
...“Waktu terasa begitu cepat berlalu saat berada di dekatmu.” – Luca...
...🌸🌸🌸...
Kedua bola mata Joey terbelalak dengan alis yang terangkat dan mulut yang sedikit terbuka. Secara spontan tangannya menutup mulut karena terkejut bahwa Luca merupakan supir taksi yang tak begitu ia pedulikan tempo hari.
“Setelah kejadian tempo hari, aku terus mengkhawatirkanmu. Aku ingin membuat laporan ke polisi, tapi aku tak tau nama lengkapmu dan bahkan jika polisi menanyakan aku siapa, aku juga-“
“Nggak apa-apa, Pak. Aku baik-baik saja,” potong Joey. Ia tak ingin direktur yang ada di depannya saat ini semakin dirundung penyesalan karena tak dapat membantunya saat diculik kemarin. Lagi pula, memangnya ada yang bisa mengalahkan kegilaan Rain?
“T-tapi, yang saya bingungkan itu ….” Joey tak berani meneruskan pertanyaannya. Ingin sekali ia bertanya kenapa pria di depannya saat ini yang merupakan direktur utama salah satu agensi musik terkenal tanah air bisa menjadi seorang supir taksi online?
Luca tertawa terbahak-bahak. Wajah tampan pria berhidung mancung mata hitam tersebut memerah karena menahan malu. Sepertinya ada peristiwa yang menggelitik perutnya jika mengingat alasan kenapa ia menjadi supir taksi online.
“Aku iseng dan ingin mencoba mencari pasangan melalui cara seperti itu,” jelas Luca dengan wajah yang merona sambil menggigit bibirnya. “Nggak jelas banget ‘kan? Jadi tolong jangan ketawakan aku.”
“Pffttt!!!” Joey tak mampu menahan tawanya. Gadis itu kembali menutup mulutnya sambil memegang perut dan mengalihkan pandangannya dari pria yang ada di depannya.
“M-maaf, a-aku … tak bisa menahannya,” kekeh Joey menahan tawa. “Ini terlalu lucu.”
“Seorang direktur utama perusahaan terkenal, menjadi seorang supir taksi online untuk mencari pasangan?” sambung Joey lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Hahaha… ‘kan aku udah bilang, jangan ketawa,” protes Luca yang juga ikut tertawa di saat yang sama.
“Arghh… andai aja aku nggak ngikutin saran bodoh teman ku ini,” rutuk Luca menyesali tindakannya.
“Pak Luca. Bapak bisa loh nemuin banyak wanita. Apalagi, Bapak tampan dan memiliki karier yang bagus,” ucap Joey memberikan semangat. Gadis itu terlihat sedikit santai dengan pria yang ada di depannya saat ini. Pasalnya, menurutnya usia pria yang ada di depannya tak sejauh usia dia dengan Rain dan Kale.
Tanpa Joey sadari, pujian yang baru saja ia ucapkan membuat Luca tersipu malu. Meskipun itu hanya ucapan semangat yang tak ada artinya, tapi bagi Luca yang sudah menyendiri selama dua tahun akibat dikhianati tunangannya, kalimat pujian dari seorang gadis yang ia khawatirkan selama ini merupakan sebuah obat ajaib yang tak pernah ia sangka. Pasalnya, pujian tersebut entah kenapa bisa membuat jantungnya kembali berdebar hanya karena seorang wanita.
Tok tok tok!
“Sorry, gue ganggu kalian berdua,” ucap Kale yang tiba-tiba muncul di balik pintu. Ia berjalan mendekati Joey dan Luca yang sedang berbincang-bincang.
__ADS_1
Kedatangan Kale ke dalam ruangan itu secara tiba-tiba spontan membuat Joey dan Luca menolehkan kepalanya ke arah pintu, arah di mana Kale masuk.
“Luc, gue titip Joey? Hmm? Di kantor lagi ada masalah darurat,” pinta Kale dengan wajah yang cemas.
“Joey, a-“
“It’s okay, Om.” Potong Joey. Ia tak ingin menyusahkan Kale yang telah membantunya hari ini. Pria itu telah membawanya ke tempat di mana ia akan menemukan tujuan hidupnya dan belajar mandiri.
“Iya, nggak apa-apa. Ntar gue anterin dia balik,” ucap Luca menawarkan diri.
“Huh?” Joey terkejut sambil menolehkan wajahnya ke arah Luca. “Aku bisa naik taksi online kok.”
“Kalo nggak, aku bakalan minta supir ku yang mengantarkannya pulang,” tutur Luca saat mendapatkan penolakan dari Joey.
“Okay. So, gue cabut dulu ya,” ucap Kale kepada Luca.
“Joey, I’m really sorry,” Kale memelas dengan wajah yang bersalah. Kedua matanya berkilat-kilat seolah-olah ingin dimaafkan dimengerti situasi daruratnya saat ini.
Kale menghela nafas lega saat gadis itu mau memahami keadaannya saat ini. Lalu, ia membelakangi kedua orang tersebut dan berjalan menuju pintu.
“Take care, Om!” ledek Luca dengan senyum iblis. Lalu ia tertawa cekikikan karena memanggil Kale dengan sebutan ‘Om’.
“Sialan!” umpat Kale kesal dengan wajah yang menahan tawa. “Untung aja gue sibuk.”
Joey dan Luca tertawa cekikikan saat Kale berlalu pergi dan meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.
“Bapak usil banget, ya?” ledek Joey sambil berusaha menghentikan tawanya.
“Hahaha… biar bule itu awet muda,” celetuk Luca sambil berusaha menarik napas dan mencoba berhenti tertawa.
“Oh iya, kamu boleh baca dulu kontraknya. Aku bakalan nungguin,” ucap Luca sambil meraih ponselnya yang ada di atas meja.
Joey hanya mengangguk pelan. Wajah cantik gadis itu bersinar-sinar dan semakin cerah saat membaca isi dari kontrak yang akan ia tanda tangani. Ia tak menyangka semesta memberikannya jalan untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tak bergantung lagi pada calon suami orang lain.
__ADS_1
Di saat yang sama, Luca terlihat sedang membuka akun Nstagramnya dan ia mencari nama ‘Joey Ainsley’ di tempat pencarian. Lalu muncul nama yang ia cari dan ia mencoba menelusuri profil Nstagram dari gadis yang ada di depannya saat ini.
Susunan foto yang tertata rapi, pengambilan yang aesthetic dan penampilan gadis itu yang selalu pintar dalam memadu padankan pakaian. Terlebih lagi, pesona indah dari wajahnya sudah mempunyai daya tarik tersendiri, apalagi ditambahkan dengan suara emasnya? Gadis muda di depannya benar-benar sempurna tanpa cela.
“Apa sih kekurangannya? Biar aku yang menyempurnakannya," gumam Luca dalam hati.
“Pak?” panggil Joey. Seketika gadis itu membuyarkan lamunan pria yang ada di depannya.
“Yap?” sahut Luca sambil mematikan layar ponselnya. Ia terkejut setengah mati, gadis itu tak menangkap basah dia yang diam-diam sedang menelusuri akun Nstagram dia ‘kan?
“Aku hanya perlu menandatanganinya di sini ‘kan?” tanya Joey sambil menunjukkan kolom di mana ia harus tanda tangan. “Setelah itu, aku resmi jadi artis Williams Production?”
“Betul. Kamu tanda tangan di sana,” jawab Luca singkat. Ia bernafas lega saat mendengarkan pertanyaan gadis itu, ternyata gadis itu tak tahu bahwa ia sedang menelusuri akun Nstagram miliknya.
“Kalo udah, kamu bawa satu untuk peganganmu dan yang satu lagi akan disimpan perusahaan,” ucap Luca sambil berdiri dari duduknya.
“Baik, Pak.” Joey merapikan kontrak tadi dan mengambil satu miliknya untuk ia masukkan ke dalam tas.
“Ayo,” ajak Luca sambil melihat jam tangan mewahnya.
“Aku bisa pulang sendiri kok, Pak,” ucap Joey. Ia juga bangkit dari duduknya sehingga kini mereka berdiri saling berhadapan.
Luca tak sengaja menghirup aroma manis dari parfum yang dikenakan oleh gadis tersebut. Lagi-lagi hatinya dibuat berdebar.
“Kita makan siang. Soalnya udah jam dua belas lewat,” ucap Luca sambil melihatkan jam tangannya kepada Joey.
“Oh… iya. Nggak kerasa, udah siang aja,” gumam Joey sambil tersenyum. Ia merasa sangat bahagia hari ini, karena ia telah menjadi penyanyi kontrak di perusahaan tersebut.
“Benar. Waktu terasa begitu cepat berlalu saat berada di dekatmu,” batin Luca. Pria itu tak henti-hentinya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena ia dibuat salah tingkah oleh gadis muda yang ada di depannya.
...****************...
BERSAMBUNG…
__ADS_1