
..."Aku akan mendekati Zayn dan mengatakan bahwa Mas Rain tak pernah menyentuhku." - Sara Walters...
...🌸🌸🌸...
"Mas Rain, kabari aku segera kalau udah selesai diskusi dengan Mbak Joey yang cantik ini ya," tutur Sara sambil berjalan dan tersenyum dengan elegan ke arah Joey.
Wanita yang terobsesi dengan Zayn itu pergi meninggalkan Joey dan Rain di depan pintu ruang meeting.
"Cepat katakan sekarang atau aku ngambek?!" rengek Joey manja. Meskipun ia kesal dan marah, tapi tetap saja ia tak berani untuk berlaku seenaknya pada suaminya itu. "Aku akan mendengarkan penjelasan, Om."
Rain tersenyum. Hatinya mendadak lega. Pasalnya, gadis yang ia cintai itu berfikiran terbuka dan tak akan berspekulasi sendirian sebelum mendengarkan penjelasan darinya.
Joey pun menjongkok di depan suaminya, lalu ia mendengarkan Rain dengan seksama. Tak ada satu detikpun yang ia lewatkan saat mendengarkan penjelasan dari Rain. Bahkan, gadis itu terlihat sangat serius menatap ke arah Rain.
"Sebenarnya ... aku nggak rela," lirih Joey pelan. Ia tertunduk sambil merasakan dadanya yang berdenyut karena sakit.
"Aku akan menghubunginya dan menolak tawaran-"
"Tapi, Om ..." Joey memotong pembicaraan Rain. "Ayo kita lakukan bersama."
"Hah? Bersama?" tanya Rain sambil mengernyitkan dahinya.
"Ya. Bersama. Ceritakan padaku semuanya dengan detail apa yang terjadi antara Om dan Sara. Jangan lewatkan satu pun informasi atau kejadian yang terjadi antara Om dengan wanita itu. Dengan begitu, aku akan bersabar menunggu sambil mengasah kemampuanku untuk bersanding di sisi, Om," tegas Joey dengan yakin dan sorot mata yang tajam.
"Demi hubungan ini, aku rela melakukan apapun," imbuhnya sambil tersenyum getir.
Rain lagi-lagi menghela nafas lega. Ia memegang pipi istrinya. Lalu berbicara dengan suara yang lirih. "Aku beruntung menjadi suamimu."
Joey memegang tangan Rain yang kini menyentuh pipinya. Ia mengelus lembut tangan kekar pria itu sambil memejamkan mata. "Aku juga beruntung menjadi istri, Om."
Cekrek!
Tanpa mereka sadari, ada seorang wartawan yang memotret kemesraan mereka dari jauh.
...****************...
Pernikahan Zea dan Harry telah berlalu. Kini mereka sedang menikmati bulan madu mereka ke Turki. Perjalanan ke Turki merupakan kado pernikahan dari Rain. Joey juga tak lupa menyelipkan beberapa baju haram di dalam kotak kado untuk pasangan baru itu.
__ADS_1
Di saat Zea dan Harry menikmati bulan madu kedua mereka, Joey kembali disibukkan dengan rutinitasnya. Ia jadi semakin jarang bertemu dengan suaminya di penthouse kecuali malam. Karena, Rain juga sekarang mulai aktif kembali ke kantor.
Setiap pagi, Rain ke kantor diantar oleh Brown. Sedangkan Joey, gadis itu ke kampus dan ke studio rekaman menggunakan taksi online. Pasalnya, ia belum bisa mengendarai mobil.
Tok! Tok! Tok!
Joey masuk ke dalam ruangan Luca setelah ia mengetuk pintu tersebut.
"Pak Luca memanggil saya?" tanya Joey sambil berdiri di depan pintu.
"Duduklah," ucap Luca sambil ia berjalan ke arah sofa.
Joey duduk di sofa dengan wajah yang penasaran. Ada apa pria itu memanggilnya ke kantor pagi-pagi hari.
Luca memberikan ponselnya kepada Joey. Lalu gadis itu meraihnya dan melihat layar ponsel tersebut dengan mata yang terbelalak.
Tertulis di salah satu akun gosip di instagram bahwa ada yang menangkap kemesraan antara dia dan Rain.
"Rain Ravindra, pebisnis terkaya se-Asia Tenggara bermesraan dengan Joey Ainsley, artis naik daun." Tutur Luca dengan wajah yang suram.
"S-saya cuma berbicara sebentar dengannya, terus hp saya jatuh," kilah Joey berdusta. "Waktu saya mau ambil hp, Pak Rain juga berusaha membantu. Tapi dia nggak sengaja malah megang pipi saya."
Luca mengerutkan keningnya. Ia berusaha menerima ucapan Joey yang terdengar masuk akal tapi juga bisa jadi tak masuk akal.
"Terus kamu merem sambil bales megang tangan pria itu?" tanya Luca lagi.
"Saya malah mau lepasin tangan Pak Rain, tapi mungkin foto itu di ambil pas saya lagi mengedipkan mata, Pak," jelas Joey lagi. Entah ide itu muncul dari mana, tiba-tiba saja kalimat tersebut keluar di mulutnya.
"Om Rain, maafin aku. Aku bakalan ceritain ke Om kok tentang semua ini," lirih Joey dalam hati. Ia merasa bersalah karena tak mengakui suaminya itu. Tapi, jika ia membeberkan pada publik tentang hubungannya dan Rain, pasti rencana yang pria itu sepakati dengan Sara akan berantakan.
"Haaa..." Luca memijit pelan pelipisnya. Ia tertunduk sambil menghela nafas lega. Rasanya perasaannya yang sempat berkecamuk tadi mendadak tenang saat mendengarkan bahwa gadis yang ia sukai tak memiliki hubungan apa-apa dengan pria kaya raya itu. Pasalnya, jika benar pria itu yang didekati oleh Joey, tak akan ada harapan untuknya merebut hati Joey.
"Benar, gosip itu penting untuk menaikkan namamu," ucap Luca sambil mengangkat kepalanya menatap Joey. "Tapi jangan dengan pria yang usianya jauh lebih tua di atasmu. Itu akan mempengaruhi prestasimu menjadi buruk."
Jeoy terhenyak saat mendengarkan ucapan Luca. Karena, pada kenyataannya dia adalah istri dari pria yang sudah berusia itu.
"Ya sudah, karena udah terlanjur seperti ini, aku akan meminta perusahaan membersihkan namamu," ucap Luca.
__ADS_1
Pria itu bangkit dari duduknya dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja.
"Ayo, sarapan," ajak Luca sambil tersenyum.
"Maaf, saya udah sarapan, Pak."
"Hahaha... kalau gitu, temani aku?" ajak Luca lagi. "Sekalian aku ingin membahas beberapa hal denganmu."
Joey tak mampu menolak ajakan Luca. Pasalnya, pria itu mengatakan bahwa ada hal yang harus ia bicarakan dengan Joey.
...****************...
Di waktu yang sama, di ruangan kantor Rain, Sara datang berkunjung.
"Ck! Kamu datang lebih cepat dari dugaanku," gumam Rain saat melihat Sara memasuki ruangannya.
"Hahaha... aku ingin cepat-cepat berada di sisi Mas Zayn," sahut Sara tanpa gengsi.
Wanita itu duduk di kursi yang ada di depan Rain. "Rencana pertama kita, percepat pernikahan ini dan nggak usah pakai lamaran atau pertunangan."
"Lagi pula ini cuma sandiwara, nggak usah terlalu banyak embel-embel," sambungnya sambil menyilangkan tangannya ke dada.
"Okay," sahut Rain sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Rencana selanjutnya setelah menikah?"
Sara tersenyum menyeringai. Entah kenapa ia begitu yakin dengan rencana yang akan ia lakukan dengan Rain.
"Aku akan mendekati Zayn dan mengatakan bahwa Mas Rain tak pernah menyentuhku," ucap Sara. Perkataan wanita itu menyisakan tanda tanya sehingga Rain dibuat mengerutkan dahinya.
"Aku akan memprovokasinya untuk menghancurkanmu dengan menggodaku dan menikahiku. Bukankah dia selalu ingin melihatmu menderita?" ucap Sara sengit. Wanita itu benar-benar telah merencanakan hal ini dengan sangat matang! Dia benar-benar terobsesi dengan Zayn!
"Ck! Dasar wanita gila!" Rain tertawa terbahak-bahak. Tapi, ia tak bisa menolak tawaran gila itu. Pasalnya, setelah menikah, jabatan CEO Ravindra Group akan langsung jatuh ke tangannya. Setelah itu ia bebas mengenalkan Joey kepada dunia bahwa gadis itu adalah istrinya!
"Okay. Ayo kita lakukan sandiwaranya!" seru Rain sambil menyeringai.
...****************...
BERSAMBUNG...
__ADS_1