OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Sangar tapi Hello Kity


__ADS_3

..."Miss A pernah denger nggak, tentang pria mengerikan berhati Hello Kity?" - David...


...🌸🌸🌸...


"Leons dan Leonidas pasti ada hubungannya, 'kan, Om?" tanya Joey penasaran.


"Benar. Keduanya-"


Tok tok tok!


Secara bersamaan sorot mata Rain dan Joey teralihkan dan terfokus menghadap pintu yang tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang, akibatnya, Rain tak dapat melanjutkan penjelasannya mengenai Leons dan Leonidas.


"Ya. Masuk." Perintah Rain.


"Sorry, Bos," ucap seorang pria berkulit hitam legam yang tiba-tiba muncul saat pintu dibuka. Ia terlihat gelisah dan takut karena mengganggu kebersamaan Alpha dan Miss A-nya.


"Ada apa, George?" tanya Rain dingin.


"Ada Mbak Anya, Bos," jawab George sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia merasa bersalah menyebut nama wanita lain saat di depan Miss A-nya.


Di saat yang sama, Joey tersentak saat mendengarkan nama wanita yang merupakan rivalnya itu. Entah kenapa, ia merasa sangat kesal ketika mengetahui bahwa wanita itu juga tahu tentang Hotel Leonidas. Apa jangan-jangan nama Miss A itu di ambil dari inisial depan wanita itu? Miss Anya?


"Oh... jadi, ada Miss A yang lain selain aku?" keluh Joey dengan suara yang menahan amarah.


"A-anu, maksud saya ...," George terlihat semakin ketakutan karena Joey mendadak salah faham saat mendengarkan nama wanita yang merupakan tunangan sah dari Alpha-nya. Pria itu menjadi bingung dan tak tahu harus berkata apa sehingga ia tak dapat melanjutkan ucapannya.


"Ngapain dia ke sini?" tanya Rain dingin.


"Katanya, dia nggak sengaja ngeliat Bos masuk ke hotel ini dengan seorang gadis, jadi dia penasaran dan mengikuti Bos sampai ke dalam."


"Terus?"


"Dia sedang ngamuk-ngamuk di resepsionis minta di anterin ke kamar Bos," jawab George seadanya.


"Dasar pe lacur sialan!" umpat Rain kesal.


Gadis muda yang berada di samping Rain dibuat heran sampai tak dapat berkata-kata saat mendengarkan penjelasan George tentang kehadiran wanita yang tak ia sukai itu.

__ADS_1


Kalau memang wanita itu tau tempat ini, seharusnya dia langsung ke ruang bawah tanah ini, 'kan? Bukan malah ngamuk di resepsionis karena minta di anterin ke kamar. Terus wanita itu juga berfikir bahwa saat ini pria mesum di sampingnya sedang check-in dan berbuat mesum di hotel ini?


Pikiran Joey semakin dibuat berantakan karena memiliki banyak pertanyaan yang tak kunjung terpecahkan sejak ia pertama kali menginjakkan kaki ke hotel ini.


"Aku keluar bentar, kalian jaga Miss A," titah Rain sambil bangkit dari duduknya.


"Om..." Joey menahan tangan kekar pria mesumnya dengan raut wajah memelas. Gadis itu mendongak menatap ke arah Rain yang sedang berdiri. "A-aku takut."


"Hahaha..." spontan Rain terbahak-bahak saat melihat gadis kesayangannya ketakutan karena ia akan ditinggalkan sendirian di ruang bawah tanah itu dengan pria-pria yang mengerikan.


"Tenanglah, ini tempat yang paling aman untukmu," bujuk Rain sambil membelai lembut pipi Joey. "Aku harus mengusir pengganggu itu dulu dari hotel ini."


"Om nggak lama, 'kan?" Joey memasang wajah cemberut sambil memonyongkan bibirnya ke depan.


Tak tahan melihat tingkah menggemaskan gadis itu, Rain mencondongkan tubuhnya dan memberikan sebuah ciuman yang lembut di bibir gadis itu. "Nggak, sayang."


Setelah membujuk gadis kesayangannya agar tetap berada di ruang tersebut sementara ia mengusir lalat hijau, Rain bergegas keluar meninggalkan Joey sendirian di ruangan.


Sesaat setelah Rain meninggalkan ruangan, tiba-tiba saja pria-pria bertubuh kekar dengan wajah yang menyeramkan tadi masuk ke ruangan. Tiga dari mereka berjalan masuk sambil membawakan nampan yang berisikan makanan dan minuman, sedangkan seorang lagi masuk tanpa membawa apa-apa. Sisanya, tak ada yang berani masuk, mereka hanya berani mengintip Joey dari pintu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"Pe-pernah," jawab Joey ragu-ragu.


"Itulah kita," celetuk Evan, pria berambut gondrong. Ia tersenyum dengan sangat bahagia memamerkan gigi putih dan rapi miliknya sambil menaruh minuman di atas meja.


"Aku nggak ngerti," tutur Joey sambil mengerutkan kening.


"Maaf jika penampilan luar kita membuat Miss A takut, tapi seperti yang dikatakan Alpha tadi, ini adalah tempat yang paling aman untuk anda," jelas Charlie yang sedari tadi hanya mematung mengawasi gerak gerik David, Evan dan Fred yang menaruhkan makanan untuk Joey.


"Kenalkan, saya Charlie," sapa Charlie sambil membungkuk ke arah Joey. Pria yang memiliki bekas luka di pipi sepanjang lima senti itu berdiri tegap dengan kaku, seperti seorang tentara yang sedang berdiri tegak di tempat.


"Saya David."


"Saya Evan."


"Saya Fred."


Mereka silih berganti memperkenalkan diri sambil membungkuk lalu berdiri tegak ke arah Joey yang sejak tadi masih terheran-heran dengan situasi yang sedang ia hadapi saat ini.

__ADS_1


"Saya!" teriak salah seorang pria yang terdengar dari balik pintu. "Saya Hobs!"


"Saya Isaac!"


"Saya Justine!"


"Saya juga! Sa-"


"Stop!" suara lantang Charlie membuat semua pria-pria yang sibuk memperkenalkan dirinya kepada Joey mendadak diam dan tak berani bersuara. Seketika, ruangan yang tadinya seperti pasar, kini mendadak sunyi seperti di kuburan.


"Kalian membuat Miss A kita ketakutan!" ucap Charlie dengan nada yang penuh penekanan.


"Eh... a-aku nggak apa-apa," ucap Joey yang sudah mulai tenang dan terbiasa dengan pria-pria mengerikan tadi.


"M-maaf kalo aku nggak bisa inget semuanya, soalnya banyak, hehehe. Tapi, aku senang karna kalian ternyata orang-orang baik dan nggak semenakutkan yang ada dipikiranku," jelas Joey sambil tersenyum lebar.


"Senyum yang indah," terdengar sebuah pujian dari balik pintu yang tak diketahui suara milik siapa itu.


"Iya, sangat cocok dengan Bos!"


"Benar! Miss A kita ternyata ramah!"


"Mirip Suzy yang di film Korea itu, loh!"


"Aku bahkan nggak nyangka Bos memperkenalkan Miss A secepat ini ke kita," celetuk salah seorang di balik pintu.


Mendengarkan gosip-gosip pria sangar berhati Hello Kitty tersebut, Joey menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutup mulut menahan tawa.


Tadinya, Charlie ingin menegur pria-pria sangar itu karena kondisi ruangan tersebut menjadi persisi seperti pasar, tapi Joey menahannya.


"Nggak apa-apa, itu hal yang normal dan aku nggak masalah, kok," ucap Joey tenang.


Charlie benar. Pria-pria berwajah sangar itu berhati Hello Kitty. Hanya saja, apa yang terjadi pada mereka sampai-sampai ada banyak bekas luka yang terlihat menyakitkan di masa lalu. Sepertinya, ada banyak kisah kelam yang berseliweran di kelompok Leons ini. Hanya saja, Joey tak tahu ingin menanyakannya pada siapa.


...****************...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2