
..."Terima kasih. Karna selalu menjadi versi terbaik dari gadis yang ku cintai." - Rain...
...🌸...
..."Kalo ini bohongan, nggak mungkin 'kan, Joey mengenakan gaun pengantin berdampingan dengan Rain?" - Luca...
...🌸🌸...
..."Oleander yang istimewa ini ... benar-benar tak bisa ku gapai." - Kale...
...🌸🌸🌸...
"Maksud Bapak?" Joey berusaha tak menjawab pertanyaan Luca. Tapi ia mencoba untuk menyelidiki dahulu apa maksud dari pertanyaan Luca tersebut.
^^^"Gini deh, sekarang kamu buka Witter, terus kamu liat. Kamu itu lagi jadi trending topic."^^^
Sesaat kemudian, panggilan mereka berakhir. Tanpa jeda, Joey langsung membuka aplikasi sosial media berlogo burung putih.
"Om!" gumam Joey dengan mata yang terbelalak. Ia menutup mulutnya sempat menganga menggunakan sebelah tangan.
Rain mengerutkan dahinya. "Kenapa dia nelfon malam-malam gini? Emangnya nggak ada hari besok?"
Drrtt... Drrtttt...
Saat Rain bertanya, tiba-tiba saja ponsel milik Joey kembali berdering. Begitu juga Rain, ponselnya juga ikut berdering. Keduanya menerima beberapa panggilan dari Harry dan Zea.
Kurang lebih beberapa menit mereka berbicara melalui telefon dengan raut wajah yang suram, akhirnya panggilan tersebut disudahi dengan helaan nafas yang berat. Joey dan Rain, keduanya dibuat pusing karena berita tentang pernikahan mereka tersebar.
"Ugh!" lagi-lagi Joey mual. Ia kembali berlari ke kamar mandi.
"Ck! Sepenting apa sih masalah ini sampai-sampai aku melupakan istriku sendiri!" umpat Rain dalam hati. Ia bergegas bangkit dari ranjang dan menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Kayaknya aku salah makan deh, Om," ucap Joey dengan wajah yang lesu kepada Rain.
"Oomm!!!" pekik Joey sesaat kemudian. Pasalnya, ia kaget saat tubuhnya tiba-tiba dibopong oleh Rain.
"Mual?" tanya Rain sambil tersenyum menuju ranjang.
"Iya. Mual sama pusing," gumam Joey manja sambil menatap Rain.
Rain merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang. Kemudian ia ikut berbaring di sisi Joey sambil miring menghadap istrinya.
Rain membelai lembut kepala Joey dengan penuh kasih sayang. Di tatapnya bola mata indah milik istrinya itu.
"Jangan banyak pikiran," tutur Rain lembut. "Jangan kecapean."
"Kayaknya kamu hamil," sambungnya girang.
"Hah?!" Joey terbelalak. Ia kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali tanggal ia datang bulan.
"Astagaaa! Aku 'kan udah telat dua bulan!" seru Joey sambil menatap ke arah Rain.
"A-aku seneng banget," ucap Joey haru. "Aku janji bakalan jagain dia dengan baik. Aku nggak mau dia kayak Kakaknya."
Joey merasa bersalah karena anak pertamanya terpaksa keguguran akibat keteledorannya dulu. Meskipun itu bukan salahnya.
"Maaf ... kalau bukan karna aku, bayi itu pasti udah-"
"Sayang ..." Joey meletakkan telunjuknya ke bibir Rain. "Sssttt..."
"Nggak ada yang bener dan nggak ada yang salah. Yang udah terjadi, udah jadi takdir buat kita. Sekarang, kita jalani aja apa yang udah ada di depan mata," sambung Joey sambil tersenyum.
Rain menghela nafas lega. Lagi-lagi gadis itu selalu membuat hatinya tenang. Ia pun membalas ucapan Joey dengan sangat lembut. "Terima kasih. Karna selalu menjadi versi terbaik dari gadis yang ku cintai."
__ADS_1
"I love you so much," gumam Rain sambil mengecup lembut dahi istrinya.
"I love you too, Rain," balas Joey sambil tersenyum.
"Tapi ... skandal yang lagi memanas di media itu gimana, Om? Aku takut," Joey mendadak muram. Tiba-tiba pikirannya kembali dibuat tak tenang perihal hubungannya dan Rain yang mendadak terekspos.
"Aku tau, ini ulah siapa," ucap Rain. "Besok aku bakalan nemuin Zayn."
"Malam ini, kamu istirahat aja dan nggak usah mikir yang macem-macem. Besok juga jangan keluar dulu. Aku bakalan suruh Harry mengantarkan Zea ke sini untuk menemanimu."
...****************...
Di saat yang sama, Luca terlihat mondar mandir di dalam kamarnya. Pria tampan yang menaruh harapan pada Joey itu mendadak tak bisa tidur saat mengetahui skandal gadis yang ia cintai.
"Haa ... kalo ini bohongan, nggak mungkin 'kan, Joey mengenakan gaun pengantin berdampingan dengan Rain?"
Luca menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Ia merengangkan kedua tangannya dengan tatapan kosong menerawang jauh. Jika ia memejamkan mata, pasti wajah Joey muncul.
"Argh!!!" Luca tak mampu menahan rasa kecewa yang sedang berkecamuk di dada. Bagaimana bisa gadis itu menyembunyikan padanya yang merupakan direktur di perusahaannya. Walaupun itu adalah urusan pribadi, bukankah ia harus mengetahui hal tersebut?!
...****************...
Di salah satu bar yang ada di daerah Senopati, Jakarta Selatan, Kale terlihat sedang mabuk dan tak henti-henti menegak minuman keras. Sorot matanya sendu dan sedih.
"Joey... Joey... pada akhirnya kamu menikah dengan Rain. Ck!" gumam Kale kecewa.
Kale membuka ponselnya dan membuka aplikasi sosial media Nstagram. Ia melihat profil Joey Ainsley. Di tatapnya foto cantik Joey yang sedang tersenyum dengan sangat anggun.
Tanpa sadar, Kale berkomentar di salah satu foto Joey. Ia yang saat itu mabuk berat, sama sekali tak memikirkan dampak dari ketikan jarinya.
..."Oleander yang istimewa ini ... benar-benar tak bisa ku gapai."...
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG...