
..."Artikel yang keluar itu benar atau bohong?"...
..."Kamu istri Rain Ravindra?!"...
...-Luca-...
...🌸🌸🌸...
Di dalam kamar mandi mewah penthouse Nerium Oleander tersebut, Rain terdiam mematung. Apa yang harus ia katakan pada Joey? Apa gadis itu akan mempercayainya setelah ia berbohong pada istrinya itu?
Tak dapat Rain pungkiri, ia bertindak gegabah karena khawatir akan terjadi sesuatu pada Joey, sampai-sampai ia lupa bahwa ia sedang berpura-pura lumpuh.
"S-sayang ... a-aku bisa jelasin ini," ucap Rain terbata-bata.
"Selama ini ... Om bohongi aku?" tanya Joey sambil menatap heran dan terkejut ke arah suaminya. Ia memutar tubuhnya menghadap Rain. Kini mereka saling berhadapan.
"Dengar ... aku nggak bermaksud bohongin kamu," ucap Rain. "Aku-"
Joey langsung memeluk tubuh Rain dengan sangat erat. Matanya berkaca-kaca. Rasanya begitu senang dan bahagia.
"Aku nggak tau alasan Om menyembunyikannya dari aku selama ini karna apa, tapi aku yakin semuanya demi kebaikan kita," tutur Joey lembut. Ia menenggelamkan wajahnya ke dada Rain yang bidang.
"Aku takut waktu tau Om lumpuh. Aku takut Om dipandang sebelah mata sama orang lain. Aku takut Om disepelein. Makanya aku mau jadi wanita karier, biar bisa jagain Om terus nafkahin Om. Jadi Om nggak usah kerja lagi. Istrahat di rumah aja," tutur Joey haru.
Kedua mata Rain berkaca-kaca saat mendengarkan ucapan Joey. Haaa ... bagaimana bisa gadis itu berfikir sampai sejauh itu? Bahkan, jika ia tak kerjapun, uang dan kekayaan yang ia miliki sekarang tetap bisa menghidupi mereka sampai tujuh turunan tanpa kekurangan sedikit pun.
Rain menghela nafasnya lega. Jujur, rasa cinta dan sayang yang ia miliki semakin meluap-luap saat mendengarkan tutur kata Joey.
Rain balas memeluk tubuh Joey dengan erat. "Kamu ... nggak marah?"
"Aw!" pekik Rain saat sebuah cubitan Joey manja mendarat di punggungnya.
"Ngapain aku harus marah?" Joey mendongak menatap ke arah Rain sambil mencebik dan wajah yang merengut. "Apapun yang Om lakukan, aku selalu support."
"Ooo ... jadi, kalo aku mau poligami kamu juga support?" ledek Rain sengaja. Ia menahan tawanya yang menggelitiki perut. Entah kenapa, menjahili istrinya itu memberikan kesenangan tersendiri buatnya.
"Okay," sahut Joey. Ia melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Rain. Sambil berjalan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Aku juga bakalan poliandri. Kan ada Pak Luca sama Om Kale," celetuk Joey sambil menjulur lidah ke arah Rain. "Mereka nggak kalah ganteng kok sama Om. Wleeekkkk."
Sesaat setelah Joey balik menjahili suaminya, ia bergegas lari karena tahu bahwa Rain akan mengejarnya dan menangkapnya.
"Awas kamu ya!" ucap Rain sambil berlari mengejar Joey.
"Hahaha!" Joey lari sambil tertawa terbahak-bahak.
Tak membutuhkan waktu lama, Rain menangkap tubuh istrinya, memeluk tubuh itu dan menjatuhkan kedua tubuh mereka ke atas ranjang dengan posisi Joey di bawah.
"Jadi ... siapa yang paling ganteng? Aku, Luca atau Kale? Hmm?" tanya Rain kesal.
"Mmm ... siapa ya? Biar ku pikir-pikir dulu," gumam Joey sambil matanya melihat ke atas sambil pura-pura berfikir.
Rain yang merasa kesal, ia langsung menggelitiki badan istrinya dan memberikan sensasi geli sampai-sampai gadis itu tertawa terbahak-bahak.
"Ommm!!! Geliii!!!" pekik Joey tak mampu menahan tawanya.
"Cepat bilang, siapa yang paling ganteng?!" Rain tak mampu menahan tawanya karena gemas melihat Joey yang tertawa karena ulah tangannya.
"Om Kale ganteng, eh ... hahaha ... Pak Luca juga ganteng," tawa Joey semakin memancing suaminya.
Joey menatap ke arah Rain sambil menggigit bibir atas dan bawahnya menahan tawa. Sepertinya, suaminya sedang marah dan kesal karena cemburu.
"Makanya, kalo nggak mau di usilin balik, jangan usilin orang!" celetuk Joey dalam hati. Ia gemas melihat tingkah suaminya itu.
"Om ..." panggil Joey sambil mendekat ke arah Rain. Kemudian ia memeluk tubuh suaminya itu.
"Hmm." Dehem Rain dingin.
"Om marah?" tanya Joey menahan tawa.
"Ngapain saya marah?"
"Tuh ... sejak kapan Om pake kata 'saya'?" ucap Joey. "Om cemburu ya?"
Joey menekan pipi suaminya sambil menatap wajah pria itu yang tadinya girang kini menjadi suram.
__ADS_1
Rain memejamkan matanya dan tak menjawab ucapan Joey. Meskipun gadis itu telah seutuhnya menjadi miliknya, tetap saja ia merasa kesal saat gadis itu menyebut pria lain tampan.
Cup!
Sebuah kecupan hangat dan lembut mendarat ke pipi Rain.
"Maaf ... aku hanya bercanda. Om sih, pake bilang poligami segala. Makanya, kalo nggak mau diusilin balik, jangan usil sama aku," ejek Joey gemas.
Rain membuka matanya menatap ke arah Joey. "Jadi ... gantengan aku atau mereka berdua?"
"Hahaha ... Om bener-bener deh ya!" Joey tak mampu menahan tawanya. "Iyaaa ... Om Rain yang paling ganteng kok daripada mereka berdua."
Rain mengulum senyum. Meskipun hanya sekedar kata-kata, tetap saja ia merasa senang mendengarkan ucapan istrinya itu.
"Om ... aku penasaran, kenapa Om pura-pura lumpuh?" tanya Joey tiba-tiba.
Belum sempat Rain menjawab pertanyaan Joey, tiba-tiba ponsel Joey berdering.
Joey langsung bangkit dari ranjang dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja rias.
"Siapa?" tanya Rain saat melihat Joey yang menatap ke arah layar ponselnya.
"Pak Luca," ucap Joey sambil mengerutkan keningnya.
"Ck! Baru aja disebut, langsung nelfon," Rain berdecak sebal sendiri.
Di saat yang sama, Joey mengangkat panggilan dari Luca.
"Halo, Pak."
^^^"Joey, kamu udah menikah?"^^^
Joey mendadak terbelalak kaget mendengarkan pertanyaan Luca.
^^^"Artikel yang keluar itu benar atau bohong?"^^^
^^^"Kamu istri Rain Ravindra?!"^^^
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG...