku nggak bisa jalan kalo kayak gini," ucap Joey sambil meraba-raba sekelilingnya.


Namun tangan tak berarah itu segera Rain raih. "Pegang tanganku."


Harry mendorong kursi roda Rain disusuli Joey yang berjalan di sisinya. Tak membutuhkan waktu yang lama, kini mereka telah berada di sebuah aula besar yang dimiliki oleh hotel itu.


"Bukalah," ucap Rain saat merasa waktunya telah pas untuk Joey membuka penutup mata tersebut.


Sesaat setelah mendapatkan titah dari Rain, Joey bergegas membuka penutup matanya karena tak sabar. Kejutan apalagi yang akan pria itu berikan padanya?!


"Happy Wedding Alpha dan Ms A!" seru seluruh tamu yang ada di aula tersebut.


Joey tak mampu menahan harunya dan matanya dibuat berkaca-kaca dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini.


Sebuah aula yang didekorasi penuh dengan bunga-bunga yang indah, bunga yang paling menonjol adalah bunga Nerium Oleander. Ada beberapa hidangan makanan yang tersajikan di setiap sisi aula tersebut dan beberapa kursi untuk para tamu yang hadir. Yang lebih membuatnya terkejut adalah, sebuah pentas di mana ada sebuah kursi khusus yang biasanya untuk sepasang pengantin. Apakah itu untuknya dan Rain?


"Joeyyy!!!" pekik suara gadis yang tak asing di telinganya.


Sahabatnya itu ternyata hadir di acara tersebut. Ingin rasanya Zea bergegas berlari ke arah Joey dan memeluk gadis itu, namun sayangnya ia tak bisa. Karena kini, Joey sedang berada di red carpet yang akan mengantarkannya dan suami menuju singgasana pengantin di depan aula.


"Om Harry," panggil Joey. "Biar aku aja yang mendorong kursi roda ini."


Joey mengalihkan Harry dari kursi roda Rain. Ia berinisiatif mendorong suaminya sendiri sambil berjalan di atas red carpet dengan suasana yang haru dan bahagia.


Rain menoleh ke belakang, ke arah istrinya. "K-kamu nggak apa-apa?"


Joey menaikkan kedua alisnya.


"Gaun indahmu tak terlihat jika mendorong kursi roda ku," ucap Rain terperangah. Ia tak menyangka di hari yang bahagia ini, Joey akan mendorong kursi rodanya berjalan di atas red carpet tersebut.


"Biarin, pokoknya aku mau berduaan di jalan ini dengan suamiku," ucap Joey dengan bahagia.


Rain mengela napas lega. Ia juga berdecak kagum saat mengetahui inisiatif dari istrinya tersebut. Sebesar itu rasa cinta gadis itu padanya. Sampai-sampai tak peduli dan tak malu meskipun ia harus bersuamikan pria cacat dan lumpuh. Dipikirannya saat ini, ada baiknya juga ia berakting menjadi pria cacat, selain dapat mengelabui ayahnya, ia juga dapat mengetahui gadis mana yang benar-benar mencintainya setulus hati.


"Suamiku ... terima kasih untuk kebahagiaan yang selalu penuh kejutan ini. Aku bahagia menjadi istrimu," bisik Joey pelan ke telinga Rain.


Kemudian ia mendorong kursi tersebut, berjalan di atas red carpet dengan suaminya. Saat mereka berjalan, seluruh Leons yang hadir melemparkan bunga mengiringi jalan mereka. Perasaan haru dan sukacita benar-benar memenuhi aula tersebut. Apalagi yang hadir di sana saat ini merupakan Leons dan Zea.

__ADS_1


Pesta pernikahan intimate ini saja sudah cukup membuat Joey merasa bahagia. Ia tak menyangka bahwa Rain akan memberikannya sebuah pesta. Dipikirannya, Rain hanya meresmikan hubungan suami istri tanpa berpikir menyelenggarakan pesta.


Sesaat setelah mereka tiba di atas pelaminan, Joey memapah tubuh Rain untuk duduk di kursi pelaminan. Kemudian, Joey duduk di samping suaminya.


"Haaa... aku bahagia banget," ucap Joey sambil matanya berkeliling melihat seisi aula.


Di saat yang sama, Rain meraih tangan kanan Joey. Lalu ia menyematkan sebuah cincin berlian ke jari manis istrinya. Joey dibuat terkejut dan terperangah akibat kelakuan pria itu.


"Ini cincin nikah dariku," Rain mengatakannya dengan sebuah senyuman yang hangat. Kemudian ia menunjukkan jari manisnya yang kekar ke arah Joey. "Aku juga mengenakan cincin di jari manisku."


Sebuah tetesan airmata bahagia akhirnya jatuh membasahi pipi Joey. Kedua tangan gadis itu menutupi mulutnya karena terlalu bahagia.


"Om... kedua jari manisku sekarang ada cincin dari Om," ucap Joey bergetar.


"Hmm... cincin di jari manis kiri untuk lamaran," jelas Rain sambil meraih tangan kiri Joey.


"Sedangkan cincin di jari manis kanan untuk pernikahan kita," sambungnya sambil meraih tangan kanan Joey.


"Temani aku sampai tutup usia," ucap Rain lagi sambil mengecup kedua tangan gadisnya itu dengan penuh kasih sayang.


"Hmm," Joey hanya mengangguk bahagia sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tak mampu lagi berkata-kata saking bahagianya.


Riuh gemuruh tepuk tangan saling bersahutan sesaat setelah Joey menganggukkan kepala. Ternyata, Leons sedang memperhatikan mereka sejak tadi.


...🌸🌸🌸...


...SEASON 1 - TAMAT...


...🌸🌸🌸...


Terima kasih untuk para pembaca setia yang sudah mendukung karya ini sampai hari ini. Tanpa kalian, author tak mungkin bisa menyelesaikan SEASON 1 ini dengan baik.


Jika ada keinginan atau permintaan di SEASON 2, mungkin para readers bisa coment di bawah, siapa tau bisa jadi masukan buat author untuk mewujudkan impian readers dalam kisah Obsesi Oleander ini.


...🌸🌸🌸...


...Kalo nggak ada halangan, mungkin besok author bisa up SEASON 2 πŸ’œ...


...Jaga kesehatan ya....


...-Sheninna Shen-...


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2