OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Tempat Ternyaman


__ADS_3

..."Maaf, jika obsesiku selama ini menyakitimu. Tapi, hanya kamu tempat ternyaman untukku pulang." - Rain...


...🌸🌸🌸...


“Hnghh!!!” Joey tersentak hebat. Sekujur tubuhnya bergetar saat benda keras dan besar itu memaksa masuk tanpa sepengetahuannya.


Sedangkan Rain, pria itu langsung bangkit dari ranjang dan memposisikan tubuhnya duduk sambil memeluk Joey tanpa melepaskan batang saktinya dari tubuh bawah gadis itu. Ia memeluk tubuh yang bergetar hebat itu sambil memberikan sebuah ciuman yang hangat dan bergai- rah. Sembari itu, salah satu tangannya tak henti-hentinya bergerilya di gundukan kenyal milik gadis kesayangannya.


Joey mulai dibawa hanyut oleh rang sang an yang diberikan pria itu. Tubuhnya yang sempat bergetar hebat dan tegang karena kaget, perlahan mulai tenang dan pasrah menerima penyatuan yang dipaksakan oleh pria itu. Secara spontan tangan gadis itu mera ba – ra ba pelan tengkuk kekar pria itu.


Rain melepaskan ciumannya dan nafas pria itu terdengar berat. Kedua tangan kekarnya kini beralih memegang bo ko ng Joey. Sesaat kemudian, ia berbisik ke telinga Joey. “Aku akan bergerak sekarang.”


Joey mengangguk pelan mengiyakan ucapan pria tersebut. Tanpa jeda, Rain menggerakkan tubuh gadis itu naik turun menggunakan tangannya dengan penuh penghayatan. Setiap sentuhan yang masuk memenuhi tubuh mereka yang saling menyatu, memberikan sensasi yang sangat menghanyutkan.


Joey tak mampu menahan le ng uhan dan de sa hannya saat pria itu memberikan gerakan mengukir kenikmatan di dalam tubuhnya dengan lembut sekali. Ia juga tak dapat menghindari rasa sayang dan cinta yang pria itu berikan lewat penyatuan tubuh tersebut.


“R-Rain … haaa … haaaa ….” Joey memanggil pria itu di sela nafasnya yang tersengal-sengal. Ia memeluk erat tubuh kekar itu hingga dada mereka saling bersentuhan. Terdengar degupan jantung satu sama lain yang saling berpacu memberikan gejolak-gejolak panas yang menghanyutkan.


“Yes, Sweetheart?” jawab Rain sambil mendaratkan bibirnya ke leher jenjang gadis itu dan meninggalkan beberapa jejak cinta.


“A-ku … hngh … suka kamu.” Gumam Joey pelan disela de sa hannya yang merdu.


Mendengarkan hal manis tersebut keluar dari bibir Oleander-nya di saat mereka sedang bercinta, Rain semakin terpancing dan ingin memberikan seluruh cinta dan kenikmatan pada gadis itu. Ia menaik turunkan tubuh mungil gadis tersebut sambil matanya sesekali terpejam menelusuri setiap titik yang ada di dalam lobang tersebut. Kenikmatan yang sangat menghanyutkan!

__ADS_1


Di saat Rain sedang menikmati penyatuan tersebut, tiba-tiba saja Joey menolak tubuh kekar pria itu hingga jatuh terjerembab ke ranjang. Rain mendadak kaget dengan tindakan spontan Joey yang mendadak ganas. Terlebih lagi, gadis itu melepaskan gaun yang membaluti tubuhnya, lalu dilemparkan ke lantai. Kemudian, gadis itu juga melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya dan dilemparkan ke lantai.


"Ini tugasku," gumam Joey pelan sambil tubuhnya bersiap-siap menunggangi tubuh kekar pria itu.


Sesaat setelah itu, Joey langsung menggoyangkan pinggulnya dengan goyangan naik turun sambil sesekali ia terisak sendiri karena tindakannya. Entah karena dorongan apa, gadis itu mencoba menggoyangkan pinggulnya dengan cepat. Tapi sayang, hanya bertahan beberapa detik, karena di saat yang sama, ia telah mencapai kl i m aks.


"Hnghh!!!" leng uh Joey dengan tubuh yang kelojotan sambil kepalanya tanpa sengaja mendongak ke atas dan nafas yang terengah-engah.


Di sela-sela nafasnya yang memburu, Rain tak mampu menahan kekehnya melihat tindakan gadis pemula itu. "Oleander-ku benar-benar nakal! Tapi sayang, belum bisa menandingiku."


Rain berusaha bangkit dari tidurnya, lalu memposisikan tubuh gadis itu di atas ranjang dengan posisi tengkurap. Setelah itu, ia mengangkat pinggul gadis tersebut seperti posisi merangkak. Kemudian pria itu memposisikan tubuhnya di tengah-tengah paha dan bo kong Joey yang sedang posisi merangkak dan masih terengah-engah karena mengatur nafas.


"Ntar du- ... Aghhh!!!"


Belum sempat Joey menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja lobangnya disentak dengan sekali hentakan yang kuat sehingga tubuh gadis itu kembali dibuat bergetar.


"U-udah ... a-aku ... ma- ... u ...." Joey mengcengkeram bedcover dengan sangat kuat, tubuhnya mulai memanas seakan-akan ada yang ingin meledak di dalam sana.


"Apa? Huhh?!" tanya Rain sambil memukul bo ko ng Joey. Lalu tangannya kembali memegang erat pinggul gadis itu.


"Mau keluar?!!" suara lantang Rain terdengar mengerikan. Keringat mulai bercucuran di sekujur tubuh mereka dengan nafas berat yang saling bersautan.


"A-aku ... nghhh!" le ngu h Joey sambil terisak-isak.

__ADS_1


"Keluarkan, Sayang. Ayo!" seru Rain sambil memompa kencang.


Sesaat setelah itu, kedua tubuh mereka mendadak kejang can bergetar hebat di waktu yang sama. Rain mencengkeram dengan kuat pinggul gadis itu sambil menghentakkan batang keras tadi sedalam-dalamnya ke dalam lobang calon istrinya. Ledakan demi ledakan panas yang sedang menyembur dengan kuat dan banyak, membuat Joey tak mampu menopang tubuhnya dengan tangan hingga ia jatuh tersungkur ke atas ranjang ditimpa tubuh kekar pria itu yang ikut jatuh menin dih tubuhnya.


"Haaa ... haaa ... i love you, Sweetheart," gumam Rain pelan sambil tersengal-sengal.


Joey tak berkutik, karena ternyata ia tertidur akibat kelelahan hingga ia melupakan tujuan utama dari malam ini adalah dinner.


Rain menghela nafasnya melihat raut lelah gadis kesayangannya. Lalu ia menggendong tubuh lelah yang tak berbalut busana tersebut dan menyelimutinya hingga sebatas dada, ia pun ikut masuk ke dalam selimut hangat tersebut. Saat ia ingin menyelimuti tubuhnya, tiba-tiba saja ada ponsel milik Joey yang terjatuh ke lantai.


"Ck, kayaknya hp dia jatoh dari kantong pas dia buka baju tadi," kekeh Rain pelan sambil menggeleng-gelengkan kepala mengingat bagaimana liarnya gadis itu malam ini.


Rain mengambil ponsel yang jatuh ke lantai tadi, lalu ia letakkan di meja kecil yang ada di sampingnya, bertepatan di bawah lampu tidur.


Kemudian, ia berbaring di samping tubuh Joey yang sedang terlelap sambil memposisikan dirinya menghadap ke arah gadis itu. Tatapannya terfokus pada wajah cantik yang selalu ada di kepalanya. Tanpa sengaja, tangan ia membelai lembut pipi bakpau itu.


"Maaf, jika obsesiku selama ini menyakitimu," ucap Rain lirih. "Tapi, hanya kamu tempat ternyaman untukku pulang."


TING!!!


Di saat Rain sedang menatap wajah lelah gadis itu, tiba-tiba saja ada sebuah notifikasi Nstagram yang masuk dari ponsel Joey. Rain yang sedang membelakangi meja kecil itu, entah kenapa tiba-tiba saja menoleh dan tanpa sengaja membaca nama yang tertera di notifikasi tersebut.


"Kale Garnacho?"

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2