
..."Lanjutkan perjodohan ini untuk mengelabui orangtua kita. Kita pisah kamar dan tak ada sentuhan fisik sesentipun." - Sara Walters...
...🌸🌸🌸...
Hari ini merupakan hari bahagia Zea dan Harry. Hari di mana keduanya melangsungkan pernikahan di Hotel Nerium Oleander.
Harry terlihat begitu tampan dengan berbalut jas 3 pieces berwarna abu-abu, sedangkan Zea terlihat anggun dan mempesona dengan balutan gaun pengantin berwarna putih.
Di pernikahan itu, Joey menjadi penyanyi utama, sekaligus ia juga memperkenalkan lagu barunya yang telah rilis secara resmi.
Meskipun itu merupakan hari bahagia bagi Zea dan Harry, tapi tidak dengan Joey dan Rain. Karena mereka berdua harus menelan pil pahit bahwa hubungan mereka tidak boleh diumbar sembarangan sehingga pada acara terbuka kali ini, mereka tidak saling berdekatan.
...Indah semua cerita...
...Yang t'lah terlewati dalam satu cinta...
...Kita yang pernah bermimpi...
...Jalani semua, hanya ada kita...
Joey menyanyi dengan penuh penghayatan. Matanya berkaca-kaca mengulang kembali awal pertama pertemuan ia dan Rain empat belas tahun yang lalu. Lalu ia juga sempat tersenyum karena obsesi Rain yang menggebu-gebu ingin memilikinya.
...Namun ternyata, pada akhirnya...
...Tak mungkin bisa kupaksa...
...Restunya tak berpihak...
...Pada kita...
Rain menatap ke arah istrinya yang saat itu berada di pentas khusus di samping panggung pengantin. Istrinya sedang menyanyi dengan penuh penghayatan di saat tamu-tamu yang hadir berjabat tangan, berfoto dan sibuk dengan hidangan yang ada.
...Mungkinkah aku meminta...
__ADS_1
...Kisah kita selamanya?...
...Tak terlintas dalam benakku...
...Bila hariku tanpamu...
Joey tersenyum getir saat mengingat hubungan mereka yang penuh dengan lika-liku karena ketidaksetaraan status sosial. Bahkan kesenjangan yang sangat menonjol bagaikan langit dan bumi.
Di saat yang sama, seluruh tamu undangan dibuat tertegun saat mendengarkan suara emas Joey yang memenuhi aula mewah itu. Suara yang begitu merdu dan mencuri perhatian seluruh tamu undangan. Apalagi, gadis itu sangat cantik dan menawan.
...S'gala cara t'lah kucoba...
...Pertahankan cinta kita...
...S'lalu kutitipkan dalam doaku...
...Tapi ku tak mampu melawan restu...
Riuh gemuruh tepuk tangan saling bersahutan. Zea dan Harry yang merupakan pemeran utama pada hari ini ikut tersenyum dengan lebar dan girang sambil memberikan tepuk tangan yang sangat antusias pada Joey. Namun, di sisi lain, mereka ikut sedih karena Joey dan Rain harus berdiri di tempat yang berbeda karena harus menyembunyikan status mereka sementara.
Rain menoleh ke kiri, di mana arah suara dan aroma parfum tersebut berasal. "Sara Walters?"
"Hallo, Mas Rain," sapa Sara sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat dengan Rain. Wanita cantik berbalut dress biru pekat mengkilat itu tersenyum dengan anggun. Hidung lancipnya menjadi pemanis dari senyum yang anggun tersebut.
Rain hanya diam dan tak menyambut tangan tersebut. Baginya, dengan mengulurkan tangan meskipun hanya basa-basi, tetap saja itu seperti memberikan harapan pada wanita tersebut.
"Ck!" Sara terkekeh sambil menarik kembali tangannya. Lalu ia memegang sandaran tangan kursi roda untuk menopang tubuhnya yang sedang membungkuk mendekat ke arah telinga Rain.
"Tenanglah, aku tak menyukaimu. Aku menyukai adikmu, Zayn Ravindra," bisik Sara pelan. "Ayo kerjasama denganku."
Rain terbelalak saat mendengarkan ucapan Sara Walters. Wanita yang dijodohkan oleh ayahnya kepadanya, ternyata tertarik pada Zayn, tapi bukan dengannya. Tapi, kenapa Sara menyetujui perjodohan dengannya?
"Zayn? Terus, kenapa menyetujui perjodohan ini?" tanya Rain penasaran.
__ADS_1
Sara bangkit dari bungkuknya. "Kamu lihatkan di sekeliling kita ada banyak wartawan yang sedang kelaparan?"
Rain melihat sekelilingnya. Benar, ada begitu banyak wartawan serta kamera-kamera yang kapan saja siap memotret bahkan merekam mereka. Terlebih lagi Zea merupakan anak dari pebisnis yang juga cukup terkenal dan berlengaruh. Tak heran kenapa tamu-tamu undangan banyak yang berasal dari orang-orang yang juga terkenal dan berpengaruh. Ia harus mendengarkan dulu apa yang ingin dikatakan oleh Sara, dengan begitu ia dapat menyetujui apakah ia bisa bekerjasama atau tidak dengan wanita itu.
"Ayo ke ruang meeting," tutur Rain dengan wajah yang datar.
Sara pun mengiyakan. Ia tersenyum dengan penuh kemenangan sambil mendorong kursi roda Rain. "Tunjukkan aku jalannya."
Di saat yang sama, sejak tadi sorot mata Joey memperhatikan gerak gerik suaminya yang di hampiri oleh wanita cantik yang tak asing, Sara Walters. Penyanyi papan atas yang berbakat bahkan telah menjadi tamu eksklusif di red carpet internasional. Ia mengeram sambil mengepalkan tangannya. Ada rasa cemburu yang tersulut saat mengetahui bahwa suaminya berbicara begitu mesra dengan wanita yang dijodohkan dengannya. Tapi sayang, ia tak dapat menuruni panggung sampai ia menyelesaikan 5 buah lagu.
...****************...
Di dalam sebuah ruang meeting, hanya ada Rain dan Sara. Sara menarik kursi untuk duduk berhadapanan dengan Rain. Wanita itu menyilangkan kakinya sambil bersilang tangan di dada. Lipstick marron yang mewarnai bibir wanita itu menambahkan kesan elegan untuk wanita yang memiliki mata almond itu.
"Katakan dengan singkat dan jelas," Rain mengatakannya dengan lugas dan tanpa ekspresi. Pria itu juga ikut menyilangkan kedua tangannya ke dada.
"Zayn Ravindra. Senior yang aku kagumi sejak kuliah," jelas Sara sambil membayangkan wajah pria yang ia sebut sebagai seniornya. Pupil matanya membesar dan tanpa sengaja ia mengulum senyum.
"Sepertinya udah menjadi rahasia umum kalau Mas Rain ingin menjadi pemilik Ravindra Group sedangkan Mas Zayn tak tertarik sedikitpun untuk menjadi penerus. Karena ... ulah orangtua, hahaha," Sara tertawa dengan lepas saat membayangkan permainan orangtua yang memperalat anak sebagai bahan investasi mereka.
Rain mengerutkan keningnya. Ia masih mencoba mengamati dan mencoba menemukan apa maksud terselubung dari wanita di hadapannya.
"Aku juga korban orangtua. Menyanyi adalah sebuah keterpaksaan dari orangtua, sedangkan hal yang ku gemari adalah melukis. Begitu juga dengan pria. Yang aku cintai adalah Zayn, tapi kenapa yang dijodohkan denganku Rain? Ck! Dasar orangtua freak," gumam Sara putus asa.
"Oh ... sebelumnya maaf, aku bukan nggak menyukaimu karena kamu di atas kursi roda, tapi aku memang telah menyukai Zayn sejak lama," Sara bergegas minta maaf karena takut Rain akan salah faham bahwa ia tak tertarik pada pria yang lumpuh.
"Bahkan, jika yang di atas kursi roda itu adalah Mas Zayn, aku bersedia dan sangat senang dengan perjodohan yang dilakukan dengan Mas Zayn," imbuhnya panjang lebar tanpa henti.
Rain menghela nafasnya pelan. Ia memijat pelipisnya sembari mencerna apa yang ia lihat di depannya. Selama ini, wanita itu terkenal dengan kelembutan dan keanggunan yang melekat dengan dirinya. Lalu, wanita ini berbanding terbalik dengan apa yang disorot oleh media.
"Lanjutkan perjodohan ini untuk mengelabui orangtua kita," tutur Sara dengan wajah yang tegas dan serius. "Kita pisah kamar dan tak ada sentuhan fisik sesentipun."
"Aku akan membantumu mendapatkan posisi CEO, tapi kamu harus mengatur rencana agar aku bisa menjadi wanita dari Zayn Ravindra." Imbuh Sara dengan sorot mata yang tajam dan berapi-api.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG...