OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Aku Harus Memilikinya!


__ADS_3

..."Aku harus memilikinya, dengan begitu Mas Rain akan mendapatkan wanita bekas yang telah ku pakai!" - Zayn...


...🌸🌸🌸...


"Selamat siang ... Papa," sapa Sara saat menemui Ravi Ravindra.


Pria yang saat ini sedang duduk di ruang tamu bersama Hana Ravindra dibuat terbelalak kaget saat mendapati Sara Walters yang dijodohkan dengan anaknya Rain, kini muncul di depannya.


Sara mendekat ke arah ruang tamu sambil mendorong kursi roda yang ditempati oleh Rain.


"Papa?" ulang Ravi sambil membuka kaca matanya.


"Iya, Pa," sahut Sara. "Aku ke sini untuk menyapa calon mertua."


Ravi berdiri dengan girang menyambut kehadiran Sara. Pria itu menjadi kelang kabut dan menyuruh Hana untuk memberitahu pembantu mereka membuatkan minuman dan menyajikan makanan.


"Duduklah," ucap Ravi sambil wajah tuanya tersenyum sumringah.


Kurang lebih beberapa menit Sara berbasa basi, akhirnya wanita itu mengatakan keinginan hatinya.


"Kalau ... pernikahan ini dilakukan ... dua minggu lagi, apa boleh?" pinta Sara lugas.


Ravi, Hana dan Rain terbelalak. Ketiga orang tersebut terkejut karena kehendak Sara yang begitu blak-blakan dan pernikahan ini terlalu cepat!


"Ma! Pa! Aku pulang!" seru Zayn yang tiba-tiba masuk ke ruang tamu.


Pria tampan yang merupakan adik tiri Rain itu masuk ke dalam rumah sambil bersenandung. Lngkah kakinya terhenti saat melihat Sara di ruang tamu bersama Rain.


"Ternyata ... kita kedatangan tamu," ucap Zayn sambil melonggarkan dasinya. Pria itu tersenyum menyeringai ke arah ruang tamu.


"Dia calon Kakak Ipar-mu," tutur Ravi kepada Zayn.

__ADS_1


"Kakak Ipar?" Zayn terbelalak sejenak. Namun sesaat setelah itu ia tersenyum.


"Haaa... karena Mas Rain mau menikah, aku juga jadi pengen punya istri. Bahkan punya istri dua juga menjadi impianku," ejek Zayn sambil duduk di atas sofa yang bersebelahan dengan Sara.


"Jaga ucapanmu di depan tamu kita, Zayn," nasehat Ravi kepada Zayn yang berbicara sembarangan.


"Nggak apa-apa, Pa. Sebentar lagi kita akan jadi keluarga," tutur Sara sambil tersenyum.


Kurang lebih setengah jam mereka menghabiskan waktu untuk membahas beberapa hal yang perlu, akhirnya Rain dan Sara pamit undur diri.


"Kamu bisa bawa mobil sendiri, 'kan?" tanya Rain kepada Sara. "Aku ada meeting penting. Jadi aku langsung ke kantor dengan Harry."


"Eum ... i-itu ... hehehe," Sara berlagak kikuk di depan keluarga Ravindra.


"Kamu gimana sih, calon istri dibiarkan pulang sendiri?!" ucap Ravi kesal.


"Nggak apa-apa, Pa. Aku bisa-"


"Baiklah," sahut Zayn tanpa penolakan.


Sara tersenyum puas saat Zayn tak menolak untuk mengantarkannya pulang. Padahal, tadi ia tak sedikitpun berharap bahwa pria yang ia sukai itu akan mengantarkannya pulang.


Kini mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar. Rain dibantu Harry untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan Sara dan Zayn menuju mobil yang berbeda.


...****************...


Saat di perjalanan mengantarkan Sara, Zayn fokus menatap jalan sambil memikirkan sesuatu. Satu tangannya memegang stir mobil, sedangkan satu tangannya dengan posisi siku disandarkan ke pintu dan jarinya sibuk memegang dagu.


"Apa alasanmu menikahi Kakakku?" tanya Zayn tiba-tiba tanpa melihat ke kiri ke arah Sara.


"Mengikuti perjodohan orangtua," jawab Sara singkat.

__ADS_1


"Aku tau, kamu pasti udah nyelidiki Kakakku sebelum menikahinya," ucap Zayn tanpa basa basi. "Kamu juga pasti tau 'kan kalo dia bukan pria lajang?"


Sara tersenyum. Ia melipatkan kedua tangannya ke dada sambil menatap lurus ke jalan yang padat. "Hmm... aku udah tau."


"Terus, alasan kamu melanjutkan perjodohan?" tanya Zayn menyelidiki. "Lagi pula, dia 'kan lumpuh, mana bisa memberikan kepuasan di atas ranjang!"


"Aku ragu dia akan menyentuhku," tutur Sara sambil tetap menjaga image-nya. "Tapi, aku akan mempertahankan mahkotaku sampai-"


Brak!


Mobil yang dikendarai Zayn berhenti mendadak. "Kamu masih perawan?!"


Sorot mata pria itu tak mampu teralihkan dari menatap ke arah Sara.


"Jalan dulu, Mas. Nanti kita diklaksonin sama mobil yang lain," tutur Sara sambil melihat ke belakang di mana ada banyak mobil yang berhenti karena mereka yang berhenti mendadak.


Zayn pun menjalankan mobilnya tanpa berkata apa-apa. Tapi ia penasaran dengan wanita yang berada di sebelahnya saat ini. Wanita itu sudah tau Rain memiliki istri, tapi kenapa masih mau menjadi istri kedua? Terus, kenapa juga dia memberikan kesuciannya untuk pria yang sudah tak perjaka?!


"Kamu mencintai Kakakku?" tanya Zayn gamblang.


"Nggak," jawab Sara tegas.


"Terus kenapa?! Lagi pula dia nggak bakalan bisa muasin kamu!"


"Mas Zayn kenapa jadi emosi sendiri? Kan, aku yang akan dipuaskan atau tidaknya oleh Mas Rain," protes Sara. Ia sengaja mengucapkan pertanyaan yang menohok pada pria incarannya.


Zayn hanya diam dan tak mengatakan apa-apa. Tak bisa ia pungkiri bahwa wanita yang ada di sampingnya sekarang merupakan wanita cantik dan kaya, selain itu wanita di sampingnya saat ini juga merupakan wanita yang sangat berbakat. Bukankah Rain terlalu rakus untuk memiliki semua wanita cantik yang masih tak tersentuh?


"Aku harus memilikinya, dengan begitu Mas Rain akan mendapatkan wanita bekas yang telah ku pakai!" tekad Zayn dalam hati.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2