
..."Selamat! Misi mu untuk menjadi CEO sebentar lagi terwujudkan. Aku tak tertarik dengan perusahaan itu." - Zayn...
...πΈπΈπΈ...
Plak!!!
Sebuah tamparan melayang ke pipi Zayn.
Kedua alis mata tersimpul dan melengkung sehingga membuat garis keras di dahi Ravi. Matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang mengecil karena amarah yang sedang membabi buta.
"Dasar anak tak tahu diri!" umpat Ravi geram. Hidung atasnya mengkerut akibat sebuah geraman.
"Sia-sia aku menyekolahkanmu tinggi-tinggi! Tapi otak nggak digunakan dengan benar!" sambungnya dengan urat yang menegang di sekujur tubuhnya menjadi terlihat.
"Pa! Mas Rain itu udah nikah! Apa salahnya sih Sara Papa jodohin dengan aku?!" tegas Zayn dengan suara yang lantang.
"Nak, tahan emosimu, Sayang," bujuk Hana ketakutan. Ia tak henti-hentinya memijat dan memegang lengan Zayn anak kandungnya agar tak melawan suaminya.
"Papa pernah nggak sih mikirin aku sebentar aja? Kenapa selalu Mas Rain, Mas Rain dan Mas Rain? Aku juga anak, Papa!" bentak Zayn tak tahan.
"Selama ini Papa selalu mengutamakan Mas Rain. Bahkan Papa ngasih posisi CEO untuk Mas Rain. Aku nggak peduli! Tapi, apa salahnya sih Papa perhatian dan peduli pada anak yang kehadirannya tak terlihat ini," imbuh Zayn dengan nafas yang menderu. Matanya membelalak melotot ke arah Ravi.
"Apa maksudmu?! Papa selalu memperhatikanmu, memenuhi kebutuhan-"
"Kebutuhan? Papa cuma kasih aku uang! Benar, berapapun yang aku minta, apapun yang aku minta selalu Papa kasih. Tapi, itu cuma sebatas tanggung jawab. Nggak tulus!" potong Zayn kesal.
__ADS_1
"Apa karna Mas Rain anak Tante Luna?! Sedangkan aku anak Mama Hana?! Makanya jelas sekali perbedaan aku dan-"
Plakkk!!!
Lagi-lagi sebuah tamparan melayang ke pipi Zayn. Dengan penuh amarah, Ravi mengatakan sebuah kalimat dengan begitu lantang. "Siapapun yang ada di rumah ini, harus mendengarkan perkataanku!"
Zayn memegang pipinya yang panas akibat tamparan Ravi. Ia menyeringai sambil tertawa. Dengan bibir yang bergetar, Zayn memberanikan diri untuk mengutarakan maksud kehadirannya hari ini ke rumah.
"Apapun yang terjadi, aku akan menikahi Sara! Kalau Papa berani mengusikku, Papa bakalan liat anak kesayangan Papa yang lumpuh itu mat-"
"Lumpuh?!" tiba-tiba suara Rain menggema di ruang tamu yang mewah milik keluarga Ravindra tersebut. Pembicaraan Zayn terpotong dibuatnya.
Pria yang disebut-sebut sejak tadi itu melangkah masuk ke rumah tanpa menggunakan kursi roda. Ia berjalan mendekati tiga orang anggota keluarganya yang sedang terlibat konflik itu.
"R-Rain?"
Ketiga orang tersebut terbelalak terkejut saat melihat Rain yang masuk ke ruang tamu tersebut berjalan menggunakan kaki. Sejak kapan ia bisa berjalan? Bukankah ia lumpuh? Lalu, apa yang terjadi?!
"Ck! Kalian pikir, aku benaran lumpuh?" cemooh Rain yang mengetawai kebodohan tiga orang tersebut karena mempercayai tipu muslihatnya.
"Jadi ... selama ini ..." Ravi terbata-bata dengan tubuh yang bergetar.
"Kalau bukan karna tingkah pria tua-"
Bruk!!!
__ADS_1
Belum sempat Rain menyelesaikan ucapannya, tubuh Ravi langsung ambruk dan jatuh ke atas lantai sambil tangan kanannya memegang dada.
"Papaaa!!!" pekik Hana yang sedari tadi hanya bisa menangis. Ia langsung jongkok dan memeluk tubuh suaminya tersebut.
Sedangkan Zayn dan Rain? Mereka saling bertukar pandang tanpa sedikitpun rasa cemas.
"Biiii!!! Bi Sumiii!!! Telfon ambulance!!!" teriak Hana sambil menangis histeris memeluk tubuh Ravi.
Di saat rumah mewah tersebut heboh karena majikannya yang terkapar tak berdaya di atas lantai, Rain dan Zayn tak peduli. Keduanya malah melangkahkan kaki meninggalkan rumah.
Saat di depan pintu utama, sebelum berpisah dengan Rain, Sang Kakak. Zayn berkata dengan tatapan mata menatap lurus. Kala itu, Rain sedang berdiri di sisi kanannya.
"Selamat! Misi mu untuk menjadi CEO sebentar lagi terwujudkan. Aku tak tertarik dengan perusahaan itu," ucap Zayn sambil melangkah pergi meninggalkan Rain.
"Hey!" teriak Rain. "Jelaskan dulu kejadian-"
"Lain waktu aku bakalan hubungi Mas Rain. Sekarang aku ada urusan yang lebih penting," potong Zayn tanpa menoleh ke belakang saat berbicara.
...****************...
Holaaa ... sambil nunggu novel Kak Shen update, bisa mampir dulu dan baca novel temen Kak Shen ini ya. Terima kasih! π
Judul : Perjuangan Seorang Anak
__ADS_1
Author : Lenni Masliana Nasti