OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Melawan Akal Sehat


__ADS_3

..."Aku sedang menjalankan kewajibanku. Kewajiban sebagai seorang Nyonya Rain Ravindra!" - Joey...


...🌸🌸🌸...


Di salah satu lantai paling atas di hotel terbesar se-Asia Tenggara, Rain sengaja menyisakan satu lantai khusus untuk penthouse. Penthouse tersebut hanya dapat dimasuki oleh staff khusus yang sudah ia tugaskan, beberapa dari mereka adalah anak buah Leons. Tak seorang pun yang dapat menekan tombol lift 37 tanpa menggunakan kartu akses yang sudah dikhususkan oleh hotel tersebut.


“Mhh.. O-Om,” Joey menghentikan ciuman panas mereka sambil mendorong dada Rain agar sedikit menjarak.


Joey menatap ke arah Rain yang sudah hanyut dan terbawa suasana romantis. Wajah pria tampan yang ada di depannya saat ini sudah tak lagi sama seperti tadi. Kini, ia lebih terlihat seperti seorang pria yang sedang dikuasai nafsu dengan nafas yang memburu. Detak jantung pria itu terasa begitu kencang saat tangan Joey mendarat di dadanya untuk mendorong tubuh itu memberikan jeda dari ciuman panas mereka.


“K-kita nggak jadi dinner?” tanya Joey polos.


Rain menghela nafas sambil merebahkan kepalanya ke pundak gadis itu. Pria itu memegang pinggul ramping Joey. “Racun yang ada di tubuhmu selalu membuatku tak berdaya.”


“Hahaha…” Joey terkekeh sambil mengusap lembut punggung lebar pria itu.


“Om,” panggil Joey lagi.


“Hmm?” Rain berdiri tegap di depan gadis itu sambil menaikkan kedua alisnya.


Joey menjinjitkan kaki agar tingginya bisa sejajar dengan pria tampan di depannya, lalu ia memegang pundak Rain dan menatap pria itu dengan tatapan yang penuh arti. Nafas pria itu terasa menyentuh lembut di wajahnya saat jarak wajah mereka hanya lima senti.

__ADS_1


“Aku juga. Aku juga sayang dan cinta sama, Om,” ucap Joey sambil menge cup lembut bibir Rain.


“Aku juga mau jadi istri, Om.” Joey kembali mendaratkan bibirnya ke bibir pria itu.


“Aku juga mau jadi ibu dari anak-anak, Om.”


“Aku juga mau menua bersama, Om.”


Joey mengatakan semua isi hatinya sambil memberikan ciuman yang bertubi-tubi pada bibir pria itu. Sulit baginya untuk menahan perasaan saat pria yang dulunya dingin, kini berubah menjadi seorang pria yang hangat dan penuh dengan kelembutan. Apalagi pria itu kini benar-benar menunjukkan seluruh perasaannya secara terang-terangan.


Lagi-lagi Rain dibuat terbelalak dan jantungnya dibuat berdebar-debar saat gadis kesayangannya menyatakan perasaan dan keinginannya secara langsung. Ini pertama kalinya gadis itu mengatakan semuanya.


Rain mendadak menelan salivanya dengan mata yang berkaca-kaca. Kini, ekspresi pria itu sulit ditebak.


Rain tak berkutik, pria itu malah meraih tangan Joey dan menciumi telapak tangan dan punggung tangan gadis itu sambil memejamkan matanya. Sesaat setelah itu ia membuka matanya kembali.


"Aku bahagia," gumam Rain pelan. "Aku belum pernah sekalipun merasa sebahagia ini."


Joey tersenyum lega, lalu ia memeluk tubuh kekar pria itu. "I love you."


Mendapat pelukan hangat dan ucapan cinta dari Oleander-nya, Rain bergegas menggendong tubuh Joey menghadap ke arahnya.

__ADS_1


Kali ini, Joey tak ingin menyia-nyiakan waktu. Gadis itu memegang tengkuk Rain sehingga wajah mereka salin berhadapan.


"Sekali ini saja, aku ingin menikmatinya tanpa rasa takut," batin Joey.


Gadis itu langsung mencum bu i bibir pria itu dengan sangat rakus. Entah kenapa, malam ini ia tak dapat menahan gejolak yang selama ini terpendam. Memang, sebelumnya hanya Rain yang bertindak agresif, tapi tak ada salahnya jika kali ini ia juga ingin bertindak agresif pada pria yang ia cintai.


Keagresifan Joey benar-benar telah memancing rang sa ngan Rain. Nafas pria itu menderu saat Oleander kesayangannya memegang tengkuk dan mencum bu i nya dengan penuh penghayatan.


"Nggak ada ampun, malam ini." Bisik Rain sambil merebahkan tubuh Joey ke atas ranjang dan kini ia berada di atas tubuh Joey.


"Ck!" Joey berdecak sambil menyeringai dan membuang pandangannya ke arah lain, lalu ia kembali di menatap mata pria itu sambil menggigit bibirnya dengan nakal.


Entah energi dari mana, Joey menjatuhkan tubuh kekar Rain sampai terlentang di ranjang, lalu ia memanjat dan menduduki tubuh pria itu.


"Sayangnya, malam ini aku yang nggak akan memberimu ampun," goda Joey sambil menumpu tubuhnya di atas tubuh Rain dengan kedua tangannya diletakkan di atas dada bidang itu.


Lagi-lagi Rain dibuat terbelalak dengan keagresifan gadis yang sedang menduduki tubuhnya. Di mana ia belajar seperti ini? Pikir Rain saat itu.


"A-apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Rain terbata-bata. Pria itu mendadak menelan salivanya saat Joey menduduki batangnya yang mengeras.


"Aku sedang menjalankan kewajibanku. Kewajiban sebagai seorang Nyonya Rain Ravindra!"

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2