OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Jangan Salahkan Aku, Zea


__ADS_3

...*Hi ges, bagi yang puasa, bacanya abis buka yak. Full adegan 21+. Hehehe... kalo yang nggak nyaman boleh skip bab kali ini **👀*...


...🌸...


...“Aku telah memperingatkanmu sebelumnya, jadi jangan salahkan aku jika kita melewati malam yang panas." - Harry...


...🌸...


..."Maaf. Kamu begitu nikmat." - Harry...


...🌸🌸🌸...


“Jangan melewati batas!”


Suara bariton Harry terdengar begitu syahdu di telinga Zea yang saat itu sedang mabuk. Entah kenapa, suara itu semakin memacu adrenalinnya dan semakin menantangnya untuk bergegas melahap bibir ranum pria tampan berkulit sawo matang tersebut.


Kini, kedua tangan Zea meraih kepala Harry, sepertinya ia ingin menarik pria itu dan mencum.buinya bibir pria itu tanpa peduli apakah pria itu mau atau tidak.


Harry menekan dengan kuat ranjang yang kini menjadi topangan tubuhnya di atas Zea. Tubuhnya bergetar hebat karena menahan gejolak nafsu yang seketika menyeruak memusingkan kepala. Ia berusaha sekuat mungkin untuk tak terlibat ciuman dengan gadis itu. Karena ia tau betul bahwa naluri lelakinya tak puas hanya dengan sebuah ciuman.


“Aku akan mengatakannya sekali,” ucap Harry sambil mengeram dan napasnya terdengar mendengus.


“Jika kamu memaksa ciuman ini, jangan salahkan aku jika aku melewati batas.” Sambung Harry dengan raut wajah yang serius. Sepertinya pengar pria itu seketika hilang akibat gejolak membara yang kini sedang bergelora di dadanya.


Zea tak mempedulikan ucapan Harry, ia malah menarik kepala pria itu dan langsung mencum.bui bibir ranum pria itu dengan penuh nafsu.


“Mphh…” Harry dibuat terbelalak dengan aksi nekad Zea.


Melihat aksi nekad Zea, mata yang sebelumnya terbelalak, kini berubah menjadi mata mesum yang liar dan mengerikan. Di sela-sela ciuman yang Zea berikan, Harry yang terkenal sebagai sekretaris tanpa ekspresi tersebut mendadak menyeringai. Sepertinya, Zea akan menjadi mangsa yang enak malam ini.


“Aku telah memperingatkanmu sebelumnya, jadi jangan salahkan aku jika kita melewati malam yang panas,” gumam Harry di dalam hati.

__ADS_1


Sekujur tubuh Harry memanas dengan darah yang mendidih akibat nafsu yang sejak tadi tertahankan. Kedua tangan kekarnya yang tadi sempat menopang tubuhnya agar tak menindih Zea, kini ia gunakan untuk mengelus dan membelai lembut kepala gadis yang ada di bawahnya sehingga tubuhnya kini bersentuhan dengan lekat dan menimpa tubuh gadis itu.


Sembari ******* bibir Zea yang hangat, kedua mata Harry menatap dengan nanar wajah Zea yang pasrah dan merem itu. Cantik dan anggun, pikir Harry. Entah kenapa, ada perasaan menggelitik yang membuat detak jantungnya tak karuan.


Harry dibuat terbelalak saat kedua tangan Zea mulai mera.ba punggungnya dengan sangat ero.tis. Entah kenapa, sentuhan yang diberikan Zea semakin membuat nafsunya bergelora. Gadis itu benar-benar handal dalam memancing naluri buas lelaki!


Tak tahan hanya dengan berciuman, tangan kanan Harry mulai nakal. Ia memberikan sentuhan yang cukup lembut tepatnya di gundukan milik Zea. Dada gadis itu tak cukup besar, tapi juga tak kecil. Standar dengan yang dimiliki oleh gadis-gadis Indonesia dan cukup membuat pria manapun ketagihan untuk menyentuhnya berulang kali.


“Mmphhh!” Zea tak dapat menahan le.ngu.hannya ketika tangan kekar pria itu mulai memijat lembut dada kenyal miliknya. Kedua tangan Zea yang semula meraba punggung Harry, kini ia mere.mas dengan kuat kedua lengan berotot pria itu.


Harry semakin dibuat liar. Deruan napasnya sudah sangat berat. Kemudian pria itu berinisiatif ingin melepaskan dress maroon yang dikenakan Zea. Namun, kalah lihai. Karena Zea langsung memutar keadaan dengan menjatuhkan tubuh Harry ke sebelahnya dan kini gadis itu yang memanjat Harry.


Zea membuka dress yang ia kenakan malam itu. kini yang tersisa hanya pakaian dalam lilac yang melekat di tubuh indahnya. Ia mengambil kendali dengan duduk di atas benda keras milik Harry yang sejak tadi sepertinya sudah tak tahan ingin keluar dari celana sempit itu. Lalu, ia membuka kancing baju Harry satu persatu dengan sangat cepat.


“Haa… aku salah,” gumam Harry pelan. “Sepertinya peringatan itu bukan untukmu, tapi untukku.”


Harry terkekeh kecil sembari kedua tangan kekarnya mengusap kasar wajahnya dengan gerakan dari bawah ke atas, kemudian kedua tangannya berhenti di kepala. Ia dibuat terbelalak saat Zea membuka celananya sehingga terlihat dengan gagah benda sakti miliknya yang sudah mengeras dan berdiri dengan tegap.


"Hukkk!!!" Harry tersentak sampai-sampai tubuhnya setengah terangkat akibat aksi gadis itu yang tak setengah-setengah.


Harry mendadak malu karena merasa bahwa sepertinya yang lebih berpengalaman di sini adalah gadis itu, bukan dia. Bagaimana bisa gadis yang berusia sembilan belas tahun itu begitu mahir melahap benda sakti miliknya? Sedangkan dia yang sudah tiga puluh tiga tahun hidup saja belum pernah menyentuh tubuh wanita.


"Kamu wanita pertamaku," gumam Harry lirih dengan suara yang berat sambil sesekali ia menggigit bibirnya karena menerima kenikmatan yang sedang Zea berikan kepadanya.


Merasa cukup kenyang setelah melahap daging yang semakin mengeras dan membesar itu, Zea bangkit dari jongkoknya. Ia berniat ingin memanjat tubuh Harry, tapi ia salah.


Tangan kekar Harry menarik tubuh Zea sehingga jatuh terlentang ke atas ranjang. Kemudian, Harry bergegas memanjat tubuh Zea dan melepaskan segitiga lilac milik gadis itu. Lalu ia lemparkan ke sembarang arah.


Harry membungkukkan tubuhnya sehingga wajahnya berdempetan dengan Zea.


"Ini tugasku," bisik Harry dengan suara beratnya.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama, Harry bangkit dan bergegas melebarkan paha Zea, kemudian ia memposisikan tubuhnya di tengah-tengah selang.kangan gadis itu. Ia pun mengarahkan benda keras miliknya menuju lobang kenikmatan milik gadis kecil yang ada di depannya saat ini.


Meskipun Harry sedang dipengaruhi nafsu yang menggebu-gebu, tak bisa ia pungkiri bahwa akal sehatnya sedang berdebat dengan nafsu. Memangnya ini pantas ia lakukan pada gadis kecil? Memangnya apa yang ia lakukan ini tak salah? Bagaimana jika nanti gadis itu hamil dan menyesal? Arghh... semua sudah terlanjur, apa yang akan terjadi, terjadilah, pikir Harry saat itu.


Tanpa belas kasih ataupun kelembutan, Harry bergegas menghentakkan miliknya masuk ke dalam rongga sempit milik Zea.


"Ughhh...." Gadis itu dibuat tersentak hebat sampai kepalanya mendongak dan matanya mendelik ke atas. Sensasi nikmat dari benda keras dan besar milik Harry itu membuat sekujur tubuh Zea bergetar dengan hebat.


Milik pria itu berdenyut-denyut di dalam sana. Ia sedang mencoba terbiasa dengan lobang hangat wanita yang selama ini hanya bisa ia tonton di video 21+. Rasa aneh yang memusingkan kepala namun memberikan berjuta nikmat benar-benar sedang ia rasakan sekarang.


"Ck! Begini rasanya? Andai aku tau dari dulu," gumam Harry pelan. Ia menyesali masa muda yang ia sia-siakan selama ini.


Dari lahir sampai tamat sekolah ia tak sekalipun berfikiran untuk menjalin hubungan dengan wanita. Menurutnya, itu adalah salah satu cara cepat untuk membuang-buang uang dan mensia-siakan waktu. Apalagi untuknya yang merupakan anak dari keluarga yang tak punya. Pacaran merupakan hal mewah untuknya.


Bagaimana Harry melalui hidupnya? Sejak ia berusia sembilan belas tahun hingga kini, ia fokus kuliah dan bekerja untuk Rain. Membantu pria yang telah banyak berjasa pada dia dan keluarganya. Meskipun awalnya Rain merupakan pria sombong yang angkuh dan tak berperasaan. Tapi sejak bertemu Joey, pria itu berubah menjadi dermawan dan baik hati.


Tanpa berlama-lama, Harry pun akhirnya membulatkan tekad untuk menuntaskan apa yang telah ia dan Zea mulai. Pria itu menggerakkan tubuhnya perlahan dengan gerakan maju mundur. Sensasi yang begitu nikmat itu membuatnya tak henti-henti menghela napas. Gerakannya yang semula lambat, lama-lama menjadi cepat.


"O-Om ... mmhh ... pe-pelan ... pelan ..." desa.h Zea sembari tubuhnya tak henti-henti kelojotan akibat liang sempitnya dipenuhi daging kekar milik Harry.


Cukup lama mereka berdua bergumul sampai berkeringat di kamar yang dingin itu. Akhirnya, Harry pun tumbang saat ia telah mencapai puncaknya. Lalu ia terkapar dengan nafas yang ngos-ngosan di samping Zea. Gadis itu pun terlelap karena telah mencapai puncaknya.


Selang beberapa menit mereka beristirahat, Harry merasa tak puas. Ia ingin mencoba lagi kenikmatan tiada tara tersebut. Rasanya surga itu benar-benar nyata saat ia melakukan pergumulan dengan gadis itu.


"Maaf," ucap Harry sambil membelai lembut pipi Zea. "Kamu begitu nikmat."


Malam itu, Harry benar-benar menjadi buas dan bringas. Pria yang pertama kali bercinta itu, ia mendadak menjadi predator s e ks dan menjadi ketagihan dengan senam bercocok tanam tersebut. Pasalnya, tak hanya sekali dua kali ia memanjati dan menggagahi tubuh gadis itu, melainkan lima hingga enam kali. Benar-benar gila!


...****************...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2