
Pulang dari kantor suaminya, Zee mengajak sang suami menjenguk Papa dan Mama. Mereka mandi terlebih dahulu di kantor, kebetulan di kamar pribadi suaminya ada baju ganti yang masih baru. Suaminya memang sengaja menggantung beberapa stel pakaian wanita dan pakaiannya sendiri di lemari, itu digunakan saat situasi mendesak atau saat kondisi tertentu.
Zee merasakan rindu kepada keluarga tercintanya. Sebelum sampai ke rumah papa, mereka mampir terlebih dahulu ke toko kue. Zee membeli brownies dan cheese cake untuk Papa dan Mama. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah papa dan mama. Hatinya begitu bahagia bertemu dengan keluarga tercinta.
Tok ... tok .... tok
"Assalamualaikum?" sapa Zee.
"Walaikumsalam," jawab mama.
"Mama," teriak Zee tepat di telinga Mama.
"Astaga, Sayang! Kamu membuat Mama terkejut saja! Datang kok nggak bilang-bilang?" tanya Mama.
"Namanya saja kejutan," jawabnya.
"Zee kangen banget sama Mama," ujarnya seraya memeluk Mama Nola, mama Nola tersenyum bahagia, meskipun akan menjadi seorang ibu, ternyata Zee masih sangat membutuhkan dirinya.
"Hah, Sayang, Mama juga kangen banget," jawab Mama.
"Ayo, masuk!" ajak Mama kepada putrinya dan menantunya. Zee menyerahkan kue yang dibelinya tadi. Mama mengucapkan banyak terima kasih, padahal tidak membawa apapun Mama sangat bahagia jika putri cantiknya sering bermain ke rumah.
"Mana papa?" tanya Zee, mencari sosok papanya.
"Ada tuh, paling jam segini lagi bersantai di dekat kolam renang," ucap Mama. Dan benar saja, Papa sedang duduk bersantai dekat kolam renang sambil membaca koran.
"Papa?" teriak Zee, membuat Roger menoleh ke arah sumber suara itu. Zee merentangkan kedua tangannya, memeluk papanya dengan sangat erat, seperti 100 tahun dia tidak bertemu dengan papanya. Padahal saat acara syukuran empat bulanan saja, sang papa turut hadir.
"Zee,"
"Astaga, Zee! Kau tidak berubah ya? Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, kenapa seperti anak kecil sih?" cibir Papa, membuat Mama Nola dan suaminya tersenyum melihat tingkah lucu Zee.
"Biarin! Habisnya Zee rindu banget," ucapnya.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Papa sambil menoel hidung mancung putrinya.
"Alhamdulilah sehat, Pah!" jawab mereka serempak.
"Ah, Papa dan Mama senang mendengarnya!" ucap Papa.
"Alan, Silahkan duduk!" Papa mempersilahkan menantunya duduk, Zee duduk di samping suaminya.
"Kenapa kalian baru main kesini? Papa pikir kalian lupa dengan Papa dan Mama?" tanya papa.
"Ya, Ampun, Pah! Mana mungkin Zee lupa dengan orang tua Zee!" ucapnya, "Zee dan Mas Alan sangat sibuk! Papa kan tahu, kalau Zee sebentar lagi akan ujian skripsi! Sebentar lagi Zee akan lulus, Pah?" jelas Zee.
__ADS_1
"Wah, ternyata sebentar lagi kamu akan menjadi dosen, Sayang?" ucap suaminya. Beberapa menit kemudian, Mama membawa dua cangkir kopi dan satu jus buah naga untuk Zee.
"Siapa yang akan menjadi dosen?" tanya Mama, sekilas mendengar perbincangan ketiganya.
"Zee, Ma!" jawab papa.
"Selamat ya, Sayang! Semoga kamu selalu diberikan kebahagiaan dan apapun yang kamu cita-citakan terwujud!" do'a mama.
"Terima kasih, Ma!" jawab Zee.
"Nak Alan, Silahkan! Mama membuat kopi dan ada cemilan juga dari Zee, Pah!" cakap Mama.
"Oh, ya, jangan terlalu repot, Sayang! Kamu harus bisa menjaga diri kamu dengan baik," kata papa.
"Kami nggak merasa repot, Pah," kata Alan.
"Benar yang dikatakan Mas Alan! Kami tidak merasa direpotkan," timpal Zee.
"Oh, ya, untuk bumil lebih baik minum jus saja! Ini sangat bagus untuk bayi, Sayang!" saran mama sambil mengelus-elus perut buncitnya Zee.
"Terima kasih banyak, Ma," ucap Zee kepada Mama Nola.
"Oh, ya, bagaimana pekerjaanmu, Nak? Apakah lancar?" tanya papa tiba-tiba.
"Meskipun ada sedikit masalah, akan tetapi Insyallah Alan bisa mengatasinya," ucap Alan.
"Masalah? Masalah apa, Nak?" tanya papa khawatir. Alan pun menceritakan masalah Perusahaan kepada papa mertuanya, tidak ada yang ditutupi, kecuali masalah kedatangan adik sepupunya.
"Oh, begitu! Kamu harus lebih berhati-hati, Nak!" ucap papa. "Oh, ya, Apakah kau sudah mengecek cctv-nya?" tanya papa serius.
"Sudah, Pah! Namun ada seseorang yang sengaja menghapusnya dari jarak jauh! Alan yakin mereka memakai hacker untuk menghilangkan jejak mereka," ucap Alan lagi.
"Kalau begitu, kau juga harus memakai hackers untuk mengamankan data-data Perusahaan! Ini bukan hal yang kecil, Lan! Ini adalah kasus yang besar!"
"Kalau kamu mau? Papa akan membantumu! Papa memiliki kenalan Hacker yang sangat profesional," ucap papa.
"Benarkah papa akan membantu?" senang Alan.
"Tentu saja! Kamu jangan sungkan-sungkan meminta bantuan kepada Papa," sombongnya.
"Terima kasih banyak, Pah!" bahagia Alan.
"Namanya, Shinichi Okimura! Dia orang Jepang, sudah lama tinggal di Indonesia! Dia salah satu Hacker terbaik di Jepang," terang papa.
"Wah, papa hebat!" puji Zee. "Kok papa bisa mengenal seorang hacker?" tanya Zee penasaran.
__ADS_1
"Ha ... ha .... ha." tawa papa.
"Papa ini seorang Pengusaha juga, Sayang! Saingan bisnis Papa banyak! Papa harus mengamankan dan melindungi semua aset Perusahaan yang papa miliki!" jelas papa.
"Apapun yang papa miliki, semuanya akan menjadi milik kamu dan Ratu, jadi papa harus pintar mengamankannya!" terang papa. Alan pun mengerti maksud dari papa mertuanya.
"Baiklah, Pah! Alan setuju!" ucapnya.
"Kapan Alan bisa bertemu dengannya?"
"Kapanpun kamu punya waktu! Papa bisa mempertemukan kamu dengannya," kata papa.
"Okey, nanti Alan akan menghubungi papa secepatnya," ucap Alan.
"Iya, Nak," jawab papa.
Cukup lama Alan dan Papa Roger mengobrol hingga lupa waktu, hari pun sudah semakin sore. Mama Nola menyuruh mereka untuk makan malam di rumah. Alan dan Zee tidak bisa menolak keinginan Papa dan Mama, lama juga mereka tidak makan malam bersama. Hari ini Mama memasak rendang sapi, gulai, capcay telor dan tumis ayam suwir. Mama sengaja memasak banyak, supaya Zee dan suaminya bisa ikut makan malam di rumah. Makan malam bersama seperti ini, Mama Nola jadi teringat dengan putri kandungnya. Tiba-tiba saja raut mukanya nampak sedih, Zee bisa melihat Mama tirinya bersedih.
"Mama, kenapa?" tanya Zee.
"Mama pasti teringat sama Ratu," ucapnya. "Mama tidak usah khawatir! Ratu disana sedang bahagia! Karena sebentar lagi Papa dan Mama akan mendapatkan menantu baru!" ucap Zee. Membuat orang-orang yang sedang makan itu, memberhentikan makannya. Melirik ke arah Zee, mereka sama-sama mengernyitkan alisnya.
"Maksudnya?" tanya papa.
"Yah, sebentar lagi Papa akan memiliki menantu," selorohnya begitu saja.
"Karena sebentar lagi Ratu ..." Zee menjeda kalimatnya, karena keburu Alan menutup mulut istrinya.
"Kenapa Ratu?" tanya Mama penasaran.
"Iya, Kenapa dengan Ratu?" tanya papa, juga ikut penasaran.
"Ratu sebentar lagi akan melahirkan, Papa dan Mama akan dipanggil nenek dan kakek," potong Alan. Papa dan Mama saling berpandangan.
"Kenapa tidak jujur sama papa dan mama?" bisik Zee ke suaminya.
"Karena bukan urusan kita, mencampuri urusan mereka," bisik Alan ke Zee.
"Oh," Zee ber'oh ria, mengerti dengan maksud suaminya.
to be continued....
*******************************************
__ADS_1