OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Oleander-ku Harus Pasrah!


__ADS_3

...“Nggak usah belajar juga aku udah tau harus ngapain, Om! Di mana-mana cewe itu cuma pasrah!” - Joey...


...🌸🌸🌸...


Rain meraih kedua tangan Joey yang menutupi wajah malunya.


“Om!” ketus Joey yang menutup rapat kedua matanya saat kedua tangannya berhasil dialihkan dari wajah oleh Rain.


“Sampai kapan aku harus nunggu? Hemm? Kan aku sudah bilang, aku ini orangnya tidak sabaran," ucap Rain sambil mengarahkan kedua tangan Joey ke benda keras yang ada di se lang kang annya.


Tubuh Joey tersentak kebelakang karena terkejut saat tangannya menyentuh benda keras yang asing baginya. Ini merupakan pertama kalinya bagi gadis tersebut menyentuh sesuatu yang keras dan besar itu. Sesuatu yang keras dan membuatnya berdebar-debar, bahkan dari sentuhan yang dibatasi kain aja, dia dapat menebak bahwa benda keras itu berukuran besar.


“Gimana?” tanya Rain sambil menyeringai puas. Akhirnya, gadis muda itu mulai manut tanpa memberontak. Sepertinya, gadis itu sudah mulai sadar bahwa balas jasa itu perlu.


Joey menarik tangannya tanpa membuka matanya. Jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang. “Biasa aja.” Celetuk Joey dengan wajah yang bergetar.


Rain yang tak terima saat benda sakti miliknya dikatakan biasa saja, mencondongkan tubuhnya ke arah gadis muda yang sedang duduk di sofa itu.


“Biasa? Jadi, harus ku buktikan dulu, biar kamu tau kalo benda ini tidak biasa?” bisik Rain dingin.


Gadis muda itu segera bangkit dari duduknya karena bingung harus mengatakan apa, sejujurnya, benda itu sangat luar biasa menurutnya, luar biasa karena ukurannya yang sangat besar. Selama ini, dia hanya menganggap bahwa milik bule saja yang ukurannya besar. Ternyata dugaannya salah!


“Aw!” pekik Joey saat jidatnya kejedot dengan jidat Rain. Gadis itu tanpa sengaja membuka matanya dan saling bertatapan dengan mata elang milik pria dewasa yang ada di depannya. Ia kembali terduduk ke sofa tersebut.


“Pernah nonton film p0r n 0 ?” tanya Rain to the point.

__ADS_1


“Ish! Om nggak malu apa nanya hal begituan? Itu ‘kan privasi!” celetuk Joey sambil mengerlingkan matanya dan membuang muka ke arah kiri.


Rain meraih dagu lancip gadis muda itu dan mengarahkan wajah merona Joey ke arahnya. “Ekspresi wajahmu mengatakan pernah. Nonton dengan siapa? Cowo? Atau Cewe?”


“Om!”


“Oh, nonton sama cowo? Siapa cowo itu? Biarku kebiri saat ini juga.”


“Aku nonton sendiri! Nggak pernah sama cowo atau orang lain! SEN-DI-RI!!!" Joey spontan menjawab ucapan Rain karena tak ingin orang lain menerima dampak dari keegoisan pria itu.


"That's my girl," gumam Rain lirih.


Mendengarkan ucapan Joey bahwa ia menonton sendiri, sesaat Rain tersenyum puas karena gadisnya belum sempat ternodai begitu jauh, yah walaupun ciuman pertama gadis itu sudah direnggut oleh bocah tengik itu. Tapi satu hal yang pasti, tak ada lagi yang boleh menyentuh gadis ini selain dia, jika ada yang berani menyentuhnya, akan ia habisi saat itu juga!


“Ikut aku,” ucap Rain sambil menarik lengan Joey ke arah kasur.


Rain tak menggubris ucapan gadis tersebut, sebaliknya, ia mendudukkan Joey ke sisi ranjang. Pria itu mengambil tabletnya dan duduk di samping Joey. Rain mendempetkan tubuhnya ke arah Joey, pria itu benar-benar menghapus jarak yang ada.


“Om, ngapain?” tanya Joey. Gadis itu terheran-heran saat Rain membuka browser di tabletnya. Beberapa detik kemudian, Joey terbelalak saat melihat video yang ada di layar tablet tersebut.


“Om! Nggak usah ngadi-ngadi!” sembur Joey sambil bangkit dari duduknya. Namun tangan gadis itu ditahan oleh Rain. Pria itu menarik Joey sehingga tubuh gadis itu jatuh ke atas pangkuannya dan dengan sigap, pria itu melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Joey.


“Kita nonton bareng, biar kamu belajar.”


“Nggak usah belajar juga aku udah tau harus ngapain, Om! Di mana-mana cewe itu cuma pasrah!” celetuk Joey malu.

__ADS_1


“Oh… jadi kamu suka yang seperti itu? Pasrah tanpa melakukan apa-apa? Kamu benar-benar membuatku bersemangat!”


“B-bukan itu maksudku, Om!” Joey lagi-lagi terjebak dengan perkataannya sendiri. Gadis itu berusaha bangkit dari pangkuan Rain, tapi sia-sia. Karena rangkulan Rain sangat erat dan tenaga yang dimiliki Joey tak mampu menolaknya.


“Oke, sekarang kita cari yang posisi cewenya pasrah,” gumam Rain sambil menatap layar tabletnya mencari-cari video yang dia maksud.


“Om, biar aku nonton dan belajar sendiri ya,” rayu Joey dengan wajah yang sendu.


Rain menatap ke arah Joey. “Kamu yakin memasang wajah seperti itu padaku? Wajah pasrah yang sedang meminta untuk dimakan.”


“Ish! Salah mulu! Terus aku harus gimana sih!”


“Pasrah.” Jawab Rain dingin.


Joey tak berkutik. Gadis itu diam sambil memikirkan alasan apa yang dapat ia gunakan untuk bebas dari pria mesum itu.


Beberapa detik kemudian, Rain akhirnya menemukan video yang ia cari, lalu, ia memutar video tersebut.


Suara desa han gadis yang sedang diperkasai oleh pria yang ada di video tersebut, seketika membuat Joey mendadak merinding. Entah itu karena merinding karena gai rah yang bangkit atau karena hal lain.


“Eum… Om. Jangan nonton ini, ya?” bujuk Joey sambil mengerjapkan matanya.


“Oke, kalo nggak nonton, kita langsung praktek aja!”


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2