OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Pergi Tanpa Sepatah Kata


__ADS_3

..."Memangnya ... kamu pelacur yang habis dipakai, lalu pergi tanpa sepatah katapun. Padahal aku belum memberikanmu uang." - Zayn...


...🌸🌸🌸...


Dua minggu telah berlalu sejak peristiwa pertemuan Rain dan Zayn.


Hari ini, tepatnya di peresmian pergantian nama Group Shailendra berubah menjadi RJ Group, Zayn hadir dengan dalih ingin memberikan ucapan selamat kepada Joey.


"Selamat, Kakak Ipar!" seru Zayn sambil menjabat tangan Joey.


Saat itu, Joey sedang bersebelahan dengan Luca. Pria itu hadir karena ingin memantau artisnya yang sedang naik daun itu.


"Kakak Ipar?" tanya Luca sambil menatap ke arah Zayn, kemudian ia menatap Joey.


Joey menatap mata Zayn dengan tatapan yang tajam dan menusuk. Seolah-olah faham akan kesalahannya dalam berbicara saat itu, Zayn langsung berdalih.


"Hahaha ... maaf. Entah kenapa, aku ingin sekali memiliki kakak ipar yang cantik dan berbakat seperti Joey," celetuk Zayn.


"Haaa ... aku pikir ucapanmu tadi sungguhan," sahut Luca sambil tersenyum lega. "Yah ... gadis secantik Joey, siapa sih yang nggak akan menyukainya?"


"Anda benar, Pak Luca," Zayn tersenyum miring. Hanya saja, senyuman dan tatapannya kali ini, seperti tak bermaksud atau bahkan tak berniat jahat sama sekali.


"Kalau begitu, lanjutkan obrolannya, saya mau ke toilet bentar," tutur Luca. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Joey dan Zayn di tengah-tengah pesta peresmian tersebut.


"Ck! Hubungan yang menyedihkan," ejek Zayn sambil menyeruput minuman yang ada di gelas yang ia pegang. Mata Zayn berkeliling, seolah-olah sedang mencari sosok yang ia nanti-nantikan.

__ADS_1


"Yah ... setidaknya, cinta yang tak terbalas lebih menyakitkan," ejek Joey yang tak ingin direndahkan.


Zayn tersedak. Tatapan matanya mengarah ke Joey. Kemudian ia terkekeh. "Jadi ... Mas Rain udah ceritain semuanya ke kamu?"


Joey hanya tersenyum miring, lalu ia melipat kedua tangannya ke dada dan menatap sekeliling sambil melemparkan senyuman yang ramah pada tamu yang menatap ke arahnya.


"Aku tau ... tujuan Mas Zayn ke sini bukan karna peresmian ini," gumam Joey sambil matanya berhenti di satu titik.


"Mas Zayn pengen ketemu dia, 'kan?" sambung Joey sambil menatap lurus ke arah Sara.


Zayn yang sedari tadi mencari-cari sosok Sara, kini sorot matanya terhenti di sosok wanita yang kini sedang mengobrol dengan beberapa orang pebisnis kaya raya yang tampan dan masih muda.


"Ck! Aku akan membuat perhitungan denganmu dan Mas Rain!" geram Zayn yang kesal karena tertangkap basah.


Zayn bergegas meninggalkan Joey di tengah-tengah keramaian. Lalu ia berjalan mendekat ke arah Sara.


Zayn langsung menyadari bahwa saat ini ia sedang dihindari oleh Sara. Tanpa berfikir panjang, ia langsung bergegas mengejar wanita itu. Hingga akhirnya tiba di sebuah lorong yang cukup sunyi, Zayn menahan tangan Sara dengan erat.


"Aw!" pekik Sara. Ia menoleh ke belakang ke arah Zayn yang sedang menahan tangannya.


"Kenapa menghindariku?" tanya Zayn kesal.


"Aku? Menghindar?" Sara balik bertanya.


"Hmm ..." dehem Zayn singkat. "Kenapa meninggalkanku saat di ho-"

__ADS_1


Kedua tangan Sara menutup mulut Zayn dengan sigap sebelum pria itu menyebutkan'hotel'.


"Hati-hati dengan ucapanmu, Mas. Nama baikku bisa saja tercemar," ucap Sara beralasan. Padahal, sebenarnya ia malu saat mengingat kembali siang panas yang telah mereka lalui berdua.


"Ikut aku!" Zayn menarik tangan Sara. Pria itu berjalan menyusuri lorong menuju sebuah lift.


"Mas, lepas!" Sara berusaha menarik tangannya dari genggaman Zayn. Meskipun ia menyukai pria itu, tetap saja ia tak menerima kekerasan dalam sebuah hubungan.


Zayn tak bergeming. Saat lift terbuka, Zayn langsung menarik Sara masuk ke dalam lift tersebut dan menekan tombol P3 untuk menuju parkiran.


Sesaat kemudian, Zayn menarik tubuh Sara hingga akhirnya mereka berdekatan dan tak ada jarak sedikitpun yang memisahkan tubuh mereka.


Tangan kanan Zayn yang semula menarik Sara, kini melingkar di pinggul wanita tersebut. Sorot matanya menajam seolah-olah sedang membidik mangsa yang saat itu sedang ada di depan matanya.


"Memangnya ... kamu pelacur yang habis dipakai, lalu pergi tanpa sepatah katapun. Padahal aku belum memberikanmu uang," lirih Zayn pelan namun penuh dengan penekanan.


Plak!!!


Sebuah tamparan melayang ke pipi Zayn. Sara menatap pria itu dengan tatapan yang geram dan penuh kekesalan.


...****************...


BERSAMBUNG...


...****************...

__ADS_1


Maaf jarang upload ges. Author habis pindahan rumah, maklum ... pengantin baru 🀭


Ntar di usahain sering-sering upload lagi kayak biasa ya πŸ€—


__ADS_2