OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Selamat Tinggal ... Rain-ku Sayang


__ADS_3

..."Anggap aja 2M yang Om kasih buat aku itu adalah nominal yang Om keluarkan untuk bayaran dari servis Kupu-Kupu Malam ini." - Joey...


...🌸🌸🌸...


"Haaa," Joey menghela nafasnya saat mendengar kata-kata manis yang Rain ucapkan.


"Kenapa? Kamu nggak mau jadi istriku? Jadi ibu dari anak-anakku?" tanya Rain sengit.


"Bukan, aku ...." Joey tak melanjutkan ucapannya, sebaliknya, gadis tersebut memainkan bibir Rain menggunakan jari telunjuknya.


"Aku akan menunggu, tapi beri aku uang," sambungnya.


"Uang? Hahaha... aku akan mentransfer uang sebanyak yang kamu mau."


"Dua miliar."


Rain terbelalak sambil menahan tangan gadis yang sibuk memainkan bibirnya. "Untuk apa uang itu?"


"Tadi Om bilang bakalan ngasih aku uang sebanyak yang aku mau?" protes Joey karena merasa pria itu tak memegang janjinya.


"Ya, aku akan mentransfernya, tapi katakan padaku, untuk apa uangnya?"


"Om akan tau setelah Om mentransfernya. Mungkin aku mau beli mobil dan rumah untuk kita berdua," bual Joey saat itu. Padahal, gadis itu sedang menyusun rencana untuk melarikan diri dari pria yang ada di depannya.


"Oh... mobil, pakai aja punyaku. Bebas mau yang mana. Kalo rumah, nanti kita liatnya barengan."


"Nggak! Aku mau ngasih surprise buat Om," tolak Joey dengan penuh penekanan.


"Yaudah, aku bakalan suruh Harry ke bagian keuangan dan mentransfer uangnya besok," ucap Rain sambil mengecup kening Joey. "Tapi..."


"Tapi?" ulang Joey.


"Ayo kita mandi bareng," Rain menatap Joey dengan tatapan dan senyuman yang mesum.


"Ish! Om, emangnya tadi malam kurang?"


Rain tak menjawabnya, pria itu malah membuka selimut yang menutupi tubuh mereka, lalu menggendong tubuh gadis yang ada di sampingnya. Mereka berdua menuju kamar mandi.


"Kurang. Setelah selesai melakukannya denganmu, aku ingin lagi, lagi dan lagi," jawab Rain sambil menutup pintu kamar mandi.


...****************...


Keesokan harinya.


TING!


^^^"Cek rekeningmu, uangnya sudah ditransfer."^^^

__ADS_1


Joey tersenyum getir saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Rain. Pria itu benar-benar memberikan semua yang ia inginkan.


Tanpa berfikir panjang, Joey bergegas membuka aplikasi pesan tiket online, lalu ia bergegas memesan tiket sekali jalan menuju Sydney untuk perjalanan hari ini juga. Setelah tiket yang ia pesan berhasil, gadis tersebut bergegas mengambil dua koper besar miliknya dan memasukkan semua pakaian beserta keperluan sehari-harinya. Ia juga tak lupa membawa lingerie yang sempat dibelikan oleh Rain untuk kenang-kenangan. Ia sudah membulatkan tekadnya untuk pergi meninggalkan negara ini.


Kurang lebih satu jam, semuanya sudah terpacking dan gadis itu bergegas keluar rumah menuju bank terdekat untuk mentransfer balik uang yang sudah di transfer oleh Rain ke rekeningnya melalui teller bank.


...****************...


TING!


Di saat yang sama, ponsel Rain berdering karena notifikasi masuk.


^^^"Bos, saat ini kami sedang mengikuti Joey."^^^


^^^"Gadis itu pergi ke bank."^^^


Rain mengerutkan keningnya saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Brown. Kurang lebih beberapa menit ia berkutat dengan fikirannya sendiri, tiba-tiba saja ia tersentak. Ia langsung menekan tombol extension di telefon kantornya untuk menghubungi Harry dan panggilan tersebut segera di angkat.


"Suruh bagian keuangan cek, jika ada uang masuk sebesar dua miliar dari rekening Joey, segera laporkan padaku. Cek secara berkala."


^^^"Baik, Pak."^^^


Tanpa berlama-lama, Rain bergegas bangkit dari kursi kerjanya dan menyambar kunci mobil yang berada di atas meja. Pria itu bergegas meninggalkan kantor dengan raut wajah yang tegang.


"Jadi, ini surprise yang kamu rencanakan? Ck!"


...****************...


Gadis itu berjalan setapak demi setapak sambil menghirup dalam-dalam aroma yang akan ia rindukan kedepannya. Aroma pria yang ternyata adalah cinta pertama dalam hidupnya, bukan Ace, melainkan Rain.


Tak dapat ia pungkiri, selama ini diam-diam dia selalu berdebar saat memikirkan Rain, meskipun Rain tak pernah menghubunginya dalam empat belas tahun yang lalu. Debaran itu baru ia sadari saat berhadapan langsung dengan pria tersebut dan semakin ia sadari saat pria tersebut mengambil kesuciannya.


"Om, aku janji bakalan inget terus kok sama semua jasa yang Om berikan padaku."


"Semoga Om bahagia dengan Anya."


"Selamat tinggal ... Rain-ku sayang."


Joey memutar tubuhnya dan meninggalkan kamar Rain. Ia bergegas menarik dua koper yang sudah full dengan isinya menuju lift. Beberapa menit kemudian, ia tiba di lobby dan terdapat sebuah taksi yang kelihatannya sedang menunggu penumpang. Sepertinya itu taksi yang ia pesan tadi.


Seorang pria muda yang merupakan supir taksi tersebut keluar dari mobilnya dan mendekati Joey yang sedang kesusahan menarik koper besar.


"Mbak Joey, bukan? Saya Luca, taksi yang mba pesan online," jelas supir taksi tersebut.


"Iya, yang ke Bandara Soekarno Hatta ya, Pak." Jawab Joey.


"Oke, Mba."

__ADS_1


Pria tersebut memasukkan koper Joey ke bagasi sedangkan Joey bergegas masuk ke dalam taksi tersebut. Lalu supir taksi tersebut masuk dan melajukan mobilnya memasuki jalan raya.


Saat di perjalanan, ponsel Joey berdering, ada sebuah panggilan masuk dari Rain. Dengan ragu, Joey mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo."


^^^"Hallo, kamu lagi apa?"^^^


"Mmm... aku lagi keluar, mau ke mall, Om."


^^^"Oh, sama siapa?"^^^


"Sendiri. Om nggak kerja?"


^^^"Kerja, tapi aku rindu."^^^


^^^"Aku samperin ya, kamu ke mall mana?"^^^


Joey tersentak saat Rain tiba-tiba ingin menghampirinya ke mall. Apa yang harus ia katakan? Atau haruskah ia berbohong?


"Aku share lokasi aku aja ya, Om."


^^^"Oke, sweetheart. I love you."^^^


"Hehehe... ntar aku bales di chat ya."


Joey mematikan panggilan tersebut. Lalu ia membuka pesan.


...Om Rain......


...Maaf ya aku bohong. Barusan aku udah transfer uang 2M ke rekening yang sebelumnya mengirimkan aku uang. Uang itu aku bayar untuk semua jasa-jasa yang udah Om keluarkan buatku selama 14 tahun ini. Kan Om bilang, kalo mau pergi, aku harus bayar 2M dulu, yaudah. Aku bayar deh uangnya sesuai yang Om minta. Anggap aja 2M yang Om kasih buat aku itu adalah nominal yang Om keluarkan untuk bayaran dari servis Kupu-Kupu Malam ini. Aku harap, Om bisa bahagia sama Anya dan melupakan aku. Aku sayang sama Om. Aku cinta sama Om. Have a good life, My Love. - Joey....


Joey menekan tombol enter dan pesan tersebut terkirim kepada Rain. Lalu setelah itu ia bergegas mematikan ponselnya.


BRAKKK!!!


Sesaat setelah Joey mematikan ponselnya, taksi yang ia tumpangi tiba-tiba saja berhenti mendadak.


"Kenapa, Pak?" tanya Joey cemas.


"Maaf, ada mobil yang berhenti mendadak, Mba," jawab supir taksi tersebut cemas.


Tak lama setelah itu, ada dua orang pria bertubuh tegap berpakaian hitam dan kaca mata hitam keluar dari mobil yang menghadang taksi yang Joey tumpangi. Salah satu dari pria tersebut bergegas membuka pintu taksi belakang yang terhubung langsung dengan Joey, lalu ia bergegas menempelkan sebuah sapu tangan putih ke wajah Joey sehingga menutupi hidung dan mulut gadis itu.


"Mmhhhh!!!" Joey berusaha berteriak sekuat tenaga dibalik kain putih yang menutupi hidung dan mulutnya.


Namun, belum sempat Joey meronta ingin melepaskan diri, sekujur tubuhnya mendadak lemas hingga ia pingsan tak sadarkan diri.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2