
..."Hotel ini merupakan salah satu simbol dari obsesi saya terhadap bunga tersebut." - Rain...
...🌸🌸🌸...
"Ladies and gentlemen!"
"Inilah saat yang kita nantikan! Saat di mana Direktur Utama Revindra Group mengumumkan nama dari hotel yang akan diresmikan hari ini!"
"Mari kita sambut Bapak Rain Revindra!"
Suara lantang penuh antusias dari seorang MC pria yang ada di atas pentas membuat suasana acara peresmian hotel pada hari itu menjadi semakin meriah. Tatkala bunyi tepuk tangan saling bersahutan saat nama Rain disebut oleh MC tersebut untuk maju ke atas pentas.
Rain bangkit dari duduknya yang ada di deretan paling depan. Sedangkan di samping pria tersebut, ada Anya yang merupakan pendampingnya pada acara kali ini sedang tersenyum sambil menepuk tangan. Ia terpaksa menyetujui paksaan dari kedua orangtuanya untuk didampingi Anya saat acara peresmian, karena pada hari yang sama, kedua orangtua Rain dan Anya ikut hadir untuk menyaksikan peresmian hotel pertama terbesar se Asia Tenggara!
"Selamat siang semuanya," sapa Rain dengan sangat tenang dan penuh wibawa. Pria itu tersenyum sambil matanya melihat ke arah seluruh tamu yang hadir dari ujung kanan hingga ke ujung kiri.
"Terima kasih atas kehadiran para hadirin pada hari ini. Tanpa berbasa basi lagi, saya selaku Direktur Utama sekaligus pencetus utama ide untuk hotel ini, akan mengumumkan secara langsung nama yang telah saya berikan untuk hotel ini sejak lama."
Suara riuh bidikan kamera yang menyorot Rain dari berbagai arah terdengar saling bersahutan saat pria itu ingin mengumumkan nama hotel yang ia resmikan hari ini.
Sejak lama, ia memang sengaja merahasiakan nama hotel ini, bahkan tak ada seorang pun yang tahu nama apa yang akan diberikan untuk hotel yang telah mulai dibangun sejak dua tahun yang lalu, sampai-sampai hotel tersebut mendapat julukan hotel nomor satu terbesar se Asia Tenggara.
"Oleander!" ucap Rain dengan sebuah senyuman yang hangat. Pupil matanya membesar dengan sudut bibir yang merekah saat menyebutkan 'Oleander'.
Joey yang sedari tadi hanya diam karena gugup menunggu gilirannya untuk maju ke atas pentas untuk membawakan sebuah lagu, seketika tersentak kaget saat mendengarkan Rain menyebut 'Oleander'. Kini ia bukan hanya gugup, namun sekujur tubuhnya dibuat bergetar dengan detak jantung yang memompa kencang.
"Hotel Nerium Oleander!" ucap Rain mempertegas dan memberitahukan nama hotel yang ia resmikan hari ini.
__ADS_1
Dengan dipublikasikannya nama hotel itu, maka, secara resmi hotel itu telah resmi beroperasional. Gemuruh sambutan tepuk tangan yang terdengar dari para tamu membuat suasana pada saat itu menjadi sangat haru penuh dengan sukacita.
"Saya tau, selama ini banyak yang bertanya kenapa saya merahasiakan ini? Dan kenapa diberi nama Oleander?" ucap Rain sambil sesekali berjalan mondar mandir di atas pentas.
"Oleander itu merupakan bunga yang sangat indah. Bunga yang penuh dengan racun mematikan namun memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Entah sejak kapan, saya menjadi sangat terobsesi dengan bunga ini," Rain mengarahkan pandangannya ke arah Joey yang duduk di samping panggung. Gadis itu sedari tadi tertegun dan tak henti-hentinya terpesona dengan kharisma dan wibawa pria yang sedang berbicara di atas pentas.
"Hotel ini merupakan salah satu simbol dari obsesi saya terhadap bunga tersebut," sambung pria itu. "Jadi jangan heran, saat hadirin sekalian berada di hotel ini, terdapat banyak sekali ikon-ikon dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Oleander."
Seperti yang di ucapkan oleh Rain, di setiap sudut hotel tersebut dipenuhi oleh tumbuhan Nerium Oleander. Tak hanya tumbuhan, warna, pajangan-pajangan, patung, bahkan dekorasi yang ada di sana hampir 75 persen memiliki unsur bunga beracun tersebut.
Di deretan depan kursi para tamu yang hadir, Anya berdecak sebal dengan sudut bibir kiri yang terangkat. Saat pertama kali ia masuk ke aula hotel tersebut, ia merasa janggal dengan sosok gadis yang diperkenalkan oleh Harry kepada tim musik. Sepertinya ia pernah melihat gadis itu di suatu tempat. Rasa penasarannya terpecahkan seketika saat Rain menjelaskan tentang obsesinya kepada ikon utama hotel tersebut sambil pandangan pria itu tertuju ke arah gadis yang ada di samping pentas.
"Ck! Jadi dia ... pemeran utama hari ini?" gumam Anya sambil menaikkan alis kirinya sembari menyilangkan kedua tangannya ke atas dada.
"Masih kuliah? Tapi udah jadi sugar baby? Besar sekali nyalinya," ucap Anya tak puas hati.
"Mari kita dengarkan sebuah nyanyian yang akan dibawakan oleh seorang gadis cantik yang telah terpilih sebagai penerima beasiswa Ravindra Group!"
"Joey Ainsley!"
"Kita sambut gadis menawan yang satu ini dari Universitas Kingdom Jakarta!" seru MC sambil mengarahkan tangannya ke arah Joey yang sedang menapaki tangga pentas dengan sangat anggun dan malu-malu.
Tak membutuhkan waktu lama, gadis itu kini sudah berada di atas pentas sambil memegang mikrofon. Alunan musik mulai terdengar dari tim musik yang berada di samping pentas.
...My radiant beam in the night ...
...I don't need the light to see you...
__ADS_1
Rain tak henti-hentinya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar. Jika diperhatikan dengan seksama, pupil mata pria itu membesar sejak gadis kesayangannya menapaki kaki ke atas pentas dengan mengenakan gaun peach yang formal. Ia terlihat sangat cantik dan membuat mata pria manapun tak mampu mengalihkan pandangan mereka dari gadis itu.
...Shine...
...It's your golden hour...
...You slow down time...
...In your golden hour...
Joey terlihat sangat menguasai panggung. Gadis yang awalnya terlihat gugup karena akan tampil di acara besar pertama di hidupnya, di depan banyaknya sorotan kamera bahkan sampai disiarkan secara live di televisi dan media-media lain, kini ia benar-benar berdiri dengan percaya diri dan bersinar bak permata yang terkena pantulan cahaya.
"Cih! Gitu doang?" Anya mendecih pelan saat Rain bangkit dari duduknya memberikan tepukan tangan diikuti semua para tamu yang juga ikut berdiri dan memberikan tepukan tangan karena Joey telah menyelesaikan nyanyiannya.
Wanita itu semakin naik pitam saat tiba-tiba saja di belakangnya banyak sorak suara yang mengatakan bahwa suatu saat nanti Joey akan menjadi seorang penyanyi yang terkenal karena suara indahnya nan merdu.
"Gue yakin banget, ini kesempatan emas buat gadis cantik itu terkenal karena suara emasnya!"
"Bener banget! Kalo gue punya agensi dibidang musik, gue pasti rekrut dia!"
"Tapi, gue lebih tertarik untuk memiliki gadis itu."
Tiba-tiba telinga Rain terusik dengan ucapan seorang pria yang ada di belakangnya. Ia menghadap belakang untuk melihat dari arah mana suara tersebut.
"Wah ... Pak Kale!" seru Rain setelah menemukan pemilik suara tadi. "Apa kabar?!"
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG...