OBSESI OLEANDER

OBSESI OLEANDER
Bayaran untuk Si Kupu-Kupu Malam


__ADS_3

..."Kau ku bayar untuk menjadi Kupu-Kupu Malam-ku! Jadi aku harus menikmati seluruh kenikmatan yang akan ku bayar! Kau tinggal diam, pasrah dan menikmatinya!" - Rain...


...🌸🌸🌸...


"Watch your hand! She's my girl!"


Suara lantang seorang pria tiba-tiba memecahkan kebisingan yang ada di lantai dansa tersebut. Rain, pria itu tiba-tiba muncul menahan tangan kekar pria bermata biru yang sedang mencoba mendekati Oleander-nya. Sorot mata elang pria tersebut membuat pria berambut keemasan menciut dan mengangkatkan kedua tangannya ke arah Rain.


"Sorry, Bro. I'll go," ucap pria asing tersebut sambil bergegas pergi menghilang ditelan keramaian muda mudi yang sibuk berdansa.


Rain bergegas menarik tangan Joey untuk keluar dari keramaian diikuti Brown dan Charlie.


"Rain? Ck!" ucap Joey mabuk. "Ngapain ke sini? Kan udah tunangan!"


Rain tak mengindahkan ceracauan Joey yang sudah tak sadar itu. Ia tetap menggenggam tangan Joey dan tak ingin melepaskannya.


"Lepasin ih! Biarin aku di sini! Nggak usah sok peduli deh!" Joey meronta-ronta agar tangannya lepas dari genggaman erat dari tangan kekar Rain.


"Kalian pantau Zea. Aku akan membawa Joey pulang," titah Rain saat itu.


"Siap, Bos!" sahut Brown dan Charlie bersamaan.


...****************...


Rain memasangkan seatbelt di kursi penumpang yang di tempati oleh Joey, lalu ia menurunkan kursi tersebut agar gadisnya dapat tertidur dengan nyaman.


"Om Rain ...." panggil Joey ngigau.


"Aku di sini," ucap Rain sambil melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh Joey dengan jaketnya.


"Om Rain ...." igau Joey lagi.


Namun kali ini Rain tak menjawabnya, pria itu mengusap lembut rambut gadis yang ada di sebelahnya, lalu ia memposisikan tubuhnya menghadap depan dan fokus mengendari mobil melaju pulang ke apartemen.


Kurang lebih lima belas menit, mereka akhirnya tiba di basement. Rain segera melepaskan seatbelt-nya dan keluar dari pintu kemudi, lalu berjalan menuju pintu penumpang dan membukanya. Lalu ia melepaskan seatbelt Joey dan menggendong tubuh gadis tersebut menuju lift.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka tiba di rumah. Saat Rain ingin membuka pintu kamar Joey, ia mengurungkan niatnya dan membuka pintu kamarnya lalu merebahkan tubuh gadis tersebut ke atas ranjangnya. Lalu ia melepaskan heels hitam yang Joey kenakan dan meletakkannya ke sisi ranjang.


Rain menarik selimut menutupi tubuh gadis kesayangannya lalu duduk di sisi ranjang kanan dengan posisi tubuh menghadap menatap Joey.


"Pintar sekali caramu, meninggalkan Indonesia dengan menjadi Kupu-Kupu Malam? Ck!"


Rain menahan amarah yang meluap-luap saat melihat bunga kesayangannya masuk ke club dengan pakaian terbuka seperti itu, apalagi dandanannya kali ini sangat cantik dan mempesona. Puncak amarahnya semakin tak tertahankan saat mengingat bahwa gadis itu akan menjual tubuhnya ke pria-pria hidung belang demi biaya hidup keluar dari Indonesia.


"Om Rain ...." Panggil Joey.


"Hmm..."


"Om ngapain di-"


Ucapan Joey terpotong saat Rain memegang kedua pipi Joey menggunakan tangan kanannya, pria itu memegang pipi gadis tersebut dengan kasar dan mengarahkan kepadanya.


"Heh! Mau jadi Kupu-Kupu Malam?!" tanya Rain dingin. Namun pria itu melepaskan tangannya karena tak tega mengasari gadis yang ia cintai.


"Kupu-Kupu?" tanya Joey tak sadar. "Hmm ... kupu-kupu cantik."


"Berapa harganya? Biar ku beli seluruhnya!!"


"Hah?!!! Jual tubuh seberharga ini hanya seharga dua juta rupiah?!!!" tanya Rain lantang hingga suaranya bergema di kamar tersebut. "Benar-benar sudah gila!!!"


"Iya! Aku gila gara-gara, Om!" balas Joey sambil berteriak.


"Om jahat ... hiks... hiks... hiks...," tangis gadis itu perlahan menbuncah, ditambah lagi saat itu ia sedang mabuk, ia semakin terbawa suasan.


"Om balik ke Indonesia buat tunangan, bukan karena aku. Hikss... a-aku kecewa. Hiks.. hikss..." Joey terisak-isak meluapkan isi hatinya.


"Nggak, itu nggak seperti yang beredar di media."


"Kenapa?! Kenapa Om?! Katanya Om janji nggak bakalan berpaling dariku, bahkan Om janji nggak bakalan melirik perempuan lain, tapi buktinya?!!"


"Besokku jelaskan, tidurlah," ucap Rain menenangkan sambil mengelus lembut pipi Joey, lalu pria itu bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Om jangan tinggalin aku lagi. Hikss... hikss... hiksss...." ucap Joey sambil menahan tangan Rain. Gadis itu duduk dari tidurnya dan merengkuh lalu memeluk lengan kekar pria dewasa yang ada di depannya.


"A-aku, aku nggak suka liat Om sama Anya," rengek Joey manja. "Kalo Om cinta sama aku, Om harusnya di sini sama aku!"


Rain menatap gadis itu dengan perasaan bersalah. Ia kembali duduk menghadap Joey dan memegang kedua tangan gadis tersebut. Dike cupnya dengan lembut punggung gadis tersebut.


"Om ... sebenarnya, aku ...."


"Hmm?"


Joey memegang kedua pipi Rain lalu menatap lekat ke arah pria yang ada di depan matanya.


"Aku cinta, aku sayang sama Om," ucap Joey polos.


Ucapan tulus yang keluar dari bibir Joey seketika membuat jantung Rain berdetak kencang. Sekujur tubuhnya bergetar hebat menerima pernyataan cinta secara langsung dari gadis itu. Ada perasaan bahagia dan takut di saat yang sama. Kini, perasaan Rain berkecamuk dan saling mengaduk-aduk.


Joey yang saat itu sedang mabuk, tersenyum simpul menatap pria yang ada di depannya.


"Om jangan pergi ya? Aku bakalan kasih apapun yang Om mau. Tubuhku? Nggak apa-apa, aku rela kalo itu buat, Om."


Tanpa berfikir panjang, Rain bergegas me lu mat bibir ranum berwarna ceri milik gadis tersebut. Dengan bringas lidahnya masuk ke dalam mulut gadis tersebut sembari tangannya yang mulai melepaskan pakaian gadis itu satu per satu. Lalu, ia juga bergegas melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya dan melempar sembarangan ke lantai.


Rain menaikkan gadis tersebut agar duduk ke atas pahanya, lalu ia melepaskan bibirnya dari pagutan bibir Joey. Kini bibirnya menelusuri leher jenjang gadis tersebut dan menuruni da da indah dengan dua gundukan kenyal yang sintal itu. Tak ingin menyia-nyiakan waktu yang berharga sedetikpun saat menikmati gadis tersebut, Rain mulai melahap dengan bringas pucuk merah jambu yang mulai mengeras tersebut, sedangkan jemari kanannya sibuk memainkan pucuk merah jambu Joey yang berada di sebelah kiri.


"Rain! Mmm...." Le ng uh Joey sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Kedua tangan gadis tersebut menjam bak rambut Rain sambil ia mendesis menikmati permainan bibir dan jemari Rain.


Merasa cukup pemanasannya kali ini, Rain mulai meraih daging kerasnya dan mengarahkannya ke goa hangat yang sudah basah milik gadis itu. Hanya dengan sebuah hentakan, seluruh daging tersebut dilahap habis dan masuk ke dalam goa tersebut.


"Aaakk!!!" pekik Joey dengan tubuh yang bergetar. Gadis tersebut mengerang memejamkan matanya merasakan denyutan demi denyutan yang diberikan oleh daging tersebut ke goa miliknya.


Tak kuasa menahan gai rah yang sudah di ubun-ubun, ditambah dengan sifat agresif gadis itu malam ini, Rain semakin terang sang untuk menggagahi gadis itu semalaman tanpa henti. Akan dibuatnya gadis tersebut tak bisa bergerak keesokan harinya. Ia memegang pinggul gadis yang berada di atas pahanya, lalu digerakkannya naik turun dengan kecepatan yang semakin lama semakin kencang.


"Pe-pel-pelan ... pelan," ucap Joey sambil terisak-isak karena hentakan beruntun yang diberikan oleh Rain. Gadis tersebut kerap kali menjam bak dan mere mas rambut pria yang sedang menggagahinya. Tubuhnya tak henti-hentinya bergetar dan menegang karena daging tak bertulang pria tersebut menancap sangat dalam ke di dalam goa miliknya.


"Pelan-pelan? Haa?" tanya Rain dengan nafas yang tersengal-sengal. "Kau ku bayar untuk menjadi Kupu-Kupu Malam-ku! Jadi aku harus menikmati seluruh kenikmatan yang akan ku bayar! Kau tinggal diam, pasrah dan menikmatinya!"

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2